Mati Di Atas Tanah Emas.

Puisi.

Di tanah emas, aku berbaring,
Mati dalam keheningan yang mengejutkan.
Bintang-bintang di langit berkelip,
Mengawasi perjalanan terakhirku.

Kehidupan telah memberiku kekayaan,
Tapi kini, aku kembali ke tanah.
Emas yang berkilauan di bawah sinar matahari,
Menjadi tempat peristirahatan terakhirku.

Ku rasa hembusan angin malam,
Membisikkan lagu pengantar tidurku.
Aku merasakan kehangatan tanah emas,
Menyelimuti tubuhku yang lelah.

Aku mati di atas tanah emas,
Tapi jiwaku terbang bebas.
Aku meninggalkan dunia fana,
Menuju alam yang abadi.

Di tanah emas, aku beristirahat,
Tapi cerita hidupku akan tetap abadi.
Karena meski tubuhku telah mati,
Jiwaku akan selalu hidup dalam kenangan.

“Kemanusiaan Itu Melebihi Agama Apapun”
#Save generasi penerus papua
#Save kedua anak sekolah dasar (sd)
Senin, 08/04/24.
Kab. intan Jaya.
Papua Tengah

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog