Pastor Asal Suku Mee ini dipilih sebagai Uskup di Keuskupan Jayapura

KagetpapuaJayapura | Pastor Reverendus Dominus Yanuarius Teofilus Matopai You, Pr dipilih Paus Fransiskus sebagai uskup Keuskupan Jayapura. Pastor Yanuarius akan menggantikan uskup Mgr. Leo Laba Ladjar OFM yang mengundurkan diri karena alasan usia.

Pengumuman resmi Vatikan ini dibacakan oleh Uskup Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM, di Gereja Katedral Jayapura sekitar pukul 19.00 WP, pada Sabtu (29/10/2022). Pastor Yanuarius menjadi orang asli Papua pertama yang menjadi uskup.

“Nuncio Apostolik menyampaikan kepada saya agar mengumumkan di Gereja lokal keuskupan ini bahwa telah mengangkat seseorang untuk menjadi Uskup Jayapura yang baru. Dia adalah orang asli Papua yaitu Pastor Reverindus Dominus Yanuarius Teofilus Matopai You,” kata Mgr. Leo Laba Ladjar OFM membacakan maklumat Paus Fransiskus.

Yanuarius You dilahirkan di Uwebutu Paniai pada 1 Januari 1961, anak kedua dari enam bersaudara dari pasangan Lukas You dan Rosalina Tatogo. Ia menempuh pendidikan formal SD YPPK St. Don Bosco Uwebutu, SMP YPPK St. Fransiskus Assisi Epouto, SPG Taruna Bakti Waena, Sekolah Tinggi Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur, Tahun Spritualitas dijalankan di Manado, Magister Bidang Psikologi Universitas Gadjah Mada 2007-2010, dan Doktor Bidang Antropologi Universitas Cenderawasih 2020.

Pada 16 Januari 1991, Yanuarius Teofilus Matopai You ditahbiskan menjadi pastor. Ia kemudian menjalankan tugas pastoral dengan tugas pertama sebagai Pastor Paroki Kristus Terang Dunia, Jiwika Kurulu Wamena 1991 sampai 1998. Kemudian menjadi Pastor Paroki St Wilbrodus Arso sekaligus Pastor Dekan Dekenat Kabupaten Keerom (1998-2002). Lalu melanjutkan pelayan sebagai pastor Paroki di Katedral Kristus Raja dan Vikaris Jenderal di Keuskupan Jayapura (2002-2006).

Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Teologi Katolik (STTK), Kepala Rumah Pembetukan Formasi Santo Yohanes Maria Vianney, Keuskupan Jayapura (2010-sekarang), Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Jayapura (2015-sekarang), Ketua Pengawas Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Santo Fransiskus Asisi, Ketua dan Dosen STFT Fajar Timur dan Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik di Waena (2020-sekarang).

Salah satu tokoh umat Katolik Papua, Markus Haluk menyatakan dipilihnya Pastor Yanuarius menjadi sejarah baru dalam gereja Katolik Papua karena untuk pertama kalinya Orang Asli Papua menjadi uskup.

“Terpilih Uskup Orang Papua merupakan doa dan harapan umat Katolik bahkan dedominasi Gereja di tanah Papua selama ini. Karena itu ketika diumumkannya Pastor Yanuarius You sebagai Uskup Jayapura secara spontan umat Katolik Keuskupan Jayapura sontak teriak histeris disertai tangis haru” kata Haluk kepada Jubi, pada Sabtu (29/10/2022) malam.

Haluk menyatakan uskup terpilih Yanuarius ini bukan sembarang orang melainkan salah satu pastor senior yang lama hidup ditengah umat dipedalaman Papua hingga di paroki kota. Menurut Haluk sosok uskup terpilih Yanuarius adalah benar-benar pastor lapangan yang kaya dengan pelangalaman pastoral.

Pertama Kali dalam Sejarah, Pastor Asli Papua Ditahbiskan sebagai Uskup Jayapura

Yanuarius menjadi orang asli Papua pertama yang ditunjuk Paus Fransiskus sebagai uskup dalam sejarah 128 tahun gereja Katolik di Papua.

Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Monsinyur Piero Pioppo menahbiskan Monsinyur Yanuarius Theofilus Matopai You sebagai Uskup Jayapura di Katedral Jayapura, Papua, Kamis (2/2/2023).

KagetpapuaJayapura | Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Monsinyur Piero Pioppo menahbiskan Monsinyur Yanuarius Theofilus Matopai You sebagai Uskup Jayapura, Papua, Kamis (2/2/2023), di Katedral Jayapura. Yanuarius menjadi orang asli Papua pertama yang ditunjuk Paus Fransiskus sebagai uskup dalam sejarah 128 tahun gereja Katolik di Papua.

Ibadah penahbisan Uskup Jayapura Monsinyur Yanuarius berlangsung pada pukul 09.00 WIT. Sebanyak 2.500 orang menghadiri momen besar dalam sejarah gereja Katolik di Papua itu.

Kardinal Mgr Ignatius Suharyo dan 33 uskup dari wilayah keuskupan di Indonesia juga hadir dalam acara penahbisan tersebut. Selain itu, hadir pula sejumlah kepala daerah di Papua.

Paus Fransiskus telah mengumumkan Yanuarius sebagai Uskup Jayapura pada tanggal 27 Oktober 2022. Sebelumnya, Mgr Leo Laba Ladjar menjabat sebagai Uskup Jayapura sejak ditahbiskan pada 29 Agustus 1997.

Yanuarius ditahbiskan sebagai pastor di Kabupaten Nabire pada 16 Juni 1991. Sebelum ditunjuk menjadi Uskup Jayapura, Yanuarius menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur di Kota Jayapura.

Dalam puncak proses tahbisan, Monsinyur Piero Pioppo memasangkan mahkota dan memberikan tongkat kepada Yanuarius sebagai lambang Keuskupan Jayapura.

”Saudara Uskup Yanuarius yang terkasih, tempatilah katedral di Jayapura dan gembalakanlah umatmu yang tercinta. Semoga Tuhan senantiasa menyertai engkau,” kata Pioppo.

Yanuarius mengatakan, dalam tahbisan sebagai Uskup Jayapura, dirinya memilih moto ”Ego Vobisccum Sum” yang berarti ’Aku Menyertai Kamu’. Moto itu diambil dari Pasal 20 Ayat 28 Injil Matius. Dengan memilih moto itu, Yanuarius meyakini Tuhan selalu menyertai dan melindunginya dalam melaksanakan tugas di Keuskupan Jayapura.

”Saya selalu yakin sejak ditahbiskan sebagai pastor hingga kini menjadi Uskup Jayapura adalah penyelenggaraan Ilahi dari Tuhan. Ditunjuk Paus Fransiskus sebagai Uskup Jayapura adalah bukti nyata cinta Tuhan yang begitu besar bagi saya,” ungkap Yanuarius.

Uskup Jayapura Monsinyur Yanuarius Theofilus Matopai You memberikan berkat kepada umatnya di Katedral Jayapura, Papua, Kamis (2/2/2023).

Yanuarius juga menyebut dirinya akan melakukan sejumlah misi sebagai Uskup Jayapura. Misi pertamanya ialah menjaga persatuan di antara para pastor dalam umat Katolik di seluruh wilayah keuskupan Jayapura tanpa melihat perbedaan. Keuskupan Jayapura terdiri atas empat wilayah dekanat, yaitu Pegunungan Papua di Wamena, Jayapura yang mencakup hingga Sarmi, Keerom, serta Pegunungan Bintang.

Misi lainnya ialah bersinergi dengan umat beragama lain, pemerintah, lembaga sosial, serta aparat TNI dan Polri. Yanuarius juga membawa misi kemandirian dalam keuangan. Selain itu, dia akan membangun gereja dengan ciri khas kebudayaan Papua, baik dari sisi sarana, lagu, maupun bahasa. Ada juga rencana menggelar kelas pendidikan adat di setiap sekolah Katolik.

”Prinsipnya, kami akan tetap meneruskan misi yang selama ini telah diimplementasikan Mgr Leo, yaitu membangun gereja yang mandiri dan visioner. Salah satu misi yang paling penting dalam tugas saya nanti adalah menyiapkan tenaga pastor dan petugas pastoral, seperti guru agama,” ujar Yanuarius.

Ia menambahkan, gereja juga akan tetap menyuarakan perdamaian di Tanah Papua dengan mengikuti teladan Yesus Kristus yang memperjuangkan kerajaan Allah yang penuh damai. Gereja akan mengingatkan segala pihak terkait ketidakadilan, pelanggaran hak asasi manusia, stigma, dan rasisme.

Umat menghadiri acara tahbisan Uskup Jayapura Monsinyur Yanuarius Theofilus Matopai You di Katedral Jayapura, Papua, Kamis (2/2/2023).

Sementara itu, dalam sambutannya, Kardinal Ignatius Suharyo mengucapkan selamat kepada Yanuarius yang telah resmi mengemban tugas sebagai Uskup Jayapura. Ia berharap Yanuarius dapat menjalankan tugasnya dengan setia dan menyuarakan kebenaran sejati bagi umat.

”Saya berharap Uskup Yanuarius dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan menaruh belas kasih kepada sesama. Semoga Uskup Yanuarius terus memperkuat peran gereja yang selama ini telah diemban Uskup Leo hampir selama 30 tahun,” kata Ignatius.

Satu senyuman tulus lebih bermakna dari seribu kata yang diucapka setengah hati.

Hidup selalu ditawari baik dan buruk

Baik dan Buruk merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk menilai suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang.

Dalam artian, kedua kata ini berfungsi sebagai keterangan kualitas, karena merupakan kata sifat yang bertugas menjelaskan atau menilai sesuatu.  Dalam konteks ini, sesuatu yang dicirikan atau dinilai adalah tingkah laku, perbuatan, atau perbuatan moral manusia, dan karena sifat-sifat batiniah manusia tidak dapat diamati secara empiris, maka tingkah laku lahiriah berupa perbuatan, tingkah laku, dan atau tingkah lakulah yang menjadi ciri.  obyek evaluasi etis.

Dalam hidup ini, berapa kali kita melakukan sesuatu dengan setengah hati, atau bisa dipaksakan?  Terkadang ketika kita melakukan sesuatu dengan setengah hati bisa jadi sesuatu itu tidak membuat kita merasa nyaman, atau itu bukan kehendak kita melainkan kehendak orang lain.

Dalam hal bertarung.  Penting bagi kita untuk berjuang dengan sepenuh hati.  Karena ini sangat menentukan hasil yang akan kita dapatkan nantinya.  Jika Anda memperjuangkannya dengan semangat tinggi dan sepenuh hati, maka hasilnya juga akan maksimal dan bagus.  Sebaliknya, jika Anda bertarung dengan setengah hati dan tidak menganggapnya serius, maka hasilnya juga akan setengah-setengah.

Pada intinya melakukan sesuatu dengan setengah hati tidak akan berdampak baik untuk diri kita sendiri, malahan kita akan mendapatkan harapan yang tidak maksimal. Disisi lain juga kita bisa saja membuat orang lain kecewa karena menyakiti hati dirinya karena perbuatan kita.

Jujur perasaan sakit hati karena diperlakukan setengah-setengah itu sulit untuk tahan. Daripada seperti itu, lebih baik kita melakukan dengan sepenuh hati atau tidak sama sekali. Terkadang jangan jadikan orang lain sebagai pelampiasan.

Hanya ada dua pilihan untuk diri kita. Melanjutkannya dengan ikhlas atau meninggalkannya dengan perasaan berat hati. Namun jika harus memilih, lebih baik kita tinggalkan sesuatu yang membuat kita melakukannya dengan setengah hati.

Jangan ada kata terpaksa. Mulailah mencari hal-hal yang membuat Anda bisa sepenuh hati melakukannya. Walaupun akan ada orang yang tidak menyukai keputusan itu. Abaikanlah. Ini hidupmu, kamu yang menentukan jalan hidupmu.

Auki Tekege Dijadikan Tokoh Gereja Meepago

Auki Tekege sebagai salah satu tokoh diantara sekian banyak tokoh yang telah membuka pagar Allah yang dibuat secara bertahap di tanah Papua dengan dorongan roh kudus. Tokoh-tokoh yang tercatat dalam sejarah pembukaan pagar Allah di tanah Papua ialah Ottouw dan Geisller di Mansinam Manokwari (Papua Utara) pada tahun 1855, Ardmanville d’cock di Kokonao (Papua Selatan) pada tahun 1902, Auki Tekege (1932-1934) dan lain-lain sebagainya.

Pada zaman simbiotik, banyak orang dari timur mengembara ke bagian barat pegunungan pusat. Salah satu marga yang pindah dari sekitar danau Tage ke Mapia adalah marga Tekege. Adalah Obasso Tekege, adik bungsu dari tiga bersaudara melarikan diri dari Tage (dimiya) ke Mapia karena bagian daging burung yang diinginkannya tidak diberikan oleh kedua kakaknya sehingga Obasso mengembara ke Tigi, pindah lagi ke Idadagi masuk daerah Mapia, menetap di Maymapa dan tidak lama kemudian pindah ke Modio. Keturunan Obasso sebagai berikut; Dodota, Menani, Wateisa, Mootoo, Memaha, Beneika, Siwaika, Bidahai dan Bedoubainawi (dikenal Auki).

Disebut Bedoubainawi karena semasa muda, Bedoubainawi mempunyai hoby berburu burung (Bedo = burung, ubai = cari, nawi = jalan). Sehingga ia sudah mengoleksi berbagai jenis burung. Sebagian besar dari burung yang dikoleksi adalah burung Cenderawasih. Bedoubainawi rupanya mempunyai maksud tertentu dibalik kegiatan koleksi burung Cenderawasih. Ia sering kali berjanji kepada masyarakatnya bahwa pada suatu saat ia akan menghadirkan Ogai-pii (dunia modern). Menginjak usia dewasa, Bedoubainawi mulai berburu keluar daerah Modio. Daerah yang sering dilalui adalah daerah Isago-doko (diantara Mapia dengan Kokonao). Di Isago ia berkenalan dengan seorang pemuda bernama Ikoko Nokuwo. Sering mereka berdua berjualan hasil bumi kepada orang-orang Kamoro (pantai selatan), dan diganti dengan kulit bia (mege = alat pembayaran), sambil latihan bahasa Kamoro. Kepala suku Kamoro dengan kepala perangnya sangat dikenal baik. Hari demi hari mereka dua mulai belajar bahasa Kamoro dan akhirnya menjadi fasih.

Bedoubainawi sudah lupa lagi dengan kampung kelahirannya di Modio. Namun pada suatu saat ia kembali ke kampung Modio tanpa membawah sesuatu apapun. Kedatangannya tidak disenangi masyarakat Modio yang ditinggalkan bertahun-tahun. Orang-orang Modio bertanya kepada Bedoubainawi “dimana ogaipii yang dari dulu kamu janji?“. Akhirnya masyarakat Modio memanggil TAPEHAUGI yang artinya orang yang tidak beruntung. Pada waktu itu hampir seluruh daerah Mapia terjadi perang. Perang itu terjadi antar klan/marga dan kampung akibat pencurian, perzinahan yang berbuntut pada pembunuhan yang sifatnya melanggar hukum Tota Mana. Sistem sangsi hukum pun tidak berlaku, hanya nyawa ganti nyawa. Dengan kata lain kebenaran-kebenaran itu semakin hilang.

Tapehaugi hampir setiap hari berpikir, bagaimana caranya sehingga masyarakat bisa hidup aman, damai dan rukun berdasarkan ajaran-ajaran Kabo mana dan Tota mana. Pada suatu hari Tapehaugi memutuskan pergi mengunjungi rekannya Ikoko Nokuwo di daerah Isago. Awal tahun 1930 Tapehaugi bersama istrinya Kesaimaga Gobay mulai berjalan menuju pantai selatan. Selama satu minggu mereka berjalan dari Modio bermalam di Mokobike, Boubaga, Dikitinai hingga di kampung Bidau. Dikampung Bidau ia bertemu Ikoko Nokuwo dan masyarakatnya bermarga Gabou-Kahame. Dari Bidau mereka menuju Wagikunu. Esoknya mereka menuju kampung Dowudi dan malam ketujuh mereka sampai di kampung Makaihawido. Di kampung itu Tapehaugi menetap lama dan membuat rumah.

Tak lama kemudian mereka pergi menjual hasil buminya ke Ugoubado (Pronggo) untuk ditukarkan dengan hasil bumi dari pantai. Sampai di Ugoubado mereka masuk dirumah kepala suku Kamoro. Pada malam hari Kepala Suku Kamoro menceritakan tentang orang-orang barat yang sedang mewartakan Injil di daerah Kokonao. Tapehaugi sangat tertarik dan ingin berjumpa dengan para misionaris tersebut. Namun Kepala Suku Kamoro itu tidak menceritakan dimana keberadaan para misionaris itu. Tapehaugi mengetahui maksud hati Kepala Suku dan berjanji setelah tiga bulan Tapehaugi dan rombongannya akan membawah hasil buruan dan makanan. Janji Tapehaugi diterima baik oleh Kepala Suku Kamoro.

Tiga bulan kemudian Tapehaugi bersama rombongannya membawah 40 ekor burung Cenderawasih (tune mepiha) yang sudah dikeringkan sebelumnya, ditambah makanan dan tembakau. Orang Kamoro pun sudah mempersiapkan kulit bia, 40 buah kampak batu (maumi) dan hasil laut lain sesuai perjanjian. Setelah pertukaran barang selesai, Kepala Suku Kamoro berjanji akan membawah para misionaris untuk berkenalan dengan Maihora (panggilan orang Kamoro kepada Tapehaugi). Dengan hati yang senang dan gembira Tapehaugi bersama rombongannya kembali ke Wagikunu.

Pada suatu hari sementara Tapehaugi sedang membuat kebun, tiba-tiba istrinya Kesaimaga memanggil: “Ke-ke..tobouga-gogo wake, akogeima kedeke kamena keino owegaimi”. Artinya ‘’hai orang Tobousa, jangan melamun, sahabat-sahabatmu sedang datang, mari jemput mereka”. Tapehaugi pun bergegas menjemput mereka. Sesampai dirumah ia berpapasan dengan orang-orang berkulit putih persis seperti anak yang baru lahir (detamagawa). Kepala suku Kamoro berkata kepada Auki: “Maihoga, inilah orang-orang yang mewartakan kabar gembira”. Maka mereka saling berkenalan satu sama lain. Orang-orang berkulit putih itu antara lain Pater Tillemans MSC dan dr Bijmler. Pada kesempatan itu tepat bulan April 1932. Tapehaugi menceritakan, “dibelakang gunung sana, orang seperti saya banyak, saya minta supaya kabar Injil diwartakan kepada rakyat saya yang berada dibalik gunung sana”, ungkap Tapehaugi berharap. Pater Tillemans berjanji setelah tiga tahun dirinya akan datang menuju Modio – Mapia. Selanjutnya Tapehaugi bersama istrinya kembali ke Modio.

Dalam perjalanan pulang, Tapehaugi mendapat nama baru dari seorang Malaikat di kampung / gunung Mokobike (Mouhago). Nama yang diberikan adalah AUKI – artinya laki-laki yang hebat dalam nada keheranan. Sesampainya di Modio, Auki menceritakan perjalanannya ke Kokonao termasuk nama yang baru diberikan itu. Orang-orang yang turut mendengar cerita Auki antara lain Minesaitawi Tatago, Metegaibi Kedeikoto, Dakeugi Makai dan teman sedawar lain yang masih hidup pada masa itu.

Pada tanggal 21 Desember 1935, P. Tillemans yang mengikuti Bijmler Ekspedisi menuju Modio. Setelah lima hari perjalanan, pada tanggal 26 Desember 1935 rombongan P. Tillemans dan Tuan Bijmler tiba di Modio. Pada waktu itu Ikoko Nokuwo memakai topi yang dibuat dengan rotan. Mereka disambut dengan Tupi Wani (Kapauku Folkdance) dan dipotong dua ekor babi sebagai pengucapan syukur atas kehadiran dua orang barat tersebut.

Selanjutnya Auki memerintahkan kepada Minesaitawi Tatago dan Dakeugi Makai untuk memanggil seluruh pimpinan masyarakat (Tonawi) yang ada diseluruh pedalaman Paniai. Sepuluh hari kemudian, para Tonawi tersebut tiba dengan rombongannya dengan membawa babi untuk pesta perdamaian [tapa dei]. Mereka yang turut hadir pada waktu itu antara lain Zoalkiki Zonggonao dan Kigimozakigi Zonggonau dari Migani, Gobay Pouga Gobay dari Paniai, Itani Mote dan Timada Badi dari Tigi, Papa Goo dari Kamu, Tomaigai Degei dari Degeuwo, Pisasainawi Magai dari Piyakebo, Dekeigai Degei dari Putapa, Enagobi Gobai dari Pogiano, Tubasawi Tebay dari Toubay, Mote Pouga Mote dari Adauwo dan Dakeugi Makai dari Pisaise, dll.

Pada tanggal 7 Januari 1936, Pater Tillemans memimpin Misa Kudus dan membuka Injil diatas batu didepan rumah Bapak Auki. Itulah misa pemberkatan pertama di kampung Modio. Setelah misa kudus, dilanjutkan dengan doa perdamaian (tapa dei) yang dipimpin oleh Auki. Dalam doa inti Auki meminta Minesaitawi dan Dakeugi untuk membunuh dua ekor babi yang telah dipersiapkan (Sabakina dan Bunakina). Ketika membunuh bunakina (babi hitam) Minesaitawi berkata: Aki mogaitaitage Mee (bagi yang akan berbuat zinah), aki oma nai tage Mee (bagi yang akan mencuri), aki pogo goutage Mee (bagi yang akan membunuh), aki Mee ewegaitage Mee (bagi yang akan menceritakan orang lain), aki pusa mana bokouto Mee (bagi yang akan menipu) kou ekinama dani kategaine. Artinya:saya samakan kamu yang akan melanggar ajaran Tota Mana dengan babi yang saya bunuh agar tidak terulang lagi.” Selanjutnya Dakehaugi membunuh babi putih yang sudah diikat di Pohon Otika. Setelah itu Dakehaugi memotong pohon Otika dan mengeluarkan darah merah pertanda persembahan diterima.

Setelah upacara perdamaian selesai, rombongan Pater Tillemans kembali ke Kokenau dan melaporkan perjalanan kepada Pimpinan Gereja di Langgur (Ambon) dan Pemerintah Hinda Belanda bahwa dipedalaman Paniai ada manusia. Laporan itu diketahui Assisten Residen Fakfak dan Bestuur Assisten di Kaimana dan meminta Pilot Letnan Dua Laut Ir. F. Jan Wissel untuk menelusuri daerah Pegunungan. Pada awal bulan Februari 1937 Pilot Wissel terbang dari Utara (Serui = Geelvink) ke arah Selatan (Babo) menggunakan pesawat Sikorsky milik perusahaan Nederlands Nieuw Guinea Petroleum Maatschapij (NNGPM) dan menemukan tiga buah danau dan perkampungan disekitar danau itu. Sejak saat itu danau Paniai, danau Tage dan danau Tigi dikenal Wisselmerren (bahasa Belanda artinya danau-danau Wisel). Selanjutnya pada bulan April 1938 P. H. Tillemans MSC ikut Ekspedisi Van Eachoud menuju Enarotali untuk membuka pos-pos pelayanan sekaligus menemui Tonawi-Tonawi yang sudah dikenal jauh sebelumnya di Modio, 1936.

Berita adanya manusia di Pedalaman Paniai didengar pula oleh Pendeta R. A. JAFFAR. Akhir tahun 1937 Pdt. R. A. Jaffar mengajukan permohonan dan meminta ijin kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk membuka penginjilan di daerah pedalaman Paniai dan permohon tersebut dikabulkan. Dari Makasar beliau berangkat menuju Bumi Cenderawasih untuk melihat secara langsung keadaan penduduk disana. Selanjutnya Pdt. R. A. Jaffar mengutus Pdt. Walter Post dan Pdt. Russel Dabler untuk merintis daerah pedalaman Paniai. Sesampai di Uta mereka berdua dijemput Yineyaikawi Edowai dan menuju daerah Paniai melalui sungai Yawei. Begitu tiba mereka bermalam di rumah Itani Mote di Yaba (Waghete).

Tahun-tahun berikutnya berturut-turut didatangkan penginjil-penginjil muda seperti Sam Pattipeiloi dari Ambon, Poltak Saragih asal Tapanuli dan Paja asal Kalimantan Timur bersama 20 orang dari Kalimantan Timur meninggalkan Makasar pada 5 Maret 1939. Mereka tiba di bumi Cenderawasih pada 20 April 1939. Berikut tahun 1941 datang pula beberapa lulusan SAM pada route yang sama yaitu Ch. D. Paksoal, P. Pattipeiloi, C. Akhiary (Ambon Sanger Talaut), Ajang Lajang, Salim dan Teringan asal Kalimantan Timur. Dari kalangan gereja Katolik datang pula beberapa guru-guru muda seperti Andreas Matorbongs ditempatkan di Enarotali, gr Meteray di Kugapa dan Petrus Letsoin di Yaba.

Segera sesudah itu perang dunia kedua meletus dan seluruh pelayanan misi dan zending diberhentikan. Beberapa misionaris dan pemerintah Belanda diinternir oleh tentara Jepang. Salah satu surat yang dilayangkan berbunyi: “Als de kontreleurs en de Pastoors zich niet aan de Japanners overgeven, hebben nedaar voor reeds twee grote kapmessen gereedliggen, een voor de pastoor en een voor mij”. Artinya jika pemerintah dari Belanda dan Pater tidak menyerahkan diri kepada pemerintah Jepang, mereka akan dipenggal kepalanya. Orang-orang Jepang telah menyediakan dua buah pisau besar, satu untuk penggal kepala para pastor, dan satu untuk saya (de Bruijn).

Mendengar informasi ini, para misionaris dan Pemeritah Belanda segera disembunyikan oleh orang-orang pedalaman di beberapa tempat seperti Komandoga, Siriwo dan Pegaitakamai. Orang-orang yang disembunyikan di Pegaitakamai antara lain Pater Tillemans, dr Rubiono dan DR. J.V. de Bruijn. Di gunung ini dokter Rubiono yang mengikuti kedua orang barat itu menemukan seorang bayi kecil (tuan tanah) dan disembunyikan dalam tas. Menurut orang Mapia hingga saat ini, dokter Rubiono adalah Ir Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama. Walaupun dalam dokumen-dokumen sejarah Suku Me dan daerah sekitarnya tidak pernah disebut nama Soekarno, kecuali nama dr Rubiono dan Adang Rusdy, seorang operator Radio Belanda – dan juga Ir Soekarno sebelum tahun 1945 belum pernah injak daerah pedalaman Irian.
Tak lama kemudian pada bulan Agustus dan September 1942 tentara Jepang masuk ke daerah Paniai melalui Uta ke Oraya terus ke Enarotali. Cengkeraman kekuasaan Jepang di Paniai menyebabkan HPB de Bruijn terpaksa mengungsi ke Australia. Dalam pengungsian ini, ikut serta 26 pemuda Ekagi dan Migani. Mereka adalah Markus Yeimo, Piter Kadepa, Bernadus Gobay, Petrus Gobay, Kornelis Madai, Obeth Takimai, Erenius Mote, Yoakim Mote, Dominggus Mote, Bernadus Mote, Markus Goo, Kosmos Ekee dan Animalo Adi. Dari Merauke ada beberapa yang masuk polisi seperti Manatadi Gobay, Kaimodi Yogi, Bintang Gobay, Paulus Madai dan Yoseph Yeimo. Sedangkan yang lain masuk Batalyon Papua yang dibentuk tentara Sekutu untuk memerangi sisa-sisa tentara Jepang. Sementara itu, de Bruijn membawah tiga pemuda Ekagi ke Australia, masing-masing Karel Gobay, Zakeus Pakage dan Ikoko Nokuwo. Sementara itu Pater H. Tillemans dan dr. Rubiono bersama beberapa guru lainnya, berangkat dari Mapia menuju Enarotali untuk menunggu pesawat menuju Merauke. Di Enarotali P Tillemans dan rombongannya disembunyikan di gunung Bobaigo. Di gunung ini, dr Rubiono menangkap burung Garuda (Imu = penjaga gunung, menurut orang Mee).

Pada tanggal 24 Mei 1943 P Tillemans MSC dan rombongannya berangkat dengan pesawat terbang dari Enarotali ke Merauke. Dua hari setelah keberangkatan mereka, daerah Paniai dan sekitarnya diduduki oleh tentara Dai Nippon. Usai perang dunia kedua, misionaris dan zending kembali ke daerah Paniai dengan membawah tenaga-tenaga guru, suster, Pater untuk membangun daerah yang telah “dipagari Allah”. Dari Misi seperti Gerardus Ohoiwutun dan Bartholomeus Welerebun di Enarotali.

http://kagaitadiyoka.blogspot.com

https://jubi.co.id/auki-tekege-dijadikan-tokoh-gereja-meepago-ini-dukungan-pemda-dogiyai/

Acara Syukuran Atas Pemberkatan Ketiga Asisten Imam Kapela Tillemans Ema-Owaa.

Administrator diosesan: R.D. Marthen Kuayo. Berkat para asisten imam.

KagetpapuaTIMIKA | Dalam perayaan misa di laksanakan resepsi pelantikan dewan paroki, pemberkatan Asisten Imam dan WKRI oleh, Administrator diosesan: R.D. Marthen Kuayo. Bertepatan dengan hari raya penampakan Tuhan (Pesta Tiga Raja). Perayaan misa itu sudah di siarkan juga melalui live treaming (Multi Media Tiga Raja) di Paroki Katedral Tiga Raja, Timika. Minggu (08 Januari 2023.)

3 pewarta asisten imam memimpin perayaan misa ucapan syukuran di gereja Kapela Tillemans (Ema-Owaa)

Sehari setelah pemberkatan sebagai Asisten Imam baru itu, memimpin misa perdana dalam rangka ucapan syukuran terbatas, yakni; bapak. Yoseph yikim, Yanuarius Degei, dan Petrus Gobai. Dalam Ibadah Syukuran itu, dihadiri oleh jajaran  pengurus dan Umat Kapel Tillemans (Ema-Owaa). Di jalan, Perintis Timika Indah, Papua Tengah. Selasa, (10 Januari 2023.)

Dalam sambutan koordinator liturgi Ibu. Salomina You, yang menjadi mewakili seluruh umat Kapela Tillemans Ema-Owaa mengucapkan terima kasih kepada 3 pewarta yang telah menjadi Asisten Imam.

Sejak Tuhan menciptakan Manusia, Tubuh Rohani dan Jasmani telah terbentuk. Ketika kita dicobai oleh iblis atau setan, kita pasti akan bingung meskipun kita sudah tahu. Dalam bacaan Injil, Yesus bertemu dengan seseorang yang kerasukan setan, termasuk Legiun: Yesus berkata, “Hai roh jahat! Dapatkan  keluar dari orang ini!”  Jadi, kita juga harus menjadi akrab dengan Yesus.  Ujar ibu. salo.

Lanjutan Ibu. Salomina You. Setiap orang memiliki bakat yang Tuhan berikan kepada kita masing-masing, maka harus mengembangkannya.  3 pewarta  yang menjadi asisten imam, mereka juga orang biasa yang berkeluarga, namun mereka ugal-ugalan dan mengembangkan bakatnya sehingga seperti lampu terang di mimbar.  Mereka diberkati sebagai Asisten Imam tubuh dan darah Kristus, tetapi tidak hanya mereka, kita juga!.

Pewarta (Asisten Imam) Bpk. Petrus Gobai menyampaikan bahwa, amanah dari Tuhan kita diberkati untuk menjadi imam pembantu, melalui Administrator Keuskupan : R.D. Marthen Kuayo, maka kami akan ikut dalam pelayanan.

Lanjutan Bapak Petrus Gobai, Awalnya kami tidak tahu, namun karena dukungan dan doa-doa oleh Umat Tillemans Ema-Owaa, kami bisa dan siap melayani dengan setia.

Tidak setiap hari Minggu kami memimpin Ibadah Misa tetapi sesekali akan ada Pastor yang berkunjung untuk memimpin ibadah misa di kapel Tillemans ini. Ujar Gobai

Tambahan Bapak Pewarta Petrus Gobai, Jika ada modal manusia pasti semua kegiatan akan berjalan aman dan lancar, kecuali tidak ada orang.

Ketua Pengurus Kapel Tillemans Ema-Owaa bapak. Manfred Adii menyampaikan, kami dari jajaran direksi mengucapkan terima kasih kepada ketiga pewarta (asisten imam) yang telah diberkati oleh Administrator keuskupan: R.D. Marthen Kuayo.

Perkiraan saya, mungkin kurang ada orang karena sebagian besar orang masih berlibur di kampungnya masing-masing namun ternyata ada yang bergabung dengan kami di acara syukuran ini. Luar biasa. Kata Manfaat Adii.

Tahun baru ini kita mendapat berkah baru seperti sebelumnya apa disampaikan oleh ibu. Salomina you dan pewarna Petrus Gobai. Bukan utusan kita tetapi dari wujut doa oleh umat kapela Tillemans Ema-Owaa, maka Tuhan berikan asisten Imam kami di kapel Tillemans Ema-Owaa. Ujar M Adii.

Tambahan Bapak. Manfred Adii,  Pelindung kami adalah Misionaris Pastor Tillemans yang kemudian bertemu dengan Auki Tekege, setelah itu dia mengutuskan 3 orang di masing-masing daerah di wilayah Meeuwo.  Jika dilambangkan dengan tiga utusan itu,  jalan ceritanya hampir sama dengan kita yaitu; 3 Asisten Imam kita.

Sekretaris Pengurus bapak. Marsel Bukega mengampaikan, hasil panitia Natal 2022 akan kami umumkan pada hari Minggu berikutnya karena hari Minggu kemarin mendapatkan restu asisten imam baru, termasuk 3 pewarta kami.

Kami akan membahas program dari kepengurusan baru Minggu depan setelah ibadah di gereja Kapela Tillemans Ema-Owaa.  Tandasnya. (*)

Cara Budidaya Ubi Jalar Agar Berbuah Lebat dan Kualitas

Budidaya ubi jalar mungkin tidak asing bagi kita orang asli Papua (OAP).

Bukan pelatih berkebun tapi berlatih olah tanah per beden.

KagetpapuaTIMIKA | Ubi Jalar ditanam dengan cara membenamkan 2/3 stek batang kedalam tanah. Dalam satu bedengan terdapat secukup baris tanaman. Jarak antar tanaman dalam satu beden tidak di tentukan namun, perkiraannya dibutuhkan batang seluas lahan. Di awal pertumbuhan, usahakan jaga kelembaban tanah dan harus bersihkan rumput yang tumbuh pada bedengan itu, kemudian akan panen setelah 3 sampai 5 bulan. Penjelasan secara ringkas oleh, Mama bobii, Senin, Januari 2023. Pukul 9:00.di lokasi lahanya, Timika, Papua Tengah.

Benarkah seperti itu? Budidaya ubi jalar saat ini masih sangat potensial untuk dikembangkan. Hal ini sejalan dengan keuntungan, sebab kebutuhan untuk industri ekspor masih sangat tinggi, terlebih memang kebutuhan untuk orang papua.

Budidaya ubi jalar pada umumnya memang sudah banyak diterapkan dengan teknis yang umum. namun untuk mendapatkan kualitas ubi jalar yang bagus, Anda perlu tau secara lebih mengenai teknis budidaya ubi jalar yang sesuai kriterianya dengan kebutuhan ekspor.

1.  Lakukan persiapan lahan untuk budidaya ubi jalar dengan cara berikut:

Lakukan persiapan lahan saat tanah masih lembab (tidak terlalu basah/kering), dengan struktur tanah tidak terlalu keras, lengket atau retak.
Cangkuli/balik tanah sedalam sikop hingga tanah terbalik sempurna.

Biarkan selama 1 minggu paling lambat. Ini bertujuan agar tanah terkena matahari, karena sinar matahari bisa membantu menghilangkan bibit-bibit penyakit pada tanah, utamanya penyakit tular tanah. Sehingga ubi jalar yang ditanam bisa lebih mudah tumbuh dan umbi bisa cepat berkembang.

2. Cara Menanam Ubi Jalar

Setelah dibiarkan selama 1 minggu, lanjutkan proses penanaman bibit pada lahan yang sudah diolah.

Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari untuk mengurangi stress pada bibit yang ditanam.

Buat lubang sedalam 5 – 10  cm maka, tancapkan bibit yang sudah disiapkan kedalam lubang tersebut, kemudian tutup dengan tanah hingga pangkal batang terbenam 2/3 bagian kedalam tanam.

Arah bibit ditanam secara mendatar, dengan semua pucuk mengarah pada 1 arah, supaya rapih.

Jarak tanam ubi jalar yang disarankan adalah tidak di tentukan atau bisa menggunakan 30 cm, sehingga bibit yang dbutuhkan secukupnya 1 lahan itu.
Setelah proses penanaman tersebut, selanjutnya sirami dengan air untuk mencegah stress pada bibit.

3. Cara Pemupukan Ubi Jalar
Pupuk ubi jalar yang terbaik adalah menggunakan pupuk organik. Sebab, pupuk organik ini bisa menunjang pertumbuhan batang dan umbi tanaman, sehingga umbi ubi jalar bisa lebih banyak, lebat dan besar tanpa merusak tanah dan lingkungan.

Meski begitu, pupuk organik yang Anda gunakan juga harus sudah terstandar. Artinya, didalam pupuk sudah terkandung unsur hara makro dan mikro yang bisa memenuhi kebutuhan tanaman.

Salah satu pupuk organik yang sudah terstandar adalah produk GDM Organik.

Didalam produk ini, tidak hanya mengandung unsur hara makro-mikro lengkap, namun juga bakteri baik yang bisa mengikat unsur mineral dan hara alami dalam tanah.

Dengan begitu, tanaman bisa mendapatkan nutrisi lengkap sekaligus terbantu dengan adanya mikroorganisme dalam tanah.

Selain produknya lengkap dengan nutrisi dan bakteri sebagai mikroorganisme baik, pengaplikasiannya juga sangat mudah. . Bagaimana? Mudah bukan? Setelah dipupuk, maka saat yang ditunggu-tunggu sudah tiba, yaitu masa panen ubi jalar.

4. Masa Panen Ubi Jalar
Usia panen ubi jalar berbeda-beda, tergantung dengan varietas yang Anda budidayakan. Pada ubi jalar varietas genjah, umur panen ubi jalar hanyalah 3-3,5 bulan.
Namun, pada ubi jalar lokal yang umumnya berusia panjang, umur ubi jalar siap panen baru bisa dimulai saat 4,5 – 5 bulan. Tentu saja, semua itu sesuai pilihan Anda dan permintaan pasar yang ada.

Untuk menghasilkan ubi jalar dengan kualitas yang bagus sangat diperlukan perlakuan dan teknis yang tepat dalam menentukkannya. Maka tidak boleh sembarangan dalam melakukan teknis untuk mendapatkan hasil panen dengan grade yang sesuai dengan kebutuhan ekspor.

Bagaimana? Ingin memulai agribisnis ubi jalar kualitas ekspor? Jadi tunggu apa lagi? Ayo budidaya ubi jalar sekarang juga.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Gereja Katedral Tiga Raja

Tampilan seluruh lokasi gereja Katedral Tiga Raja, di Timika.

KagetpapuaTIMIKA | Gereja Katedral Timika, yang bernama resmi Gereja Katedral Tiga Raja, merupakan sebuah gereja yang terletak di kota Timika,  Papua Tengah, Denominasi Gereja Katolik Roma

Gereja tersebut menjalankan ritus Romawi atau Latin dan berfungsi sebagai gereja induk bagi Keuskupan Timika (Dioecesis Timikaënsis), yang didirikan pada tahun 2003 melalui bula “Supernum evangelizationis” yang dikeluarkan oleh Paus Yohanes Paulus II.

Gedung gereja tersebut dibangun pada tahun 2004 hingga tahun 2005 dan diresmikan pada tahun 2010 dengan kehadiran nunsius apostolik (duta besar Vatikan di Indonesia), Leopoldo Girelli. Struktur dari bangunan ini dapat menampung sekitar 2 ribu umat paroki dan memiliki ketinggian maksimum setinggi 55 meter pada puncak menaranya.

Tiga Raja (dikenal juga sebagai Orang Majus dari Timur atau Raja-Raja dari Timur)

@kagetpapua

Ketekunan adalah kekuatan kita

Apa yang kita raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang kita lakukan terus menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila kita yakin tujuan dan jalan kita, maka kita terus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha, ketekunan adalah kemampuan kita untuk bertahan ditengah tekanan dan kesulitan.

Kita harus tetap mengambil lagkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama. Memang semakin jauh kita berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin kita berhenti, maka kita tidak berada di sini sekarang.

Setiap langkah menaikkan nilai diri kita, apapun yang kita lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan kita. Karena ketekunan adalah daya tahan kita.

Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah di mulai dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil, dan langkah pertama keberhasilan harus kita mulai dari rumah kita. Rumah yang paling baik adalah hati kita, itulah sebaik-baik tempat untuk memulai dan untuk kembali.

Karena itu mulailah kemajuan kita dengan memajukan hati kita, kemudian pikiran kita, dan usaha-usaha kita. Ketekunan hadir bila apa yang kita lakukan benar-benar berasal dari hati kita.

@kagetpapua

Pesawat CN-235 Milik TNI AU Alami Kecelakaan di Wamena Papua

Pesawat militer kecelakaan di bandar udara wamena

KagetpapuaWAMENA | Pesawat militer jenis CN-235 milik TNI Angkatan Udara pagi tadi mengalami sebuah kecelakaan atau insiden di Pangkalan Udara (Lanud) wamena, papua. Jumat, 23 Desember 2022.

Komandan Lanud Wamena Letkol Pnb Yulianto mengatakan, pesawat dari Skadron Udara 27 Lanud Manuhua Biak, Papua itu mengalami kerusakan pada nose whell depan pada saat melakukan pendaratan sekitar pukul 09.03 di Bandara Wamena.

“Pilot dan crew dalam kondisi aman, demikian juga operasional  bandara Wamena sudah kembali berjalan normal,” kata Danlanud Wamena Letkol Pnb Yulianto dalam keterangan resminya, Jumuat, 23 Desember 2022.

Lebih jauh Danlanud Wamena menjelaskan, pesawat jenis angkut milik TNI Angkatan Udara itu berada di Bandara Wamena karena yang sedang melaksanakan misi operasi angkutan udara Noken Timur 22 dari Lanud Yku Timika.

Saat ini, lanjut Danlanud, badan pesawat telah berhasil dievakuasi dan di parkir di apron Lanud Wamena.

“Penyebab insiden sedang dalam penyelidikan tim investigasi TNI AU,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id
LINK SUMBER : pesawat CN-235 TNI AU alami kecelakaan di Bandara Wamena

Sumber: Pen. Lanud Wamena

BREAKING NEWS: Pesawat Rimbun Air Tergelincir di Dogiyai Papua Tengah

Pesawat tergelincir di bandar udara Moanemani, kabupaten. Dogiyai, Papua Tengah

Kagetpapua DOGIYAI | Pesawat Rimbun Air dengan nomor penerbangan PK-OTY tergelincir di Bandara Moemani, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Jumat (23/12/2022), sekira pukul 13.37 WIT.

Pesawat yang terbang dari Bandara Mosez Kilangin, Timika, Papua Tengah, itu tergelincir saat hendak mendarat di Bandara Moemani, Kabupaten Dogiyai.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal, mengatakan faktor angin kencang menjadi penyebab tergelincirnya pesawat tersebut.

“Angin yang sangat kencang mengakibatkan pilot pesawat kehilangan kendali dan akhirnya menabrak pembatas runway,” kata Kamal melalui keterangan persnya, Jumat (23/12/2022).

Setelah mendapat laporan kecelakaan pesawat itu, aparat gabungan langsung menuju ke pesawat untuk proses evakuasi

.

Beruntung, mantan Kapolres Halmahera Selatan itu menuturkan, tak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden atau alami kecelakaan pesawat tersebut.

“Saat ini masih dilakukan evakuasi badan pesawat dan masih dilakukan penyidikan terkait dengan kejadian tersebut,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua

Hidup itu Mungkin Arus Yang Harus Di Ikuti Tanpa Berkompromi

Tulislah salah satu mimpi yang akan buat jadi nyata, lalu fokus dan berjuang sekuat tenaga

Hidup itu mungkin arus yang harus diikuti, Bersama sang waktu yang terus berjalan, Tanpa mau berkompromi.

Kepuasan dan kesenangan menjadi harga mati, dan kepalsuan adalah hal yang pasti terjadi, demi kenyamanan, dan demi pelayanan.

Ekspresi diri kian terkikis, terhimpit oleh topeng kemunafikan, membuat hidup terasa semakin tergenang.

Ide dan Inovasi menjadi sebuah jawaban, atas kepalsuan tuk hadirkan kemurnian, bebas bergerak dan berkreasi, tanpa harus dibatasi oleh opini

Terbang bebas seperti elang, berlari kencang seperti kijang, jernihkan hati dan pikiran, munculkan potensi diri yang dinantikan, jangan hanya sekedar ikut-ikutan, yang hanya hadirkan penyesalan

Potensi diri adalah harta berharga, terpendam didalam diri, menunggu sang pemilik mencari, demi kebahagiaan yang sejati.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Ibadah Perayaan Natal IKB Odiyatei Di Wilayah Timika

Puji-pujian oleh mama-mama di sekretariat Odiyatei timika
Puji-pujian mama-mama di sekretariat Odiyatei Timika.

Kagetpapua – TIMIKA | Ikatan Keluarga Besar Onago, Diyai, Ayatei dan Yamekopa-Apikopa (IKB ODIYATEI) yang berdomisili di Timika merayakan Ibadah Natal Oikumene pada, 10 Desember 2022, di sekretariat IKB Odiyatei, Jln. cendrawasih depan Petrosea. Timika, Papua Tengah.

Dalam Perayaan Natal IKB Odiyatei juga menampilkan persembahan dan lagu puji-pujian dengan tema: “Yesus Juru Selamat Telah Lahir” dan subtema: “Melalui Natal Ini Kita Diingatkan Bahwa Yesus Juru Selamat Bagi Ikatan Keluarga Besar Odiyatei Di Timika Telah Lahir” (Lukas, 2 : 11).

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Deserius Adii. Didalam khotbahnya disampaikan bahwa, “orang yang menyelamatkan atau bertindak sebagai penolong dalam kesukaran yaitu, penyelamat; Juru selamat adalah seseorang yang menyelamatkan nyawa orang lain”. Manusia memiliki berkatnya masing-masing. Dengan ada nya berkat yang diberikan Tuhan kepada kita manusia, sekiranya kita juga dapat menjadi berkat bagi sesama.

Semoga melalui Perayaan Natal Ikatan Keluarga Besar Odiyatei Yamekopo- Apikopa yang berdomisili di timika dapat menjadi berkat bagi sesama dan menjadi berkat dalam mewujudkan tujuan bersama.

Dalam sambutan Wakil Ketua Panitia Natal “IKB Odiyatei” Sonny Ukago, Sehubungan dengan perayaan natal ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak Pdt. Deserius adii yang sudah melayani, demikian kami berterima kasih kepada bapa/ibu yang hadir bahkan semua pihak yang telah membantu menyumbangkan berupa donasi, bama,  serta tenaga untuk mensukseskan kegiatan Natal IKB Odiyatei.

Selain itu Sonny Ukago menerangkan, Persiapan yang dilaksanakan oleh Panitia Natal 2022 kurang lebih 1 bulan hingga pelaksanaan acara natal dilaksanakan dan dapat berjalan dengan baik pada siang hari ini, 10 Desember 2022.

Penasihat Umum IKB Odiyatei wilayah Timika Bapak. Justinus Giyai mengucapkan, banyak terima kasih kepada Bapak Pdt. Deserius Adii yang tidak pernah lelah melayani kami sejak awal pemberkatan lokasi IKB Odiyatei hingga acara natal ini.

Jelas Bapak. Justinus Giyai, Kami semua yang hadir ini sebenarnya tidak terkumpul di sini namun, rencana Allah dengan melalui orang-orang tua perintis kami maka, kita dapat berkumpul bersama di sekretariat Odiyatei sehingga para orang tua perintis inilah yang melihat celah dalam setiap jalan menuju kesuksesan dalam bentuk apa pun di tanah amungsa.

Dalam setiap sumbangan berupa uang saudara-saudari melihat seperti daun maka, awal permulaan hingga akhir natal ini berjalan dengan lancar, dan semua itu bukan kami manusia yang balas tetapi Tuhan akan menjawab dalam setiap aktivitas anda masing-masing. Ujar bapak. Yusti.

Kita Keluarga Besar Odiyatei harus saling membanggakan dan menghargai satu dengan yang lain itu sangat penting karena kedepan juga kita sendiri yang akan menaiki ikatan ini. Ingat moto IKB Odiyatei (Kalau bukan saya, siapa lagi! Dan kalau bukan sekarang Kapan lagi!) Kata Justin.

Tambahan Pak Justinus Giyai, jangan pernah lupa pergi ke gereja beribadah untuk mendengarkan Firman Tuhan, dan melakukannya di rumah, kantor, dan setiap aktivitas lainnnya.

Bapak. Agus Ukago mengampaikan, Kami adalah orang-orang Odiyatei, jadi kami juga harus menjaga nama baik Ikatan Odiyatei di wilayah Timika, melindungi lingkungan rumah kami, keluarga kami, gereja dan dalam bentuk komunitas apa pun.  Agus Ukago.

Kami dari lingkungan Odiyatei, harus tetap satu hati, satu tujuan dalam kekeluargaan di wilayah Timika, karena manusia hidup hanya sementara, ketika kita mati, tentu saja yang akan pergi adalah nama dan klan kita. kata bapak. Agus

Saya tidak takut pada siapa pun tetapi saya hanya takut pada Tuhan. Menurut Bpk. Agus.

Perwakilan Tokoh Agama Bapak. Manfred Adii mengucapkan, selamat atas acara Oikumene Perayaan Natal Odiyatei, Giyai, Ukago, Tekege, Badii, Bobii dan Yamekopa Apikopa di wilayah Timika Papua.

Sekretariat Odiyatei ini adalah lokasi orang tua perintis kami yang berawal menginjak tanah Amungsa ini maka, kami juga mengucapkan selamat kepada Orang Tua Perintis kami yang datang lebih awal ke Timika. Kata bapak. Manfred Adii.

Jelas bapak. Manfred Adii, Dengan orang tua perintis yang telah membuat jalan, harmoni dan kami yang lain harus memegangnya dengan tekun sebab, sekarang kami telah memiliki kepala suku wilayah menurut asal kita masing-masing di Timika.

Remaja dan anak-anak harus memahami dalam ikatan karena sirih berubah, Tegas bapak. Manfred Adii.

Ketua IKB Odiyatei Wilayah Timika bapak. Jeremias Ukago mengatakan, Kami yang sudah menikah dan yang belum menikah harus paham dan terus ingat bahwa kami hidup dan hidup dengan hukum adat, agama dan pemerintah.

Kami IKB Odiyatei di wilayah Timika harus berhati-hati dan sadar dalam mengkonsumsi alkohol dan makan pinang karena itu bukan Tradisi Suku Mee. Jelas Bapak Jeremias Ukago.

Penasehat Umum IKB Odiyatei Bapak. Stevanus Badii menyampaikan materi, selain Giyai, Ukago, Tekege, Badii, Bobii Apikopa-Yamekopa, yang tinggal di kampung “Onago Diyai Ayatei Dedoutei” (Odiyatei) itu termasuk sebagai Yamekopo. Apikopa adalah mereka yang tinggal di kampungnya masing-masing.

Kita harus jaga ucapan kasar karena salah ucapan-ucapan kasar itulah yang membuat keluarga besar kita terpisah. Tegas bapak. Stevanus badii.

Bapak Pdt. Deserius adii yang sebagai sekretaris dewan adat suku mee (Dasmee), juga membanggakan Ikatan Keluarga Besar Onago, Diyai, Ayatei ( IKB Odiyatei) di wilayah Timika. Pdt. Deserius pula Menyampaikan, Tuhan akan cukupi dalam setiap kehidupan kita masing-masing.

Tidak boleh membeda-bedakan agama, kampung dan marga namun, kita tetap satu dan sudah jadi satu melalui ikatan, saling membantu satu sama lain itulah kehidupan manusia Suku Mee Asli. Kata Pdt. Deserius Adii.

2023 mendatang Tuhan kalian akan Membimbing  dalam setiap aktivitas IKB Odiyatei. Pungkas Pdt. Deserius Adii.

Sebagai wujud rasa syukur kita dalam memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus, maka diperlukan suatu wadah untuk merayakan Natal bersama agar kita semakin mengerti betapa besarnya kasih Tuhan kepada kita semua di Ikatan Keluarga Besar Onago, Diyai, Ayatei dan Apikopa yame kopa (IKB Odiyatei) merupakan bagian dari masyarakat yang ingin merayakan Natal. Melalui Natal ini diharapkan seluruh keluarga besar Odiyatei Apikopa yamekopa dapat bersukacita merasakan damai Natal serta meningkatkan kekeluargaan dan kesatuan dalam badan organisasi IKB Odiyatei.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog