Anak anak berusia 7-10 tahun Lomba menggigit senduk dan Makan

Anak-anak sekami kapela Tillemans (Ema-Owaa) Timika berlomba Menggigit sendok dan makan kerupuk

Kagetpapua TIMIKA | Anak-anak SD berusia 7-10 tahun lomba menggigit sendok dan makan kerupuk dalam rangka memeriahkan Bulan Kitab Cuci Nasional 2021, di halaman Gereja Katolik Kapela Ema Owaa, Timika, Papua Tengah.  Sabtu, 25/09/2021.

Pembina anak-anak sekolah Minggu (SEKAMI) Ibu. Marice Dogopia, yang menjadi pengarah dalam kedua perlombaan gigit senduk dan makan kerupuk ini mengatakan bahwa, penilaian-penilaian tertentu saat  makan kerupuk dan menggigit senduk untuk anak usia 7-10 tahun yakni.

1. CONTES MENGGIGIT SENDUK.

Lomba menggigit senduk, yang juga dikenal dengan balap kelereng, adalah permainan yang paling sulit tetapi menyenangkan.  Setiap peserta yang bermain akan membawa lari kelereng ke garis finish.  Namun yang unik dari lomba ini adalah peserta harus membawa kelereng menggunakan sendok yang digigit di bagian mulut.  Terkadang pada saat berusaha mencapai garis finish kelereng yang dibawa terjatuh dan diharuskan untuk mengembalikan kelereng dari garis start.  Selain membutuhkan konsentrasi tinggi, keseimbangan dan kehati-hatian juga dibutuhkan di sini.

Hal ini akan memacu semangat dan semangat dalam mengelola para peserta Sekolah Minggu yang berada di bawah asuhannya. Ujar Ibu. marice Dogopia.

2. CONTES MAKAN KERUPUK.

Mengikuti lomba makan kerupuk juga bisa melatih kesabaran dan kemampuan konsentrasi mereka.  Bersabarlah jika kerupuk sulit dijangkau, konsentrasikan agar kerupuk ‘tidak lari’ dari jangkauan mulutnya. Jelas Ibu. Macice

Lomba makan kerupuk ini, meski terlihat sederhana, ternyata memiliki banyak manfaat bagi anak-anak.  Hal utama adalah melatih keterampilan dan koordinasi antara gerakan tubuh, leher, mata dan mulut. Tutup ibu. Marice Dogopia.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog