Kagetpapua – WAMENA | Pesawat militer jenis CN-235 milik TNI Angkatan Udara pagi tadi mengalami sebuah kecelakaan atau insiden di Pangkalan Udara (Lanud) wamena, papua. Jumat, 23 Desember 2022.
Komandan Lanud Wamena Letkol Pnb Yulianto mengatakan, pesawat dari Skadron Udara 27 Lanud Manuhua Biak, Papua itu mengalami kerusakan pada nose whell depan pada saat melakukan pendaratan sekitar pukul 09.03 di Bandara Wamena.
“Pilot dan crew dalam kondisi aman, demikian juga operasional bandara Wamena sudah kembali berjalan normal,” kata Danlanud Wamena Letkol Pnb Yulianto dalam keterangan resminya, Jumuat, 23 Desember 2022.
Lebih jauh Danlanud Wamena menjelaskan, pesawat jenis angkut milik TNI Angkatan Udara itu berada di Bandara Wamena karena yang sedang melaksanakan misi operasi angkutan udara Noken Timur 22 dari Lanud Yku Timika.
Saat ini, lanjut Danlanud, badan pesawat telah berhasil dievakuasi dan di parkir di apron Lanud Wamena.
“Penyebab insiden sedang dalam penyelidikan tim investigasi TNI AU,” ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Viva.co.id LINK SUMBER : pesawat CN-235 TNI AU alami kecelakaan di Bandara Wamena
Doc, Foto (Patoga) Yanuarius Theofilus Matopai You, Pr.
Kagetpapua – NABIRE | Pemimpin tertinggi Gereja Katolik se Dunia, Paus Fransiskus memilih Romo sebagai Uskup Keuskupan Jayapura. Terpilihnya, Matopai You merupakan sejarah besar bagi Orang Asli Papua (OAP) khususnya beragama Katolik, karena Pater Yan You begitu sapaannya ini akan tercatat sebagai uskup orang asli Papua pertama dalam sejarah gereja Katolik, tidak hanya di Papua tetapi sejarah gereja Katolik se dunia.
Uskup Jayapura, Mqr Leo Laba Ladjar, OFM saat membacakan Maklumat Sri Paus melalui surat Nuntio, Duta Vatikan menyampaikan kepada Uskup Jayapura, agar mengumumkan di gereja lokal di Keuskupan ini bahwa Bapa Suci Paus Frnsiskus telah mengangkat seorang untuk menjadi Uskup Jayapura yang baru, meneruskan karya Uskup. Berita ini dipublikasikan persisnya pada moment ini di Roma dan di seluruh dunia. “Karena perbedaan waktu, di sana jam 12, kita antara jam 7 dan jam 8,” jelas Uskup Leo Laba Lajar,ofm saat mengumumkan uskup baru yang terpilih dari Gereja Katedral Jayapura, Papua. Sabtu (29/10/22).
Orang yang diangkat oleh Paus untuk menjadi Uskup yang baru di Keuskupan Jayapura dalam surat Duta Vatikan (Nuntio Apostolik) dalam bahasa Indonesia disebut dengan Romo. Tapi dalam surat dari Sri Paus berbahasa latin, disebut RD (Reverendus Dominus) artinya tuan yang terhormat. Uskup Leo menyebutnya, Romo RD Pastor Yanuarius Theofilus Matopai You,pr.
Uskup Jayapura, Leo Laba Lajar mengingatkan, untuk sementara waktu RD Yanuarius Theofilus Matopai You belum uskup, nanti sudah ditahbiskan dulu.
Matopai lahir di Uwebutu, 1 Januari 1961, ayah Lukas You, seorang guru SD di kampung yang terletak di bawah Gunung Deiyai, ujung barat Danau Tage, Kabupaten Paniai. Patoga Matopai merupakan anak pertama dari empat bersaudara dan seorang puteri.
Menyelesaikan pendidikan dasarnya di Uwebutu melanjutkan pendidik menegahnya di SMP YPPK St Fransiskus Epouto, ujung timur Danau Tage. SMP YPPK Epouto sendiri dipindakan ke Moanemani pada akhir tahun ajaran 1979.
Selepas tanah kelahiran di Tage, melanjutkan pendidikannya di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Teruna Bhakti, Waena, Jayapura. Pendidikan SPG itu sendiri setelah ditutup pemerintah, kini jadi SMA Teruna Bhakti. Tamat melanjutkan pendidikan tinggi Sekolah Tinggi Filsafat dan Theologi (STFT) Fajar Timur Abepura.
Sebelum Sri Paus Fransiskus memilihnya menjadi Uskup Jayapura, Matopi menempuh pendidikan S2 bidang Psikologi di Universitas Gaja Mada (UGM) dan menenpuh pendidikan doktor Antropologi di Universitas Cenderawasih, Jayapura.
Ditahbiskan di Nabire
Setelah melalui pendidikan yang panjang dan pembinaan yang lama, Diakon Yanuarius Theofilus You ditahbiskan sebagai iman projo di Nabire, 16 Januari 1991.
Pengabdian pastoral, sesuai Curiculum Vitae yang dibacakan Uskup Leo, Pastor Paroki Kristus Terang Dunia, Dekan Dekenat Kerom dan Pastor Paroki St Wilibrordus Arso, Vikaris Jenderal Keuskupan Jayapura dan Pastor Paroki Katedral Jayapura, Ketua Yayasan STTK, Kepala di Rumah Pembentukan Formasi St Yohanes Maria Viane Keuskupan Jayapura, Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Jayapura, Ketua Pengawas Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) St Fransiskus Asisi, sekarang Ketua dan Dosen di STFT Fajar Timur dan juga di Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK). (ans)
Menaiki Bama ke atas kendaraan angkutan barang oleh Umat Katolik Gereja Kapela Tillemans Ewa Owapa di jalan perintis timika indah
Kagetpapua – TIMIKA | Menaiki bama berupa babi satu ekor dan sayur-sayuran di atas kendaraan angkutan barang oleh, umat katolik, gereja Kapela Tillemans Ema-Owa di jalan perintis timika indah, Papua Tengah. pada, 12/11/2021. Pukul, 03.25. Wp
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh anggota gereja kapela Tillemans Ema Owaa kepada umat Migani untuk persiapan misa pengukuhan dan syukurannya Pater Fransiskus Sonotigi Sondegau Pr. Dan Pastor Yeskiel Tawakidua Dole Belau Pr. yang akan dilaksanakan di Gereja kapela Migani Nduni belakang perumahan pemda Sp 2, Timika.
Bapak. Lukas Magai menjelaskan, “Dulu dan sekarang berbeda karena masalah yang kita hadapi saat ini adalah pandemi Covid-19, sehingga kegiatan ibadah setiap orang beribadah di kapelanya masing-masing, maka harus kita atasi bersama dan membutuhkan kerjasama semua elemen masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kerukunan Suku Mee, Bapak Alfons Dogopia, menyampaikan bahwa setiap bantuan tidak boleh dilihat dari hal besar dan kecil, tetapi kita harus bersyukur karena ini adalah awal dari kita umat Katolik.
Ini adalah bentuk kepedulian kita sebagai sesama umat Katolik di Papua. Papua milik kita bersama, kita semua merasakan satu cubitan,” ujar Pak Alfons Dogopia.
Tambahan Pak. Dogopia, Misa pengukuhan ucapan syukur dan menerima berkat pertama dari juru kampanye Yesus yaitu, Pater Fransiskus Sonotigi Sondegau Pr. Dan Pastor Yeskiel Tawakidua Dole Belau Pr.
“Pendistribusian bantuan ini sudah kami sampaikan kepada masyarakat Migani. Dan kami mohon kepada masyarakat untuk tetap semangat.” tandasnya (*)
Kagetpapua – DEIYAI | Foto Pertama ini diabadikan sekitar Tahun 50an oleh para Misionaris yang bertugas di daerah Meeuwo. Pada foto ini terlihat cukup jelas bahwa “pogouya” di lokasi pembangunan gereja yang masih kosong, namun kosongnya lokasi gereja bukan berarti gereja tersebut kosong. Di bagian atas, Anda bisa melihat bangunan sederhana. Itulah Gereja Katolik Diyai saat itu.
Pada tahun 50-an hingga awal 60-an, kondisi bangunan Gereja Katolik Paroki Diyai masih terlihat menggunakan rumput Alang-Alang pada atapnya.
Setiap hari minggu Umat Katolik Paroki Diyai beribadah di Gereja Sederhana itu.
Foto kedua adalah, Gereja Diyai yang baru dibangun yang diabadikan pada tahun 1969 oleh seorang misionaris Belanda, Jos Donkers Ofm. Beliau adalah Pendeta Ofm serta Fotografer. Dia mengambil banyak foto lama di wilayah Meepago dan Lapago.
Pada foto kedua ini terlihat kondisi Gereja Katolik Paroki Diyai yang baru saja dibangun oleh para Tukang Kayu Mee sendiri dan dibantu oleh Pemuda/Pemudi Paroki Diyai. Tukang kayu Suku Mee dilatih oleh Misionaris, Salah satunya artisan atau tukang yaitu, (Almarhum, Martinus Bobii).
Doc.Stichting Papua Erfgoed’s – pro.Album.IrianJaya1.-69-016 – Tukang Orang Mee
Bahan bangunan gereja berupa pondasi, papan, balok dan las dikumpulkan sendiri oleh umat Diyai. Umat Diyai sangat antusias dan bergotong royong dalam proses pengumpulan bahan bangunan dan penjatuhan bahan bangunan di Pagouya sebagai lokasi pembangunan Gereja.
Doc.Stichting Papua Erfgoed’s – Umat Paroki Diyai sedang bergotong Royong memikul Pondasi Gereja untuk diantarkan ke lokasi pembangunan Gereja di Pagouya.
Gereja Diyai yang baru dibangun pada tahun 1969 ini beratap seng dan menggunakan cat berwarna kuning kecoklatan. Di mana umat paroki mendapatkan Seng dan Cet?
Berkat Pastor Tettero yang saat itu menjabat sebagai Pastor Diyai, menulis surat untuk meminta bantuan agar Cet dan Seng diturunkan dari Biak dan Kokonau dengan menggunakan pesawat Cesna misionaris, setelah Pastor Carel yang bertugas di Kamu mengumpulkan berbagai berbagai alat-alat kebutuhan para Misionaris di Belanda.
Pada tahun yang sama juga, para misionaris di wisselmeren Meeuwo pernah melakukan pendropan alat-alat lainnya, setelah itu dibagikan kepada Masyarakat Wisselmeren Meeuwo.
Pada tahun yang sama, misionaris di Wisselmeren Meuwo menjatuhkan alat-alat lain, setelah itu dibagikan kepada setiap Komunitas di Meeuwo.
3. Keadaan Gereja Katolik Paroki Diyai Tahun 2000
Doc.kiki van bilsel – Bangunan Gereja Diyai Tahun 2000
Foto ketiga diambil pada tahun 2000 setelah Kiki van Bilsel yang merupakan paman dari Pastor Tettero datang mengunjungi paroki diyai.
Kondisi Gereja Katolik Paroki Diyai pada tahun 2000 tidak jauh berbeda dengan bangunan gereja yang didirikan pada tahun 1969. Hanya saja ada sedikit rehabilitasi dan perluasan di bagian kiri dan kanan Altar ditambahkan bangunan, sehingga Gereja terlihat seperti Salib.
Sehingga sampai saat ini kondisi Gereja Katolik Paroki Diyai masih seperti ini dan setiap hari Minggu umat paroki Diyai melaksanakan misa di gereja ini. Kegiatan keagamaan lainnya biasanya digelar di Pendopo yang didirikan pada 2016 saat Muspas Mee.
Penulis : Parex Tekege
Sumber foto: doc.Stichting Papua Erfgoed’s – Pro.album4flim2-178-007 Bowkerk Dijai / Diyai, pro.Album.IrianJaya-1-69-016, Pro.album4film321-021 Diaikerk dan Kiki van Bilsen gereja di Diyai thn 2000.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.