Kagetpapua – TIMIKA | Beragam tari-tarian dan musik tradisional menyambut kedatangan tiga calon imam dan dua calon diakon di Gereja Paroki St Stefanus Sempan Timika, Papua Tengah pada Minggu (16/10/2022).
Ketiga calon imam yang akan ditahbiskan hari ini yakni, Diakon Emanuel Buang Lela, Pr, Diakon Theodorus Yoseph Tepa, OFM, dan Diakon Ricky Carol Yeuyanan, Pr.
Sedangkan dua calon diakon yakni Fr. Alpius Alpen Mujijau, OFM dan Fr. Domisius Wandi Batoteng Raya, OFM.
Diakon Emanuel dibawa oleh keluarga menghadap Uskup Keuskupan Sorong-Manokwari, Mgr. Hilarion Datus Lega, Pr dengan tarian khas Nusa Tenggara Timur.
Diakon Theo, diiringi tarian Suku Mimika Wee (Kamoro) dan nyanyian tradisional.
Sedangkan Diakon Ricky diiringi tarian khas Suku Kei. Diakon Ricky bahkan ditandu oleh keluarga sambil bernyanyi di dalam dekorasi perahu.
Dua calon diakon, yakni Fr. Alpius dan Fr. Domisius juga diiringi keluarga tidak kalah meriah.
Fr. Domisius diiringi nyanyian dan tarian tradisional khas Toraja. Sedangkan Fr. Alpius yang datang paling terakhir juga tidak kalah meriah.
Fr. Alpius diiringi tari dan nyanyian khas Papua Pegunungan. Atmosfer kegembiraan pun menggema di sekitaran Gereja St. Stefanus Sempan.
Mgr. Hilarion yang menunggu di depan pintu gerbang gereja pun menyambut seluruh iman dan diakon.
“Saya menyambut saudara Theodorus Yoseph Tepa, OFM sebagai Pater,” kata Hilarion ketika menyambut Diakon Theodorus beserta keluarga.
Membaca buku para Omk Kapela Tillemans Ema-Owaa di timika.
Kagetpapua – TIMIKA | Jangan menilai buku dari sampulnya. Jika menilai buku dari sampulnya, kamu mungkin kehilangan cerita yang luar biasa didalamnya. Kenali lebih penting bukan dari kata orang lain karena pandangan dan penyelidikan kita tak selalu sama.
Tapi terkadang penilaian itu justru datang dari orang yang sama sekali tidak mengenal dengan baik. Mereka tidak tahu bagaimana isi tulisan aslinya, dan bagaimana sosok yang sebenarnya.
Dengan uraian diatas saya menyelubungi kebiasaan manusia yang selalu pempraktikkan orang lain. Hati-hati dalam menilai dan menghalimi orang. Takut-takut apa yang kita tabur pada orang, itu yang akan subur dalam diri kita.
Salah satu yang paling menyebalkan dalam hidup ini adalah bertemu orang-orang yang dengan mudah menilai diri kita. Entah itu dari penampilan, dari cerita orang, atau dari masa lalunya. Jujur, kita bersikap seperti itu bukan berarti kita anti dengan kritikan, karena kita sadar biasanya kritikan itu dapat membangun menjadi lebih baik.
Sudah menjadi tradisi bahwa kebanyakan dari kita menilai itu dari penampilannya. Jika seseorang berpenampilan baik, maka mungkin orang tersebut adalah orang yang baik.
Kita juga bisa saja menilai dari apa yang dikatakan orang lain tentang dirinya. Jika ada seseorang yang mengatakan orang tersebut tidak baik, maka kita ikut-ikutan menganggap ia tidak baik. Begitu juga dengan masa lalunya.
Teruntuk mereka yang gampang mendeskripsikan seseorang, sadarlah bahwa seseorang bisa saja berubah tanpa sepengatahuan orang lain.
Tidak perlu menghakimi jika kamu sendiri tidak tahu kenyataan yang sebenarnya. Karena takutnya, apa yang kamu nilai dari seseorang akan menyerang dirimu sendiri. Jadi berhati-hatilah menilai seseorang.
Niat adalah ukuran untuk menilai benarnya suatu perbuatan. Jika niatnya benar, maka perbuatan akan benar, dan jika niatnya buruk maka perbuatan itu buruk.
Kebersamaan kita, berdiri di bawah kaki bukit motoya.
Kagetpapua – DEIYAI: Kita berdiri di dusun kampung Diyai dibawah kaki bukit Motaya. Disinilah Kita menemukan kebahagiaan dan rasa memiliki kehidupan keluarga, persaudaraan yg baik, sebab mereka itulah harta langsung dari Tuhan Esa.
Rasa bangga dan syukur adanya saudara terbaik yg kita ekspresikan melalui kata-kata, canda dan tawa. Kita juga bisa mengungkapan perasaan bahagia kita atas kehadiran mereka di hidup kita selama ini.
Persaudaraan sejati yg akan selalu ada tuk kita, apa pun yg terjadi. Persaudaraan dan pertemanan yg baik tidak tergantikan oleh apa pun. Mereka bisa menginspirasi kita tuk tumbuh menjadi versi diri kita yg lebih baik.
Menguatkan ikatan persaudaraan dgn mereka. Dgn begitu, persaudaraan yg kita jalin dapat selalu terjaga, dan tak lekang oleh waktu dan zaman.
Memiliki persaudaraan dan teman sejati tuk berbagi kehidupan adalah anugerah terbaik dalam hidup daripada harta benda lainnya.
Pastor Okto taena.Pr bersama Paratokoh-tokoh di Kapela Tillemans Ema-Owaa.
Kagetpapua – TIMIKA | Gereja Katholik Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Ema-Owa merayaan HUT (Hari Ulang Tahun) yang ke-3 di warnai pertunjukan Seni dan Budaya Suku Mee.
Selain itu, dihadiri ratusan umat Katholik dan para tokoh lintas agama yang meriah di Gereja kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Ema-Owaa, dan disiarkan juga secara Live Streaming Multimedia Tiga Raja Timika. Pada 08 Desember 2021 pukul 10.00 Wp. Di Kapela Tillemans Ema-Owaa Timika, Papua Tengah.
Dalam perayaan HUT ini pula, berlangsung semarak dengan adanya penampilan seniman, budayawan serta vokal grup musik umat gereja katolik Kapela Tillemans “Ema-Owaa di Timika.
Ibadah Syukur HUT ke-3 dilayani oleh Pastor. Oktovianus Taena Pr. Dalam khotbahnya diambil dari bacaan Injil Lukas 1:26-38.
Sebagai umat Katolik tentunya Bunda Maria sudah tidak asing lagi bagi kita, Bunda Maria adalah seorang wanita pilihan Tuhan dari antara semua wanita yang ada di muka bumi ini.
Bagi umat Katolik, Bunda Maria adalah wanita istimewa, jika bagi saudara-saudara kita yang beragama lain mungkin tidak percaya tetapi kita umat Katolik sungguh percaya bahwa Maria adalah Bunda ibu Yesus dan segala bangsa.
Motivasi dan metode yang tepat dalam Tuhan dapat menjadikan kualitas pelayanan yang tepat untuk tetap setia kepada Tuhan.
Selain itu, Ketua Panitia HUT dan Natal Gereja Katolik Kapela Tillemans Ema-Owaa, Bapak Lukas Magai dalam sambutannya mengatakan bahwa atas nama Pastor Herman tillemans, beliau memimpin rumah doa dan berbagai lagu sambil mengajak masyarakat Suku Mee untuk tepuk tangan dengan keras. Kami telah memuji leluhur kami, nenek moyang kami, dan mantan perintis kami.
Magai melanjutkan, Pastor Okto Taena dan Tim Pastoral sedang mempersiapkan hal-hal yang luar biasa. Kami masyarakat menyambut baik Pater Okto Taena sebagai pengganti pater Tillemans. Demikian juga, para malaikat Tuhan bersorak di kiri dan kanan kami dan Tim Media Tiga Raja juga bersama kami.
Berbahagialah mereka dan kita semua hari ini merayakan ulang tahun ke-3 Kapela Tillemans Ema-Owaa. Di Jalan Perintis Timika Indah Papua pada 8 Desember 2021. Perlindungan kami adalah tradisi dan ajaran gereja Katolik Roma, kata Magai.
Ketua Kerukunan Suku Mee Katolik di Timika, Bapak Alfons Dogopia mengucapkan terima kasih kepada bapak Pastor. Oktovianus taena dan krunya serta Tim Tiga Raja Multi Media yang tidak pernah lelah melayani kami, sehingga kami bosan melihat mereka di Kapel Tillemans Ema-Owaa.
Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyampaikan laporan-laporan yang telah melaksanakan kegiatan selama ini, dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Lukas Magay yang tidak pernah bosan untuk hadir walaupun hanya bersama dengan Pemuda Katolik (OMK) di tempat ini. Omk hadir karena ada Pak Lukas, kata Dogopia.
Pak Alfons Dogopia mengapresiasi, dalam 3 tahun Tillemans telah melahirkan 3 orang anak yaitu,
3 Lokasi Gereja Katolik Kapel Tillemans Ema-Owaa timika
Perayaan HUT ke-3 ini diakhiri dengan pemotongan kue ulang tahun yang dibagikan kepada warga toko gereja yang hadir di kapel tillemans Ema Owaa.
Pada kesempatan terpisah. Ibu Ida dawapa menyerahkan hadiah untuk pertandingan Bola Voli dan bola futsal yang telah dipertandingkan sebelum ulang tahunnya (HUT).
Kandang natal yang unik versi rumah adat suku (mee)
Kagetpapua – TIMIKA | Suasana halaman Gereja Kapela Tillemans Ema-Owaa Timika sudah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kini sudah terlihat unik dan terinspirasi untuk umat katolik Suku Mee yang berasal dari tiga daerah yakni, kab. Deiyai, Dogiya dan Paniyai. Pada umumnya kegataka hingga makataka yang berdomisili di Timika, Papua Tengah.
Kandang dan pohon natal ini didirikan di atas tumpukan batu campur pasir yang telah umat katolik menjadikan rupa bukit dan dikelilingi pagarnya yang mengkreasikan versi Rumah adat Mee yang biasanya disebut Ema-Owaa. Proses pembuatan selama 2 hari 1 malam pada tanggal 4 hingga 6 Desember 2021.
Didalam lingkungan pagar ini juga ada tanaman Pisang, keladi, tebu dan tanaman lokal lainnya. dengan menggunakan rangkaian lampu warna-warni di jalan perintis Timika indah
Pada saat itu ada kabar baik bahwa, Pemda Mimika telah mengadakan lomba hias Kandang dan Pohon natal dalam rangka menyambut Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Dalam lomba tersebut ada nama Gereja Kapela Tillemans Ema-Owaa pula terdaftar dalam lomba dengan no pendaftaran urutan 049.
Adoooh, ternyata informasi yang didapat masyarakat tinggal dua hari lagi untuk datang dan melihat serta menilai kreativitasNya.
Ah Sayang! Waktu dan hari sudah mepet, namun OMK dan Umat kapela Tillemans Ema-Owaa tetap semangat dan menyepakati bahwa “Mulai Bekerja Sesuai Pendapat Masing-masing Orang”. Semua beralih kerjasama secara bergotong-royong selama dua hari satu malam berturut-turut hingga selesai.
Kami membuat gubuk ini bukan karena kompetisi dari pemerintah setempat, tetapi ini adalah sesuatu yang kami terbiasa disetiap natal namun ada sedikit perbedaan dengan sekarang hanya dengan pagar yang dikelilingi lokasi gubuk dan pohon Natal Serta tanaman lokal lainnya.
Anehnya disini ! Saat itu ada beberapa pemuda yang pulang dan pergi dengan motor mencari rotang, lumutan alam dan kayu buah pada petang hari di hutan.
Ya, tentu Anda juga ingin tahu bahan-bahan yang sudah dibuat oleh OMK dan Para Umat Kapela Tillemans Ema-Owaa!
1. Sebanyak Kayu Buah Berpotongan 1 Cm.
2. Rumput Alang-alang.
3. Lumut hutan alam.
4. Rotan berukuran panjang.
5. Lebih unik lagi, Botol Aqua yang kosong merupakan variasi pada bagian luar pohon Natal.
Di depan Kandang Natal/Betlehem dipasang papan bertuliskan tema Natal 2021, “Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan 1 Petrus 1:22.
Kreativitas OMK dan Umat Kapela Tillemans Ema-Owaa Timika membuat rasa memiliki dan manfaat yang beragam.
Menaiki Bama ke atas kendaraan angkutan barang oleh Umat Katolik Gereja Kapela Tillemans Ewa Owapa di jalan perintis timika indah
Kagetpapua – TIMIKA | Menaiki bama berupa babi satu ekor dan sayur-sayuran di atas kendaraan angkutan barang oleh, umat katolik, gereja Kapela Tillemans Ema-Owa di jalan perintis timika indah, Papua Tengah. pada, 12/11/2021. Pukul, 03.25. Wp
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh anggota gereja kapela Tillemans Ema Owaa kepada umat Migani untuk persiapan misa pengukuhan dan syukurannya Pater Fransiskus Sonotigi Sondegau Pr. Dan Pastor Yeskiel Tawakidua Dole Belau Pr. yang akan dilaksanakan di Gereja kapela Migani Nduni belakang perumahan pemda Sp 2, Timika.
Bapak. Lukas Magai menjelaskan, “Dulu dan sekarang berbeda karena masalah yang kita hadapi saat ini adalah pandemi Covid-19, sehingga kegiatan ibadah setiap orang beribadah di kapelanya masing-masing, maka harus kita atasi bersama dan membutuhkan kerjasama semua elemen masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kerukunan Suku Mee, Bapak Alfons Dogopia, menyampaikan bahwa setiap bantuan tidak boleh dilihat dari hal besar dan kecil, tetapi kita harus bersyukur karena ini adalah awal dari kita umat Katolik.
Ini adalah bentuk kepedulian kita sebagai sesama umat Katolik di Papua. Papua milik kita bersama, kita semua merasakan satu cubitan,” ujar Pak Alfons Dogopia.
Tambahan Pak. Dogopia, Misa pengukuhan ucapan syukur dan menerima berkat pertama dari juru kampanye Yesus yaitu, Pater Fransiskus Sonotigi Sondegau Pr. Dan Pastor Yeskiel Tawakidua Dole Belau Pr.
“Pendistribusian bantuan ini sudah kami sampaikan kepada masyarakat Migani. Dan kami mohon kepada masyarakat untuk tetap semangat.” tandasnya (*)
Usai berbagi aksi natal, foto bersama anak-anak yatim-piatu, para pengasuh, dan umat katolik Kapela Tillemans Ema-Owaa
Kagetpapua – TIMIKA| Kunjungan Tim panitia Natal 2021 bersama para Pengurus Gereja Kapela Tillemans Ema-Owaa yang berada di jalan perintis timika indah, Papua. Berkesempatan untuk membagikan kasih sayang aksi natal kepada anak-anak yatim-piatuPanti Asuhan Santa Susana Yayasan Perawatan diJalan Budi Utomo Ujung, Timika Papua. Minggu (09/01/2022). Pukul, 3:30 Wp.
Saat itu puluhan anak yatim piatu disambut dengan hangat, kepala panti asuhan Magdalena Emanunang, dan Suster Maria Yulita, Prr yang merupakan pembina iman anak, serta para pengasuhnya.
Ketua panitia natal bapak Lukas Magai, menyampaikan kepada kepala panti asuhan, para suster dan para pengasuh di yayasan yang merawat anak yatim-piatu. Kami yang datang ini dari umat Gereja Kapela Tillemans Ema-Owaa dibawah Paroki Katedral Tiga Raja Timika.
Mendidik adalah pekerjaan yang sangat berat, semoga Tuhan memberikan kekuatan kepada seluruh elemen binaan anak yatim-piatu di yayasan ini. Ujar Magai
Panti Asuhan Magdalena Emanunang, mengatakan kami disini menerima anak 5 tahun kebawah karena kami ingin membentuk karakter anak yang lebih baik.
Lanjutnya, anak anak yang ada sementara ini berada dari lima suku yakni, suku Moni, Kamoro, kei, biak, Merauke. Mereka ini yang bina di Panti Asuhan Santa Susana adalah anak yatim piatu, piatu, yatim, keluarga tak utuh, dan anak yang ditolak oleh keluarga.
Kami sempat mau antar mereka pulang ke keluarga, namun mereka malah memilih untuk kembali kesini agar di bina, kata kepala panti asuhan, Magdalena Emanunang.
Aktivitas anak-anak Panti Asuhan Santa Susana semuanya di atur, dan dibina sesuai dengan kedisiplinan.
Dari pagi berdoa di Kapela, kemudian mereka juga aktivitas membersihkan lingkungan, makan, belajar, dan kami berusaha untuk mengatur waktu tidur mereka, kata Magdalena.
Kami hanya ingin mereka bisa tersenyum disini, kami ajarkan mereka memperkenalkan dunia peternakan dan perkebunan, mereka juga rajin berdoa dan semua sudah pintar berdoa,” tambah Magdalen.
Batas usia yang dibina di panti asuhan ini adalah lima tahun kebawah. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pembinaan sejak dini.
Kami berharap mereka bisa menjadi orang (berhasil-red) dari tempat ini, tanpa proposal tapi kami jalan. Kami punya keyakinan kalau Tuhan sudah titip satu anak disini pasti Tuhan akan siapkan berkat, ujar Magdalena.
Panti asuhan ini juga tidak hanya membina anak-anak beragama Katolik, namun dari semua denominasi agama.
Ia bersyukur karena selama ini selalu mendapatkan perhatian dari sejumlah masyarakat, keluarga, organisasi dan lainnya.
Selama keberadaan kami dalam kesulitan tetap memberikan orang-orang pilihan untuk memberikan perhatian. Terimakasih untuk umat Kapela Tillemans Ema-Owaa yang sudah membuka hati, kami mohon dukungan dan doa, pungkas Magdalena.
Harapannya bisa bahagia dan sukacita. Kami berharap apa yang kami berikan bisa bermanfaat bagi anak-anak.
Panitia natal dan HUT serahkan bola volley kepada panitia pertandingan bola voli
Kagetpapua – TIMIKA | Dalam rangka meriahkan Natal dan HUT yang ke-3 Gereja Katolik Kapel Tillemans Hati Kudus Yesus “Ema Owaa” Bapak. Lukas Magai, resmi membuka kegiatan Lomba Bola Voli antar umat beragama di jl. Perintis Timika Indah, Papua Tengah. Selasa, 19 Oktober 2021.
Sambutan panitia natal dan HUT ke-3 Kapela Tillemans Ema-Owaa bapak. Lukas Magai, berterimakasih kepada seluruh elemen umat yang hadir dan turut mengambil bagian dalam pertandingan bola volley itu.
Dalam arahannya, kami atas nama panitia orang tua yang berjiwa mudah meminta agar seluruh pemain serta wasit dan panitia bola voli untuk segera bersiap diri dalam pertandingan.
Gereja mengharapkan untuk semua umat, muda-mudi dan pengurus gereja Kapel Tillemans (Ema-Owaa), tolong perhatian terhadap mereka yang datang main bola volley dari luar dan atasi waktu yang tepat sebab kini masa pandemi Covid-19. Ujar Panitia, Bapak. Lukas Magai
Pada kesempatan yang sama, bapak Jhon Dogopia yang di tunjuk sebagai panitia pertandingan menyampaikan, kami sebagai panitia pertandingan bola voli putuskan bahwa tidak dimainkan langsung karena ini hanya doa pembukaan pertandingan dalam rangka pencarian dana untuk Natal dan Hut ke3 gereja kapela Tillemans Ema-Owaa.
Selain itu, Jhon Dogopia juga menetapkan 2 poin yang harus dilakukan selama pertandingan yaitu,
Kostum milik kapela Tillemans harus dilakukan sewa.
Selama pertandingan mulai main bola voli jam 3:00 maka Tim Tim yang telah terdaftar tepati waktu.
Tim yang terdaftar dan yang telah hadir pada sore ini kami mainkan jam 4:00. Sore.
Wasit pertandingan arahkan pemain di lapangan bola volley
Acara pertama pertandingan bola volley dibuka dengan doa oleh bapak. Yosep Yikim selaku pewarta Gereja Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus (Ema Owaa) di timika, pada Selasa 19 Oktober 2021, pukul 08.30 Wp.
Dalam kempatan terakhir, Bapak. Aluwisius Pekei juga berharap agar sebelum berangkat dari rumah masing-masing tolong di beritahukan kepada keluarga atau tempat tinggal kemudian datang main bola volley di lingkungan Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Ema Owaa. Hal itu disampaika Karena banyak Anak-anak muda yang datang numpang kepada keluarga mereka.
Dalam lingkungan Ini kami dari pihak gereja dilarang, dan tidak di ijinkan untuk makan pinang dan datang dengan keadaan mabuk, hal itu kita harus memahami dan sadari masing-masing. Ujar bapak. Aluisius pekei
Kegiatan ini semoga kita semua diharapkan untuk mengikuti aturan-aturan pertandingan bola voly yang di tetapkan panitia pertandingan dan wasit yang kita percayai agar kegiatan ini dapat berjalan baik hingga selesai. Ujar bapak pewarta Yosep Yikim.
Upacara pelantikan panitia natal dan hut Ke-3 Kapela Tillemans Ema-Owaa, periode 2021.
Kagetpapua–TIMIKA | Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Amandus Rahadat, melantik jajaran pantai HUT ke-3 sekaligus dengan Panitia Natal 2021-2022 pada Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Ema Owaa di jln Perintis Timika Indah, Minggu, (17 Oktober 2021).
Dalam Sambutan Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Amandus Rahadat mengatakan bahwa kepercayaan yang diberikan harus bisa dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab sebab, biasanya yang melaksanakan hanya sedikit orang.
Misa pelantikan ini juga perkiraan ratusan umat yang telah hadir keliling sayap samping kiri dan kanan hingga dipenuhi dalam aula Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Ema Owaa di jalan perintis timika indah.
Sementara itu, panitia HUT dan NATAL serta para badan pengurus Gereja Katolik Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus “Ema Owaa” mengadakan pertemuan untuk mengepakati membentuk program kerja selanjutnya.
Para umat dan tim panitia HUT bahkan pengurus lainnya telah memutuskan bahwa akan adakan pertandingan bola volly.
Bapak Jhon Dogopia yang terpilih sebagai panitia pertandingan bola volly mengampaikan bahwa selama kegiatan pertandingan volly, kami akan adakan beberapa kegiatan lagi seperti basar ayam bahkan pula lomba kecil-kecilan, salah satunnya adalah lempar kaleng dan lainnya.
Pertemuan ini membahas menghadirkan kebersamaan dan kegembiraan serta ada kehidupan dalam gerakan atau kegiatan-kegiatan yang menyatukan kaum muda untuk melayani semua umat yang membutuhkan.
Sumber Dok OMK Kapel Tillemans Hati Kudus Yesus Ema Owaa. Timika, 27 Oktober 2021.
Ibu Salomina You, membaca sepangkal kertas makalah pengarahan hadiah yang telah disusun oleh panitia penyelenggara lomba
Kagetpapua–TIMIKA |Usai ibadah mingguan di Gereja Katholik Kapela Tillemans (Ema-Owaa), menggelarkan penyerahan hadiah yang telah di adakan dalam rangka memperingati bulan kitab suci nasional 2021 dengan menyusun tema, “Yesus Sahabat Perjalanan Kita”.
Kegiatan pengerahan hadia itu, diramaikan oleh seluruh umat katolik Gereja Kapela Tillemans (Ema Owaa) yang telah hadir di jalan perintis, Timika indah, Papua Tengah, Minggu, 03/10/2021.
Ibu. Salomina You yang telah di percayai panitia pelaksana itu, membacakan makalah penyerahan hadiahnya kepada para peserta dengan 5 kategori lomba yaitu; Baca Alkitab, CCA (Cerdas Cermat Alkitab), Gigit Senduk, Makan Kerupuk dan Pertandingan Futsal.
Koordinator sekertaris di Kapela Tillemans Ema Owaa, bapak. Cino bukega mengatakan, kami pihak pengurus jarang melakukan kontrol selama ini namun, para peserta lomba sudah partisipasinya berjalan dengan aman di lingkungan Kapela Tillemans ini maka banyak terimakasih
Lanjut Bukega, Terima kasih juga kepada para panitia, baik Dewan Juri maupun yang masuk kepengurusan serta kepada pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya seluruh rangkaian lomba hingga puncak acara hari Minggu, 03 Oktober.
Penyerahan hadiahnya memanggil nama sesuai ketetapan panitia , demikian para peserta yang menerima hadiah juga mengucapkan kesan positif kepada pemberi hadiah untuk kompetisi tersebut.
Dalam Penyerahan hadiah yang menjadi pengarah pada acara pembicaraan tersebut ibu Salomina You selaku Koordinator umum Liturgi pada Kapela Tillemans Ema-Owaa.
Anak-anak sekami kapela Tillemans (Ema-Owaa) Timika berlomba Menggigit sendok dan makan kerupuk
Kagetpapua– TIMIKA |Anak-anak SD berusia 7-10 tahun lomba menggigit sendok dan makan kerupuk dalam rangka memeriahkan Bulan Kitab Cuci Nasional 2021, di halaman Gereja Katolik Kapela Ema Owaa, Timika, Papua Tengah. Sabtu, 25/09/2021.
Pembina anak-anak sekolah Minggu (SEKAMI) Ibu. Marice Dogopia, yang menjadi pengarah dalam kedua perlombaan gigit senduk dan makan kerupuk ini mengatakan bahwa, penilaian-penilaian tertentu saat makan kerupuk dan menggigit senduk untuk anak usia 7-10 tahun yakni.
Lomba menggigit senduk, yang juga dikenal dengan balap kelereng, adalah permainan yang paling sulit tetapi menyenangkan. Setiap peserta yang bermain akan membawa lari kelereng ke garis finish. Namun yang unik dari lomba ini adalah peserta harus membawa kelereng menggunakan sendok yang digigit di bagian mulut. Terkadang pada saat berusaha mencapai garis finish kelereng yang dibawa terjatuh dan diharuskan untuk mengembalikan kelereng dari garis start. Selain membutuhkan konsentrasi tinggi, keseimbangan dan kehati-hatian juga dibutuhkan di sini.
Hal ini akan memacu semangat dan semangat dalam mengelola para peserta Sekolah Minggu yang berada di bawah asuhannya. Ujar Ibu. marice Dogopia.
Mengikuti lomba makan kerupuk juga bisa melatih kesabaran dan kemampuan konsentrasi mereka. Bersabarlah jika kerupuk sulit dijangkau, konsentrasikan agar kerupuk ‘tidak lari’ dari jangkauan mulutnya. Jelas Ibu. Macice
Lomba makan kerupuk ini, meski terlihat sederhana, ternyata memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Hal utama adalah melatih keterampilan dan koordinasi antara gerakan tubuh, leher, mata dan mulut. Tutup ibu. Marice Dogopia.
Gelar Pendaftaran lomba di depan halaman Kapela Tillemans (Ema-Owaa) Timika, Papua Tengah
Kagetpapua – TIMIKA | Usai ibadah Mingguan di Gereja Katholik Kapela Tillemans (Ema-Owaa), Orang Mudah Katolik (OMK) menyelenggarakan pendaftaran beberapa kegiatan lomba untuk memperingati Bulan Kitab Suci Nasional 2021.
Ketua Panitia bapak. Deserius Pigai menyampaikan, Kegiatan ini terbuka untuk semua jenjang pendidikan PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK/sederajat Usia Dewasa.) Di Jalan Perintis Timika indah, Papua Tengah. Minggu, 5 September 2021.
* Setiap poin Kontes dan Pendaftaran yang akan diadakan yaitu; I. Membaca Alkitab; Ber Usia Dewasa, OMK, SMA, dan Perguruan Tinggi. Rp. 30.000,00 per orang. II. CCA (Cerdas Cermat Alkitab); SLTP/SMP dan SLTA/SMU. Rp 20.000,00 per orang
* Pendaftaran Lomba Anak Anak dini usia 7-10 tahun adalah; I. Bola futsal . Rp. 30.00 Pertim/ Kru II. Lomba Makan Kerupuk. Rp. 15.000.00 per orang III. Menggigit Senduk Rp. 15.000.00 per orang
Bapak Deserius Pigai juga menyampaikan, selain beberapa lomba diatas. Pertandingan bola voli dan Kasti juga akan diadakan sesuai permintaan atau keinginan para wanita di Kapela Tillemans ( Ema-Owaa).
Awal minggu ini kami menyelenggarakan pendaftaran dan pertanyaan teknis seputar CCA dan lomba membaca kitab suci bahkan lomba-lomba lainnya yang akan mulai memeriahkan peringatan Bulan Kitab Suci Nasional 2021. Ujar Deserius Pigai.
Tambahan Deserius, Juri akan mengambil dari luar Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Ema Owaa Timika.
Jika anda ingin bermain dalam pertandingan ini, segera daftarkan tim anda di kapela Tillemans (Ema Owaa) di jln. Perintis Timika Indah, jam 3:00 hingga 5-30. Sore.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.