Tanamlah Kenangan Indah, Raih Masa Depan Cerah dengan Waktu yang Berharga

Hidup ini seperti sungai yang mengalir deras, tak pernah berhenti.  Waktu, seperti air sungai, terus berlalu tanpa henti.  Namun, kita bisa memanfaatkan aliran waktu ini untuk menorehkan jejak indah,  menciptakan kenangan yang akan kita petik di masa depan.

Seperti menanam benih di tanah yang subur,  setiap kebaikan yang kita lakukan,  setiap tawa yang kita bagikan,  setiap mimpi yang kita raih,  adalah benih-benih kenangan yang akan tumbuh menjadi pohon rindang di masa depan.

Namun,  tanah yang subur tak akan menghasilkan buah jika tak dirawat dengan baik.  Begitu pula dengan waktu,  ia tak akan berbuah manis jika tak kita manfaatkan dengan bijak.

Manfaatkan waktu dengan baik,  seperti seorang tukang kebun yang menyiram tanamannya dengan penuh kasih sayang.  Berikan perhatian penuh pada setiap momen,  hiduplah dengan penuh makna,  dan jangan sia-siakan waktu yang berharga.

Saat kita menua,  dan rambut kita memutih,  kita bisa duduk di teras rumah,  menikmati secangkir teh hangat,  sambil mengenang masa muda.  Saat itu,  kenangan-kenangan indah akan bermunculan seperti bunga-bunga yang mekar di taman hati.

Momen-momen bahagia bersama keluarga,  perjalanan seru bersama teman,  prestasi yang diraih dengan susah payah,  semuanya akan menjadi sumber kebahagiaan dan kekuatan di masa tua.

Maka,  marilah kita tanam kenangan indah sejak sekarang.  Berbuat baiklah kepada orang lain,  luangkan waktu bersama orang-orang terkasih,  kejarlah mimpi-mimpi,  dan jangan lupa untuk selalu bersyukur.

Manfaatkan waktu dengan baik,  agar  kita bisa menorehkan jejak indah di bumi,  dan meninggalkan warisan yang berharga bagi generasi mendatang.

Tanamlah kenangan indah,  manfaatkan waktu dengan baik,  agar kelak nanti,  kita memiliki taman hati yang penuh warna,  dan masa depan yang cerah.

Umat Keuskupan Timika Diimbau untuk Berkebun.

Gerakan Tungku Api yang dideklarasikan Alm. Uskup John P Saklil, Pr. (Ist – SP)

Pastor Kuayo menjelaskan, Uskup Almarhum Mgr. Jhon Saklil Pr punya kata terakhir adalah sebagai gembala dia meminta untuk umat jangan jual tanah karena masyarakat Papua itu hidup dari tanah dan tidak akan hidup dari uang.

Ia menegaskan supaya, umat Katolik di Keuskupan Timika Jangan jual tanah Gerekan tungku api kehidupan, menghargai tanah, mengahargai alam  mengelola lahan yang ada. Gerakan tungku api oleh almhum itu sebagai ajakan yang bagus mungkin kata-kata terakhir sebelum beliau meninggal.

“Saya mengajak umat keuskupan timika kembali ke ajakan Almarhum Mgr. John Saklil, Pr  seperti juga Yesus mengadakan perjamuan terakhir dia memberikan dirinya untuk sahabat murid-muridnya. Sama hal dimana almarhum mengajak umat keuskupan timika dan masyarkat Papua ntuk mengelolah tanah. Jangan jual tanah, tapi melindungi dan mengelolah,” tegasnya kepada suarapapua.com pada Senin, (27/4/2020) Timika, Papua.

Kata Pastor Marthen, Jadi kita melindungi tanah sekaligus kita diajak untuk mengelolah tanah.

“Sebelum Corona ini tiba Uskup mengajak untuk mengelolah tanah dan saya rasa ajakan uskup ini pada saat situasi seperti sekarang ini cocok umat keuskupan timika untuk melanjutkan gerakan tungku api kehidupan, menelolah tanah yang sudah menjadi kata-kata terakhir uskup.”

“Saya mengajak siapa yang mencintai uskup, umat keuskupan timika dia harus mengelola tanah, dengan tidak menjual tanah,tetapi harus mengelolah tanah, melindungi tanah sebagai kepatuhan akan cinta kita kepada pesan uskup kita alm. Mgr. Jhon,” katanya.

Ia mengungkapkan, Gerakan mengelolah tanah ini sudah ada sejak tahun 2016. Tapi almarhum uskup sudah mengajak masyarakat sejak tahun 2010. D

ia mengajak dirinya sebagai gembala agar umatnya untuk bekerja kebun, menhargai tanaman lokal dan menghidupi dirinya dengan apa yang dikasih oleh Tuhan merupakan geraka yang dibangun oleh uskup.

“Dan gerakan bersama didalam pastoral itu dilakukan tahun 2016 di keuskupan timika dan ini sedang jalan. Jadi saya ajak semua umat di Kesukupan Timika supaya jangan jual tanah dan kembali berkebun. Lalu harus makan makanan lokal,” katanya.

By Arnold Belau –  27 Apr 2020, 5:08 WP 03. 

Berpikir Kritis vs. Berpikir Logis: Anda yang Mana?

(Gambar: Palontaraq)

Berpikir kritis dan berpikir logis sering dianggap sama, namun sebenarnya ada perbedaan mendasar antara keduanya. Berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi secara mendalam. Tujuan berpikir kritis adalah menemukan kebenaran yang lebih dalam, tidak hanya menerima informasi secara mentah-mentah. Orang yang berpikir kritis cenderung mempertanyakan asumsi, mengidentifikasi bias, dan mencari bukti untuk mendukung atau menolak suatu argumen. Ini melibatkan pemikiran reflektif, kreatif, dan analitis.

Di sisi lain, berpikir logis lebih fokus pada penyusunan argumen secara rasional dan terstruktur. Berpikir logis berlandaskan aturan-aturan logika formal, seperti deduksi dan induksi, serta menekankan keselarasan antaride. Jika satu kesimpulan tidak mengikuti premis yang diberikan, maka argumen dianggap tidak logis. Dengan kata lain, berpikir logis menekankan konsistensi dalam proses berpikir dan cara menarik kesimpulan yang benar dari premis yang diberikan.

Perbedaannya, berpikir kritis lebih luas dan terbuka terhadap berbagai perspektif, sementara berpikir logis berfokus pada validitas struktur argumen. Misalnya, seorang pemikir kritis mungkin bertanya “Apakah sumber ini dapat dipercaya?” atau “Apakah ada bukti lain yang mendukungnya?”. Sedangkan seorang pemikir logis akan bertanya, “Apakah kesimpulan ini sesuai dengan premis yang diajukan?”.

Jadi, apakah Anda lebih sering berpikir kritis atau berpikir logis? Idealnya, kita menggunakan keduanya secara seimbang. Kritis terhadap informasi yang kita terima dan logis dalam cara kita menyusun pemikiran adalah kombinasi yang tepat untuk membuat keputusan yang bijak.

Oleh  Ke di Fb.

Di Bawah Kubah, Jari Menari

Senja merangkak, menyelimuti kota,
Hati sepi, merindukan kata.
Langkah kaki menjejakkan diri,
Menuju gereja, mencari sunyi.

Kubah menjulang, menyapa jiwa,
Menawarkan damai, menghapus duka.
Di bangku kayu, duduk terdiam,
Menatap piano, hati berbisik dalam.

Jari-jari meraba tuts piano,
Melukis melodi, mengurai rindu.
Nada mengalun, menenangkan jiwa,
Menghilangkan sepi, menyapa bahagia.

Dalam lantunan, hati bernyanyi,
Menyapa Tuhan, dalam sunyi.
Kesenangan tercipta, di tengah sepi,
Melalui melodi, hati terbebas dari mimpi.

Di sini, di bawah kubah yang meneduhkan,
Jari menari, hati menemukan.
Hiburan tercipta, dalam lantunan nada,
Menyembuhkan luka, menenangkan jiwa.

Puisi, MU
Timika, 02 Agustus 2024.

Berusaha untuk tidak menjadi manusia yang berhahasil melainkan berguna

KagetpapuaTimika | “Berusaha bukan menjadi manusia sukses, tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna” adalah menggambarkan pentingnya memiliki tujuan hidup yang lebih besar dari sekedar mencapai kesuksesan pribadi.   Kesuksesan sejatinya bukan hanya sekedar mencapai tujuan dan keinginan pribadi, namun juga bagaimana kita bisa memberikan manfaat dan kontribusi positif kepada orang lain dan masyarakat sekitar kita.

Dalam dunia yang kompetitif dan individualistis saat ini, kita sering terjebak dalam upaya mencapai kesuksesan pribadi tanpa memperhatikan dampaknya terhadap orang lain.   Namun kutipan ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati dan makna hidup yang sebenarnya bisa kita temukan ketika kita bisa berguna bagi orang lain.

Menjadi manusia yang berguna berarti memiliki empati, kepedulian, dan kemauan membantu orang lain.   Hal ini mendatangkan kepuasan batin yang jauh lebih dalam daripada sekedar mencapai pencapaian materi atau popularitas.   Dengan menjadi manusia yang bermanfaat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik, mempererat hubungan sosial, dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Oleh karena itu, saya yakin pesan dalam kutipan ini sangat relevan dan penting untuk dijadikan pedoman dalam menjalani hidup.   Kita semua bisa berupaya untuk tidak hanya menjadi manusia sukses saja, namun lebih dari itu, menjadi manusia yang berguna dan memberikan nilai tambah bagi dunia di sekitar kita.

Oleh Michael ukago

Timika, 10 Juni 2024.

Beristirahat Dalam Damai (Rip)

KagetpapuaTimika | Telah berpulang kepada Sang Pencipta Langit dan Bumi, Ketua Komunitas Generasi Terlantar (GETAR) Selino Gobai, di rumahnya pada pukul 13.45 tanggal 23 Juni 2024 Jln.   Panimbar-Koteka .

Selino Gobai merupakan Ketua Komunitas yang selalu berupaya mendidik Generasi Muda untuk menjauhi atau melawan penyakit-penyakit sosial (Miras, Narkoba, Ganja, Lem Rubah, dan Seks Bebas) serta selalu turut serta dalam memberikan edukasi/literasi dan  pelatihan kepada Generasi Muda melalui komunitas Getar.

Jiwa muda, jiwa antusias, jiwa humoris, jiwa konsisten, dan jiwa eksekutor lenyap dalam sekejap.

Sobat Selino, Terima kasih atas dedikasi dan totalitasnya di Komunitas untuk mendidik, mengajar dan mengembangkan manusia menjadi manusia seutuhnya.  Kami sahabat Komunitas Getar belum pasrah untuk berpisah, namun takdir berkehendak lain, selamat tinggal kawan, semua rencana yang ada di masyarakat akan kami laksanakan dan terus jaga dan lindungi generasi muda Papua dari kemiskinan dan kebodohan.

Teman-teman, semoga beruntung

Komunitas GETAR turut berduka cita


  #Literasi
  #Dukapua

Tema : Peluang dan tantangan generasi muda di era digital.

KagetpapuaTimika | Penjelasan di era digital saat ini, generasi muda memiliki peluang dan tantangan yang unik.   Berikut beberapa peluang dan tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital:

Peluang:

1. Akses Informasi yang Luas: Generasi muda memiliki akses luas terhadap informasi melalui internet.   Mereka dapat mempelajari hal-hal baru, mengembangkan keterampilan, dan mengeksplorasi berbagai topik dengan mudah.

2. Koneksi Global: Era digital memungkinkan generasi muda terhubung dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia.   Hal ini memungkinkan kolaborasi lintas budaya, pertukaran ide, dan perluasan jaringan sosial.

3. Kewirausahaan: Internet memberikan peluang bagi generasi muda untuk menjadi wirausaha.   Mereka dapat memulai bisnis online, memasarkan produk atau jasa, dan menciptakan peluang ekonomi baru.

4. Pendidikan Online: Keberadaan platform pembelajaran online memungkinkan generasi muda mengakses pendidikan tanpa batasan geografis.   Mereka dapat mengambil kursus dari universitas ternama di seluruh dunia.

Tantangan:

1. Informasi Palsu: Fluktuasi informasi di internet dapat menyebabkan penyebaran berita palsu.   Generasi muda harus mampu memilah informasi yang benar dan akurat dari informasi yang tidak benar.

2. Ketergantungan pada Teknologi: Generasi muda rentan menjadi terlalu bergantung pada teknologi digital, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik mereka.

3. Privasi dan Keamanan: Penggunaan media sosial dan platform online meningkatkan risiko privasi dan keamanan.   Kaum muda perlu waspada terhadap ancaman seperti pencurian identitas dan penipuan online.

4. Kesenjangan Digital: Tidak semua generasi muda mempunyai akses yang sama terhadap teknologi digital.   Kesenjangan digital dapat membatasi peluang bagi mereka yang tidak memiliki akses yang memadai.

Dengan kesadaran akan peluang dan tantangan tersebut, generasi muda dapat memanfaatkan era digital untuk mengembangkan diri, berkontribusi kepada masyarakat, dan mencapai potensi maksimalnya.

Syukuran  Penamatan Dan Seminar Sehari Jenjang Pendidikkan TK hingga SMA/K Menuju Perguruan Tinggi

KagetpapuaTimika : Acara Seminar Sehari dan Pemberkatan Penamatan TK ke SD, SD ke SMP, SMP ke SMA/SMK, dan jenjang Perguruan Tinggi yang berjalan lancar, di Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Emaa-Owaa Timika, Papua Tengah, pada Kamis, 23/05/24 pukul 08:00 WP.

Dalam acara tersebut, puluhan peserta hadir dan sangat menghargai kegiatan tersebut, dengan antusias menerima materi dari awal hingga akhir sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia, dengan Tema : Peluang dan Tantangan Generasi Muda di Era Digital.”.

Materi-materi yang kami terima adalah sebagai berikut:

– Materi sesi I: “Meditasi” yang dipandu oleh Fr. Yoseph Ricky Yatipai.
– Materi sesi II: “Moralitas dan Spiritualitas Menurut Ajaran Agama Katolik” yang dipandu oleh Fr. Yoseph Ricky Yatipai.
– Materi sesi III: “Dasar-Dasar Organisasi dan Dunia Kampus” yang dipandu oleh Dr. Leonardus Tumuka.

Acara dilanjutkan dengan misa syukur pemberkatan penamatan jenjang TK sampai SMA/K menuju perguruan tinggi yang dipimpin oleh, Romo. Rinto Dumatubun. Pr., di Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Emaa-Owaa Timika, Papua Tengah, pada Kamis, 23/05/24 pukul 14:00 WIT.

Terakhir acara, kesan dan pesan oleh;

1. Ketua Panitia
2. Peserta penamatan
3. Pengurus Kapela Tillemans Ema-Owap Timika.

Penutupan MC

Terima kasih banyak kepada semua peserta yang telah menghadiri pada seminar sore hari ini. Sungguh luar biasa bizarre i berbagi dan belajar bersama kalian semua hari ini.

Saya sangat menghargai dedikasi dan berminat kalian dalam mengikuti setiap sesi.
Harapan saya, apa yang kita pelajari dan diskusikan hari ini dapat membantu kita semua dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kita kedepan.

Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pemateri yang telah berbagi pengetahuan dan pengalamannya. Kalian semua telah berkontribusi dalam membuat seminar ini menjadi sukses.

Semoga kita semua dapat menerapkan apa yang telah kita pelajari hari ini dalam kehidupan sehari-hari kita, dan semoga kita dapat bertemu lagi di acara-acara serupa di masa mendatang.

Sekali lagi, terima kasih atas partisipasi dan dedikasi kalian. Selamat sore dan sampai jumpa lagi!

Wanita Memiliki Perubahan Dunia

Wanita memiliki peran yang sangat penting dalam membawa perubahan dunia melalui kemampuan mereka untuk melahirkan kehidupan. Rahim wanita merupakan simbol kekuatan dan keajaiban kehidupan yang memberikan kesempatan bagi manusia untuk terus berkembang dan beregenerasi. Dalam rahim, kehidupan baru dimulai dan harapan akan masa depan terwujud.

Melalui proses kehamilan dan kelahiran, wanita tidak hanya memberikan kehidupan secara harfiah, tetapi juga secara simbolis membawa perubahan yang mendalam dalam pandangan dan pemahaman manusia tentang keberlangsungan hidup. Wanita sebagai ibu tidak hanya menjadi tempat tumbuhnya anak-anak, tetapi juga menjadi sumber inspirasi, kasih sayang, dan kebijaksanaan yang membentuk generasi mendatang.

Dengan kekuatan rahimnya, wanita memegang peran yang sangat penting dalam membentuk nilai-nilai, moralitas, dan karakter manusia. Mereka membawa perubahan dunia melalui pengasuhan, pendidikan, dan cinta yang mereka berikan kepada anak-anak dan keluarga. Wanita sebagai pembawa perubahan dunia dalam rahim menunjukkan bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada kekuatan fisik, tetapi juga pada kelembutan, kebijaksanaan, dan cinta yang mereka miliki.

Wanita memiliki peran yang signifikan dalam membawa perubahan dunia melalui keputusan yang mereka ambil terkait kesehatan dan gaya hidup. Dengan kesadaran akan dampak negatif dari konsumsi alkohol, merokok, dan pengaruh negatif lainnya, wanita dapat memilih untuk hidup sehat dan memberikan contoh yang positif bagi orang-orang di sekitar mereka, termasuk keluarga dan masyarakat.

Dengan menjaga kesehatan dan menghindari kebiasaan yang merugikan seperti konsumsi alkohol dan merokok, wanita dapat mempengaruhi lingkungan sekitar mereka untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan. Mereka dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam memilih gaya hidup yang sehat dan bertanggung jawab.

Dengan memilih untuk tidak mengkonsumsi alkohol, tidak merokok, dan menghindari pengaruh negatif lainnya, wanita dapat memperjuangkan perubahan dalam hal kesadaran kesehatan, kebugaran, dan kesejahteraan mental. Mereka dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat dan positif bagi semua orang, sehingga berkontribusi dalam membawa perubahan positif dalam masyarakat dan dunia secara keseluruhan.

Free #Coment
Timika, Selasa 28 Mei 2024.

OMK dan Misdinar, Berpartisipasi dalam pembersihan lingkungan.

Gotong-Royong OMK dan Misdinar kapela Tillemans hati kudus (Ema-Owaa) Timika.

KagetpapuaTimika. | Suatu sore hari yang cerah , kita memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berarti untuk lingkungan kita. Mengumpulkan teman-teman Orang muda katholik (OMK) dan Misdinar Kapel Tillemans Hati Kudus Yesus (Ema-Owaa) di Timika, kita merencanakan sebuah aksi pembersihan di lingkungan kita yang telah lama terabaikan.

Kita semua berkumpul di samping kapela  pada pagi hari, dipersenjatai dengan sarung tangan, kantong sampah, dan semangat yang tinggi. Anak-anak, semua orang berpartisipasi dengan beremangat Pada, jumat, 12/03/24. di kapela tillemans timika. Papua tengah.

Kami mulai dengan mengumpulkan sampah di sekitar gereja kapel kami . Botol plastik, kertas bekas, dan sampah lainnya dengan cepat terkumpul. Anak-anak misdinar berlomba untuk melihat siapa yang bisa mengumpulkan sampah paling banyak, sementara orang muda katholik (OMK) membantu dengan mengangkat kantong sampah yang lebih berat di penuhi sampah.

Ketika hari mulai gelap, kami melangkah mundur dan melihat hasil kerja keras kami. Sekeling gereja kapela dan sepanjang jalan yang sebelumnya kotor dan terabaikan kini bersih . Kami semua merasa bangga dan puas dengan apa yang telah kami capai.

Tapi kami tahu, pekerjaan kami belum selesai. Kami berjanji untuk terus menjaga kebersihannya. Dan yang lebih penting, kami berjanji untuk melakukan bagian kami dalam menjaga lingkungan kami, baik itu dengan mengurangi penggunaan plastik, mendaur ulang, atau hanya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Itulah cerita kami, sebuah cerita tentang bagaimana kami, sebagai anak muda, dapat berkontribusi dalam menjaga dan memperbaiki lingkungan kami. Ini adalah cerita tentang bagaimana setiap tindakan, tidak peduli seberapa kecil, dapat membuat perbedaan.

Membangun Komunitas yang Lebih Kuat agar bekerja bersama untuk tujuan bersama seperti pembersihan lingkungan dapat membantu membangun ikatan dan rasa komunitas yang lebih kuat. Ini dapat mengarah pada kerja sama yang lebih besar dan upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup di komunitas tersebut.

Jadi, partisipasi anak mudah bukan hanya membantu dalam pembersihan fisik lingkungan, tetapi juga membantu dalam membangun kesadaran, mengubah perilaku, dan membangun komunitas yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Senin, 15/03/24.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Mati Di Atas Tanah Emas.

Puisi.

Di tanah emas, aku berbaring,
Mati dalam keheningan yang mengejutkan.
Bintang-bintang di langit berkelip,
Mengawasi perjalanan terakhirku.

Kehidupan telah memberiku kekayaan,
Tapi kini, aku kembali ke tanah.
Emas yang berkilauan di bawah sinar matahari,
Menjadi tempat peristirahatan terakhirku.

Ku rasa hembusan angin malam,
Membisikkan lagu pengantar tidurku.
Aku merasakan kehangatan tanah emas,
Menyelimuti tubuhku yang lelah.

Aku mati di atas tanah emas,
Tapi jiwaku terbang bebas.
Aku meninggalkan dunia fana,
Menuju alam yang abadi.

Di tanah emas, aku beristirahat,
Tapi cerita hidupku akan tetap abadi.
Karena meski tubuhku telah mati,
Jiwaku akan selalu hidup dalam kenangan.

“Kemanusiaan Itu Melebihi Agama Apapun”
#Save generasi penerus papua
#Save kedua anak sekolah dasar (sd)
Senin, 08/04/24.
Kab. intan Jaya.
Papua Tengah

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Baik dan Buru Tak Pernah Padam

KagetpapuaTimika | .BlDuduk bersama dan menikmati waktu santai di malam hari, kami memulai diskusi tentang konsep baik dan buruk tak pernah padam. Topik ini menjadi dasar pembicaraan kami malam ini di Jl. Koteka Timika Papua Tengah. Selasa 05 Maret 2024.

Tempat keberadaan yang baik tentu saja dibalut dengan sesuatu yang buruk, demikian tempat keberadaan yang buruk mengandung sesuatu yang terbaik

Di dalam setiap tempat keberadaan, baik itu di lingkungan fisik maupun dalam kehidupan sehari-hari, terdapat keberagaman yang mencakup baik dan buruk. Meskipun demikian, seringkali tempat-tempat yang dianggap buruk juga memiliki potensi yang tersembunyi untuk menjadi sesuatu yang terbaik.

Misalnya, sebuah lingkungan kota yang dianggap buruk karena tingkat kejahatan yang tinggi dan infrastruktur yang kurang terawat. Meskipun demikian, di dalam kota tersebut terdapat komunitas yang kuat yang saling mendukung satu sama lain. Mereka membangun ikatan sosial yang erat dan berusaha untuk menciptakan perubahan positif di lingkungan mereka. Tempat keberadaan yang buruk ini menjadi pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Demikian juga dengan kehidupan sehari-hari, seringkali kita menghadapi tantangan dan kesulitan yang membuat tempat keberadaan kita terasa buruk. Namun, di balik semua itu, kita dapat belajar, tumbuh, dan mengembangkan diri. Pengalaman-pengalaman sulit tersebut membentuk karakter kita dan memberi kita pelajaran berharga yang tidak akan kita dapatkan jika semuanya berjalan mulus. Tempat keberadaan yang buruk ini menjadi tempat di mana kita dapat menemukan kekuatan dan ketahanan yang tersembunyi dalam diri kita.

Dalam kesimpulannya, tempat keberadaan yang baik dan buruk memiliki aspek yang saling melengkapi. Tempat keberadaan yang buruk dapat mengandung potensi untuk menjadi sesuatu yang terbaik ketika kita mampu menghadapi tantangan dan menemukan kekuatan dalam diri kita.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog