Gladi bersih OMK Menyongsong Persiapan Materi Pembekalan dan Rekoleksi

Kagetpapua TIMIKA | Para Orang Muda Katolik (OMK) yang baru dibentuk pada Gereja Kapela Tillemans Ema-Owaa, Mengadakan Pertemuan untuk menyepakati  kesiapan persiapan diri serta alat dan bahan guna menerima materi yang akan dilaksanakan selama 4 hari, mulai dari hari Selasa tanggal 25 hingga 28 mei 2021.

Materi yang akan dibekali  adalah:

1. AJARAN SOSIAL GEREJA, Oleh Tim Pastoral Timika , bertempat di Kapela Tillemans  , Jam 03:00-06:00 WIT.
2. KEHIDUPAN MENGGEREJA, Oleh Diakon Sisko sondegau
3. PERANG ORGANISASI GEREJA, Oleh Ketua OMK Tiga Raja Timika
4. PENDALAMAN IMAN DAN REKOLEKSI oleh TIMPAS

Kesiapan dan persiapan  yang akan telah disepakati untuk di perhatikan selama materi berlangsung adalah

1.  ALKITAB DAN MADAHBAKTI
2.  ROSARIO
3.  Buku Tulis dan Pena/Bolpen.
4.  Penggunaan Baju untuk Pria Dan Wanita adalah;
– PRIA = Pakaian Rapi Celana Panjang.
– WANITA = Pakaian Rapi menggunakan Rok.

Kami akan menerima materi Orang Muda Katolik dalam kegiatan temu raya anak muda Katolik di bawah naungan paroki katedral tiga raja di Timika. Ujar Ketua OMK terpilih Petrus Ukago, pada 27 Mei 2021. Pukul 3:25. Wp.

Sekretaris OMK terpilih Jhon Dimi mengampaikan, Kegiatan Pembekalan  orang muda Katolik tersebut dikabari akan dihadiri dan  dibekali materi oleh Timipas  (Tim Pastoral) Katedral Tiga Raja Timika.

Selaku Koordinator Sekretariat OMK Terpilih bapak. Jhon Dimi mengatakan, Kami berkumpul sebagai persiapan untuk menyambut Materi yang diharapkan dapat berjalan dengan lancar.

Jangan pernah lupa, kita selalu berjalan ke depan. Jadilah Ragi yang baik dalam kehidupan sosial

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Eloknya Gunung dan Danau Tigi

Dukumen foto Pemandang ukagouda (Tigi barat) Kab. Deiyai, Papua Tengah

Kami tenang, hening di tanjung ukagouda pinggiran Gunung dan Danau. Kami dapat mengamati keindahan yang mengelilingi. Riak lembut bertiup di atas permukaan air Danau Tigi.

Aku dapat melihat pantulan matahari dari seberang danau, saat permukaan danau diam. Aku dapat melihat bayanganku.

Sungguh, eloknya danau memberi isyarat. Disinilah menghayati kedamaian yang aku tawarkan padamu

Selama berabad-abad, danau dan gunung menyimpan banyak misteri.

Duduk di tepiannya, bayangkan cerita yang bisa diceritakan, tentang banyak orang yang lewat

Danau di antara gunung tidak pernah sepi, alam adalah teman yang sangat baik, ada banyak orang pegunungan datang memancing di sini.

Danau melukis gambar yang berbeda, tiap hari, itu menunjukkan wajah yang berbeda, yang mencerminkan alam dan cuaca.

Tersimpan kenangan indah di Tanjung Ukagoouda Kabupaten Deiyai, Papua Tengah.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Gelar Seminar Pengenalan Dunia Kampus dan Dasar-Dasar Organisasi

Usai seminar santai dan bebas, Foto bersama di samping kapele Tillemans (Ema-Owaa) Timika Papua.

Kagetpapua TIMIKA | Gabungan pemuda/pemudi papua menggelar seminar sehari untuk memperkenalkan Dunia Kampus dan pengenalan Dasar-Dasar Organisasi yang dibawakan oleh bapak Dr.Leonardus Tumuka. di Gereja Kapela Tillemans Ema Owaa, Jl. Perintis Timika Indah. Papua Tengah. Rabu, 12/05/2021.

Seminar ini diikuti oleh puluhan orang peserta dengan sasaran utama para pelajar SD, SMP dan SMA/SMK yang ada di Timika. Pandangan pemahaman ini lebih khususkan kepada siswa- siswi yang akan ingin menempuh perkuliahan.

Dr. Leonardus Tumuka mengatakan, melalui seminar ini dapat memberikan pencerahan lebih berpikir terbuka, terkait keilmuan dunia kampus dan dasar-dasar organisasi agar menjadi lebih terbuka untuk menjawab semua tantangan diera diglobal.

Menurut koordinator sekertaris OMK bapak. John dimi, kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan di tempat ini sehingga selanjutnya kita bisa berkumpul kembali di sesi sesi selanjutnya.

Pentingnya seminar pendidilan agar dapat melatih diri untuk menjadi seorang pemimpin, menambah wawasan, belajar mengatur waktu, mengasah kemampuan sosial, problem solving dan manajemen konflik, memperluas jaringan atau networking, serta membentuk pola pikir yang baik. Sumber dokumemtasi OMK kapela tillemans (Ema-Owaa) Timika Papua.

Sumber Doc, Kapela Tillemans (Ema-Owaa) Timika

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Peradaban Gereja Katolik Diyai, Tahun 50an, 1969 dan 2000

1. Keadaan Gereja Katolik Paroki Diyai Tahun 50an sampai awal Tahun 60an

Doc.Stichting Papua Erfgoed’s – Pro.album4flim2-178-007 Bouw kerk Dijai / Diyai

KagetpapuaDEIYAI | Foto Pertama ini diabadikan sekitar Tahun 50an oleh para Misionaris yang bertugas di daerah Meeuwo. Pada foto ini terlihat cukup jelas bahwa “pogouya” di lokasi pembangunan gereja yang masih kosong, namun kosongnya lokasi gereja bukan berarti gereja tersebut kosong.  Di bagian atas, Anda bisa melihat bangunan sederhana.  Itulah Gereja Katolik Diyai saat itu.

Pada tahun 50-an hingga awal 60-an, kondisi bangunan Gereja Katolik Paroki Diyai masih terlihat menggunakan rumput Alang-Alang pada atapnya.

Setiap hari minggu Umat Katolik Paroki Diyai beribadah di Gereja Sederhana itu.

2. Keadaan Gereja Katolik Paroki Diyai Tahun 1969

Doc.Stichting Papua Erfgoed’s – Pro.album4film321-021 Diyai: kerk – Foto:Jos Donkers

Foto kedua adalah, Gereja Diyai yang baru dibangun yang diabadikan pada tahun 1969 oleh seorang misionaris Belanda, Jos Donkers Ofm.  Beliau adalah Pendeta Ofm serta Fotografer.  Dia mengambil banyak foto lama di wilayah Meepago dan Lapago.

Pada foto kedua ini terlihat kondisi Gereja Katolik Paroki Diyai yang baru saja dibangun oleh para Tukang Kayu Mee sendiri dan dibantu oleh Pemuda/Pemudi Paroki Diyai.  Tukang kayu Suku Mee dilatih oleh Misionaris, Salah satunya artisan atau tukang yaitu, (Almarhum, Martinus Bobii).

Doc.Stichting Papua Erfgoed’s – pro.Album.IrianJaya1.-69-016 – Tukang Orang Mee

Bahan bangunan gereja berupa pondasi, papan, balok dan las dikumpulkan sendiri oleh umat Diyai.  Umat ​​Diyai sangat antusias dan bergotong royong dalam proses pengumpulan bahan bangunan dan penjatuhan bahan bangunan di Pagouya sebagai lokasi pembangunan Gereja.

Doc.Stichting Papua Erfgoed’s – Umat Paroki Diyai sedang bergotong Royong memikul Pondasi Gereja untuk diantarkan ke lokasi pembangunan Gereja di Pagouya.

Gereja Diyai yang baru dibangun pada tahun 1969 ini beratap seng dan menggunakan cat berwarna kuning kecoklatan.  Di mana umat paroki mendapatkan Seng dan Cet?

Berkat Pastor Tettero yang saat itu menjabat sebagai Pastor Diyai, menulis surat untuk meminta bantuan agar Cet dan Seng diturunkan dari Biak dan Kokonau dengan menggunakan pesawat Cesna misionaris, setelah Pastor Carel yang bertugas di Kamu mengumpulkan berbagai berbagai alat-alat kebutuhan para Misionaris di Belanda.

Pada tahun yang sama juga, para misionaris di wisselmeren Meeuwo pernah melakukan pendropan alat-alat lainnya, setelah itu dibagikan kepada Masyarakat Wisselmeren Meeuwo.

Pada tahun yang sama, misionaris di Wisselmeren Meuwo menjatuhkan alat-alat lain, setelah itu dibagikan kepada setiap Komunitas di Meeuwo.

3. Keadaan Gereja Katolik Paroki Diyai Tahun 2000

Doc.kiki van bilsel – Bangunan Gereja Diyai Tahun 2000

Foto ketiga diambil pada tahun 2000 setelah Kiki van Bilsel yang merupakan paman dari Pastor Tettero datang mengunjungi paroki diyai.

Kondisi Gereja Katolik Paroki Diyai pada tahun 2000 tidak jauh berbeda dengan bangunan gereja yang didirikan pada tahun 1969. Hanya saja ada sedikit rehabilitasi dan perluasan di bagian kiri dan kanan Altar ditambahkan bangunan, sehingga Gereja terlihat seperti Salib.

Sehingga sampai saat ini kondisi Gereja Katolik Paroki Diyai masih seperti ini dan setiap hari Minggu umat paroki Diyai melaksanakan misa di gereja ini.  Kegiatan keagamaan lainnya biasanya digelar di Pendopo yang didirikan pada 2016 saat Muspas Mee.

Penulis : Parex Tekege

Sumber foto: doc.Stichting Papua Erfgoed’s – Pro.album4flim2-178-007 Bowkerk Dijai / Diyai, pro.Album.IrianJaya-1-69-016, Pro.album4film321-021 Diaikerk dan Kiki van Bilsen gereja di Diyai thn 2000.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Mengenang Seniman Papua Asal Meeuwo Alm Suleman Pekey

Maestro Gitar yang abadi  AULEMAN PEKEY (1975 – 2013).

Berikut ini artikel tentang: Alm Auleman Pekey yang dipublikasi oleh : Admin Meeuwo Tempo Doeloe. 

Kagetpapua TIMIKA | Beliau Lahir pada 15 agustus 1975 di wamena, orang tuanya adalah Paskalis Pekey dan Paulina Maga Adii. Sejak umur 11 tahun atau pada tahun 1986 beliau sudah bergabung dalam dunia musik dan bermain Ukulele bersama group PANBERS pimpinan Rumanus Pekey dan Group Wadouw Pimpinan Paulus Youw.

Ketika masa kampanye pemilu tahun 1987, Auleman semakin mantap memetik dawai gitar diatas pentas halaman Kantor Golkar Wamena yg ketika itu mengadakan malam hiburan rakyat sebulan penuh. 

Kepiawaian bermain gitarnya terbawa terus hingga pertengahan tahun 1989 atau ketika berumur 14 tahun, Auleman sudah mahir bermain intro melody seluruh Album Black Brothers, Group Band CCR dan sejumlah intro melody vocalia barat tempo dulu.

Ketika Auleman berumur 16 tahun atau di tahun 1991 untuk pertama kalinya Auleman memetik dawai gitar elektrik di pentas terbuka yakni di Lapangan Polres Jayawijaya bersama Group Band terbaik BALIEM SELECTION BAND Pimpinan alm. Paskalis rumngewur (BUNG RUMI). Bung rumi (gitaris) dan bung Nilus Leisubun Youw (keyboard) adalah dua sosok yg membina dan membentuk Auleman menjadi Gitaris Handal termasuk Eric Takimay, Edmar Ukago, Athen Pigay dll.

Seiring perjalanan waktu, maka Auleman, dkk membentuk beberapa group vocal  antara lain; MUTAETUWAI GROUP tahun 1995, Pimpinan Yulianus Kayame, DEIYAI TOBE GROUP tahun 1996 , TARUA TUNE bersama ibu Hagar Maday cs tahun 2000, SALJU ABADI BAND tahun 2004. dan seterusnya auleman banyak bergabung dalam sejumlah group band musik.

Sejumlah teman yang selalu saling mengisi dalam mengembangkan bakat2nya adalah Edmar Ukago, Eric Takimay, Athen Pigay, Stef Pekey, AMCO agus Halitopo, alm. Yavi Rumngewur, Herman Youw, Herman Leisubun Youw, Hofni Yeimo, Yerry Nawipa, alm Yulianus Yeimo dll.

Tahun 2009 Auleman diangkat menjadi PNS di Pemda Paniai. Bakat yang beliau miliki adalah Talenta Luar biasa  dari rata-rata yg lain di Papua, namun sebagai manusia biasa kita selalu tak luput dari salah dan dosa sehingga bakat dan kemampuan itu bisa saja berlalu dengan sekejap bagaikan uap.

Kini telah Auleman berdayung asah asah Danau Tigi menuju Bapanya di Pulau Kesucian namun semua lagu ciptaannya akan dikenang dari masa ke Masa dan dari generasi ke generasi.

Sang Legendaris Musisi Papua asal Pegunungan Tengah. Tuan Auleman Pekei Menghembuskan Nafas terakhirnya pada tanggal 01 desember 2013 di RSUD Paniai, kini tinggal nama dan Segala karya abadinya kami akan kenang selama-lamanya dan di wariskan kepada anak cucu kita.

Suaramu yang nyaring serta musikmu yang merdu selalu menjadi penghibur di setiap insan Manusia Papua ketika mengalami beban berat. Timika, 15 september 2021.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog