Berpikir Kritis vs. Berpikir Logis: Anda yang Mana?

(Gambar: Palontaraq)

Berpikir kritis dan berpikir logis sering dianggap sama, namun sebenarnya ada perbedaan mendasar antara keduanya. Berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi secara mendalam. Tujuan berpikir kritis adalah menemukan kebenaran yang lebih dalam, tidak hanya menerima informasi secara mentah-mentah. Orang yang berpikir kritis cenderung mempertanyakan asumsi, mengidentifikasi bias, dan mencari bukti untuk mendukung atau menolak suatu argumen. Ini melibatkan pemikiran reflektif, kreatif, dan analitis.

Di sisi lain, berpikir logis lebih fokus pada penyusunan argumen secara rasional dan terstruktur. Berpikir logis berlandaskan aturan-aturan logika formal, seperti deduksi dan induksi, serta menekankan keselarasan antaride. Jika satu kesimpulan tidak mengikuti premis yang diberikan, maka argumen dianggap tidak logis. Dengan kata lain, berpikir logis menekankan konsistensi dalam proses berpikir dan cara menarik kesimpulan yang benar dari premis yang diberikan.

Perbedaannya, berpikir kritis lebih luas dan terbuka terhadap berbagai perspektif, sementara berpikir logis berfokus pada validitas struktur argumen. Misalnya, seorang pemikir kritis mungkin bertanya “Apakah sumber ini dapat dipercaya?” atau “Apakah ada bukti lain yang mendukungnya?”. Sedangkan seorang pemikir logis akan bertanya, “Apakah kesimpulan ini sesuai dengan premis yang diajukan?”.

Jadi, apakah Anda lebih sering berpikir kritis atau berpikir logis? Idealnya, kita menggunakan keduanya secara seimbang. Kritis terhadap informasi yang kita terima dan logis dalam cara kita menyusun pemikiran adalah kombinasi yang tepat untuk membuat keputusan yang bijak.

Oleh  Ke di Fb.

Omk kapel Tillemans (Ema-Owaa) Timika gelar pendalaman kitab suci 2023

KagetpapuaTimika | OMK (Orang Muda Katolik) Gereja Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus (Ema-Owaa) menyelenggarakan kegiatan pendalaman kitab suci yang dipandu oleh Suster #Agnita_Degei dan itu seru diikuti oleh puluhan peserta yakni; OMK, Misdinar dan sekami. Pada selasa, (12/09/2023). Pukul 14:00 – selesai di dalam Gereja Kapela Tillemans hati Kudus Yesus (Ema-Owaa). Jalan perintis Timika indah, Papua Tengah.

Kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk membina dan meningkatkan iman, makin mengenal memahami menghayati firman dan memberi semangat pada peserta untuk membaca dan merenungkan firman, serta meningkatkan wawasan, membangun rasa solidaritas dan persaudaraan antara kebersamaan.

Mengambil tema “Allah Memberi Kasih dan Keselamatan”, Berikut satu subtema BKSN 2023 untuk direnungkan adalah “Kasih Allah Menggerakkan Pertobatan” yang dikutip dari kisah Kitab Nabi Yunus 4:1-11. Itulah 1 subtema BKSN 2023 yang akan direnungkan untuk peserta untuk sebulan kedepan.

Dalam Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2023 ini, kita diajak untuk mendalami tema tentang Allah sebagai sumber kasih dan keselamatan. Tema ini terinspirasi oleh dua kitab nabi-nabi kecil, yaitu Yunus dan Yoel. Kedua kitab ini dengan tegas menyatakan: “Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia”

Peningkatan kreativitas dalam kegiatan mewarnai dengan menggunakan metode demonstrasi atau Kata Sharing: Berbagi Makna dan Pengalaman yang telah di bawahkqn oleh para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Jhon_Dawapa, sebagai Ketua panitia pelaksana bulan kitab suci memberikan cendera mata kepada Suster Agnita Degei yaitu; Satu Noken dan Satu Gelas yang bertulisan OMK Tillemans sebagai salah satu bentuk apresiasi dan mempererat persaudaraan.

Usai berfoto-foto bersama Suster Agnita Degei dalam gereja kapela Tillemans, Saudari Yosphin Wakei yang menjadi narator itu mengarahkan semua peserta ke samping gereja kapela Tillemans (Ema-Owaa) untuk makan bersama.

Dengan adanya pendalaman iman kitab suci, Mari kita renungkan dalam setiap pribadi kita masing-masing, dan bila perlu kita bisa melakukan konsultasi dengan teman-teman kita, Bapak/Ibu, Para OMK dan Misdinar atau para Suster. Akhir kata, Selamat membaca Kitab Suci, dan Salam sejahtera untuk kita semua.

Pastor Asal Suku Mee ini dipilih sebagai Uskup di Keuskupan Jayapura

KagetpapuaJayapura | Pastor Reverendus Dominus Yanuarius Teofilus Matopai You, Pr dipilih Paus Fransiskus sebagai uskup Keuskupan Jayapura. Pastor Yanuarius akan menggantikan uskup Mgr. Leo Laba Ladjar OFM yang mengundurkan diri karena alasan usia.

Pengumuman resmi Vatikan ini dibacakan oleh Uskup Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM, di Gereja Katedral Jayapura sekitar pukul 19.00 WP, pada Sabtu (29/10/2022). Pastor Yanuarius menjadi orang asli Papua pertama yang menjadi uskup.

“Nuncio Apostolik menyampaikan kepada saya agar mengumumkan di Gereja lokal keuskupan ini bahwa telah mengangkat seseorang untuk menjadi Uskup Jayapura yang baru. Dia adalah orang asli Papua yaitu Pastor Reverindus Dominus Yanuarius Teofilus Matopai You,” kata Mgr. Leo Laba Ladjar OFM membacakan maklumat Paus Fransiskus.

Yanuarius You dilahirkan di Uwebutu Paniai pada 1 Januari 1961, anak kedua dari enam bersaudara dari pasangan Lukas You dan Rosalina Tatogo. Ia menempuh pendidikan formal SD YPPK St. Don Bosco Uwebutu, SMP YPPK St. Fransiskus Assisi Epouto, SPG Taruna Bakti Waena, Sekolah Tinggi Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur, Tahun Spritualitas dijalankan di Manado, Magister Bidang Psikologi Universitas Gadjah Mada 2007-2010, dan Doktor Bidang Antropologi Universitas Cenderawasih 2020.

Pada 16 Januari 1991, Yanuarius Teofilus Matopai You ditahbiskan menjadi pastor. Ia kemudian menjalankan tugas pastoral dengan tugas pertama sebagai Pastor Paroki Kristus Terang Dunia, Jiwika Kurulu Wamena 1991 sampai 1998. Kemudian menjadi Pastor Paroki St Wilbrodus Arso sekaligus Pastor Dekan Dekenat Kabupaten Keerom (1998-2002). Lalu melanjutkan pelayan sebagai pastor Paroki di Katedral Kristus Raja dan Vikaris Jenderal di Keuskupan Jayapura (2002-2006).

Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Teologi Katolik (STTK), Kepala Rumah Pembetukan Formasi Santo Yohanes Maria Vianney, Keuskupan Jayapura (2010-sekarang), Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Jayapura (2015-sekarang), Ketua Pengawas Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Santo Fransiskus Asisi, Ketua dan Dosen STFT Fajar Timur dan Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik di Waena (2020-sekarang).

Salah satu tokoh umat Katolik Papua, Markus Haluk menyatakan dipilihnya Pastor Yanuarius menjadi sejarah baru dalam gereja Katolik Papua karena untuk pertama kalinya Orang Asli Papua menjadi uskup.

“Terpilih Uskup Orang Papua merupakan doa dan harapan umat Katolik bahkan dedominasi Gereja di tanah Papua selama ini. Karena itu ketika diumumkannya Pastor Yanuarius You sebagai Uskup Jayapura secara spontan umat Katolik Keuskupan Jayapura sontak teriak histeris disertai tangis haru” kata Haluk kepada Jubi, pada Sabtu (29/10/2022) malam.

Haluk menyatakan uskup terpilih Yanuarius ini bukan sembarang orang melainkan salah satu pastor senior yang lama hidup ditengah umat dipedalaman Papua hingga di paroki kota. Menurut Haluk sosok uskup terpilih Yanuarius adalah benar-benar pastor lapangan yang kaya dengan pelangalaman pastoral.