Ibadah Perayaan Natal IKB Odiyatei Di Wilayah Timika

Puji-pujian oleh mama-mama di sekretariat Odiyatei timika
Puji-pujian mama-mama di sekretariat Odiyatei Timika.

Kagetpapua – TIMIKA | Ikatan Keluarga Besar Onago, Diyai, Ayatei dan Yamekopa-Apikopa (IKB ODIYATEI) yang berdomisili di Timika merayakan Ibadah Natal Oikumene pada, 10 Desember 2022, di sekretariat IKB Odiyatei, Jln. cendrawasih depan Petrosea. Timika, Papua Tengah.

Dalam Perayaan Natal IKB Odiyatei juga menampilkan persembahan dan lagu puji-pujian dengan tema: “Yesus Juru Selamat Telah Lahir” dan subtema: “Melalui Natal Ini Kita Diingatkan Bahwa Yesus Juru Selamat Bagi Ikatan Keluarga Besar Odiyatei Di Timika Telah Lahir” (Lukas, 2 : 11).

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Deserius Adii. Didalam khotbahnya disampaikan bahwa, “orang yang menyelamatkan atau bertindak sebagai penolong dalam kesukaran yaitu, penyelamat; Juru selamat adalah seseorang yang menyelamatkan nyawa orang lain”. Manusia memiliki berkatnya masing-masing. Dengan ada nya berkat yang diberikan Tuhan kepada kita manusia, sekiranya kita juga dapat menjadi berkat bagi sesama.

Semoga melalui Perayaan Natal Ikatan Keluarga Besar Odiyatei Yamekopo- Apikopa yang berdomisili di timika dapat menjadi berkat bagi sesama dan menjadi berkat dalam mewujudkan tujuan bersama.

Dalam sambutan Wakil Ketua Panitia Natal “IKB Odiyatei” Sonny Ukago, Sehubungan dengan perayaan natal ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak Pdt. Deserius adii yang sudah melayani, demikian kami berterima kasih kepada bapa/ibu yang hadir bahkan semua pihak yang telah membantu menyumbangkan berupa donasi, bama,  serta tenaga untuk mensukseskan kegiatan Natal IKB Odiyatei.

Selain itu Sonny Ukago menerangkan, Persiapan yang dilaksanakan oleh Panitia Natal 2022 kurang lebih 1 bulan hingga pelaksanaan acara natal dilaksanakan dan dapat berjalan dengan baik pada siang hari ini, 10 Desember 2022.

Penasihat Umum IKB Odiyatei wilayah Timika Bapak. Justinus Giyai mengucapkan, banyak terima kasih kepada Bapak Pdt. Deserius Adii yang tidak pernah lelah melayani kami sejak awal pemberkatan lokasi IKB Odiyatei hingga acara natal ini.

Jelas Bapak. Justinus Giyai, Kami semua yang hadir ini sebenarnya tidak terkumpul di sini namun, rencana Allah dengan melalui orang-orang tua perintis kami maka, kita dapat berkumpul bersama di sekretariat Odiyatei sehingga para orang tua perintis inilah yang melihat celah dalam setiap jalan menuju kesuksesan dalam bentuk apa pun di tanah amungsa.

Dalam setiap sumbangan berupa uang saudara-saudari melihat seperti daun maka, awal permulaan hingga akhir natal ini berjalan dengan lancar, dan semua itu bukan kami manusia yang balas tetapi Tuhan akan menjawab dalam setiap aktivitas anda masing-masing. Ujar bapak. Yusti.

Kita Keluarga Besar Odiyatei harus saling membanggakan dan menghargai satu dengan yang lain itu sangat penting karena kedepan juga kita sendiri yang akan menaiki ikatan ini. Ingat moto IKB Odiyatei (Kalau bukan saya, siapa lagi! Dan kalau bukan sekarang Kapan lagi!) Kata Justin.

Tambahan Pak Justinus Giyai, jangan pernah lupa pergi ke gereja beribadah untuk mendengarkan Firman Tuhan, dan melakukannya di rumah, kantor, dan setiap aktivitas lainnnya.

Bapak. Agus Ukago mengampaikan, Kami adalah orang-orang Odiyatei, jadi kami juga harus menjaga nama baik Ikatan Odiyatei di wilayah Timika, melindungi lingkungan rumah kami, keluarga kami, gereja dan dalam bentuk komunitas apa pun.  Agus Ukago.

Kami dari lingkungan Odiyatei, harus tetap satu hati, satu tujuan dalam kekeluargaan di wilayah Timika, karena manusia hidup hanya sementara, ketika kita mati, tentu saja yang akan pergi adalah nama dan klan kita. kata bapak. Agus

Saya tidak takut pada siapa pun tetapi saya hanya takut pada Tuhan. Menurut Bpk. Agus.

Perwakilan Tokoh Agama Bapak. Manfred Adii mengucapkan, selamat atas acara Oikumene Perayaan Natal Odiyatei, Giyai, Ukago, Tekege, Badii, Bobii dan Yamekopa Apikopa di wilayah Timika Papua.

Sekretariat Odiyatei ini adalah lokasi orang tua perintis kami yang berawal menginjak tanah Amungsa ini maka, kami juga mengucapkan selamat kepada Orang Tua Perintis kami yang datang lebih awal ke Timika. Kata bapak. Manfred Adii.

Jelas bapak. Manfred Adii, Dengan orang tua perintis yang telah membuat jalan, harmoni dan kami yang lain harus memegangnya dengan tekun sebab, sekarang kami telah memiliki kepala suku wilayah menurut asal kita masing-masing di Timika.

Remaja dan anak-anak harus memahami dalam ikatan karena sirih berubah, Tegas bapak. Manfred Adii.

Ketua IKB Odiyatei Wilayah Timika bapak. Jeremias Ukago mengatakan, Kami yang sudah menikah dan yang belum menikah harus paham dan terus ingat bahwa kami hidup dan hidup dengan hukum adat, agama dan pemerintah.

Kami IKB Odiyatei di wilayah Timika harus berhati-hati dan sadar dalam mengkonsumsi alkohol dan makan pinang karena itu bukan Tradisi Suku Mee. Jelas Bapak Jeremias Ukago.

Penasehat Umum IKB Odiyatei Bapak. Stevanus Badii menyampaikan materi, selain Giyai, Ukago, Tekege, Badii, Bobii Apikopa-Yamekopa, yang tinggal di kampung “Onago Diyai Ayatei Dedoutei” (Odiyatei) itu termasuk sebagai Yamekopo. Apikopa adalah mereka yang tinggal di kampungnya masing-masing.

Kita harus jaga ucapan kasar karena salah ucapan-ucapan kasar itulah yang membuat keluarga besar kita terpisah. Tegas bapak. Stevanus badii.

Bapak Pdt. Deserius adii yang sebagai sekretaris dewan adat suku mee (Dasmee), juga membanggakan Ikatan Keluarga Besar Onago, Diyai, Ayatei ( IKB Odiyatei) di wilayah Timika. Pdt. Deserius pula Menyampaikan, Tuhan akan cukupi dalam setiap kehidupan kita masing-masing.

Tidak boleh membeda-bedakan agama, kampung dan marga namun, kita tetap satu dan sudah jadi satu melalui ikatan, saling membantu satu sama lain itulah kehidupan manusia Suku Mee Asli. Kata Pdt. Deserius Adii.

2023 mendatang Tuhan kalian akan Membimbing  dalam setiap aktivitas IKB Odiyatei. Pungkas Pdt. Deserius Adii.

Sebagai wujud rasa syukur kita dalam memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus, maka diperlukan suatu wadah untuk merayakan Natal bersama agar kita semakin mengerti betapa besarnya kasih Tuhan kepada kita semua di Ikatan Keluarga Besar Onago, Diyai, Ayatei dan Apikopa yame kopa (IKB Odiyatei) merupakan bagian dari masyarakat yang ingin merayakan Natal. Melalui Natal ini diharapkan seluruh keluarga besar Odiyatei Apikopa yamekopa dapat bersukacita merasakan damai Natal serta meningkatkan kekeluargaan dan kesatuan dalam badan organisasi IKB Odiyatei.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Meriahkan HUT ke-3 Gereja Katholik Kapela Tillemans Ema-Owaa TIMIKA

Pastor Okto taena.Pr bersama Para tokoh-tokoh di Kapela Tillemans Ema-Owaa.

KagetpapuaTIMIKA | Gereja Katholik Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Ema-Owa merayaan HUT (Hari Ulang Tahun) yang ke-3 di warnai pertunjukan Seni dan Budaya Suku Mee.

Selain itu, dihadiri ratusan umat Katholik dan para tokoh lintas agama yang meriah di Gereja kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Ema-Owaa, dan disiarkan juga secara Live Streaming Multimedia Tiga Raja Timika. Pada 08 Desember 2021 pukul 10.00 Wp. Di Kapela Tillemans Ema-Owaa Timika, Papua Tengah.

Dalam perayaan HUT ini pula, berlangsung semarak dengan adanya penampilan seniman, budayawan serta vokal grup musik umat gereja katolik Kapela Tillemans “Ema-Owaa di Timika.

Ibadah Syukur HUT ke-3 dilayani oleh Pastor. Oktovianus Taena Pr. Dalam khotbahnya diambil dari bacaan Injil Lukas 1:26-38.

Sebagai umat Katolik tentunya Bunda Maria sudah tidak asing lagi bagi kita, Bunda Maria adalah seorang wanita pilihan Tuhan dari antara semua wanita yang ada di muka bumi ini.

Bagi umat Katolik, Bunda Maria adalah wanita istimewa, jika bagi saudara-saudara kita yang beragama lain mungkin tidak percaya tetapi kita umat Katolik sungguh percaya bahwa Maria adalah Bunda ibu Yesus dan segala bangsa.

Motivasi dan metode yang tepat dalam Tuhan dapat menjadikan kualitas pelayanan yang tepat untuk tetap setia kepada Tuhan.

Selain itu, Ketua Panitia HUT dan Natal Gereja Katolik Kapela Tillemans Ema-Owaa, Bapak Lukas Magai dalam sambutannya mengatakan bahwa atas nama Pastor Herman tillemans, beliau memimpin rumah doa dan berbagai lagu sambil mengajak masyarakat Suku Mee untuk tepuk tangan dengan keras. Kami telah memuji leluhur kami, nenek moyang kami, dan mantan perintis kami.

Magai melanjutkan, Pastor Okto Taena dan Tim Pastoral sedang mempersiapkan hal-hal yang luar biasa. Kami masyarakat menyambut baik Pater Okto Taena sebagai pengganti pater Tillemans. Demikian juga, para malaikat Tuhan bersorak di kiri dan kanan kami dan Tim Media Tiga Raja juga bersama kami.

Berbahagialah mereka dan kita semua hari ini merayakan ulang tahun ke-3 Kapela Tillemans Ema-Owaa. Di Jalan Perintis Timika Indah Papua pada 8 Desember 2021. Perlindungan kami adalah tradisi dan ajaran gereja Katolik Roma, kata Magai.

Ketua Kerukunan Suku Mee Katolik di Timika, Bapak Alfons Dogopia mengucapkan terima kasih kepada bapak Pastor. Oktovianus taena dan krunya serta Tim Tiga Raja Multi Media yang tidak pernah lelah melayani kami, sehingga kami bosan melihat mereka di Kapel Tillemans Ema-Owaa.

Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyampaikan laporan-laporan yang telah melaksanakan kegiatan selama ini, dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Lukas Magay yang tidak pernah bosan untuk hadir walaupun hanya bersama dengan Pemuda Katolik (OMK) di tempat ini. Omk hadir karena ada Pak Lukas, kata Dogopia.

Pak Alfons Dogopia mengapresiasi, dalam 3 tahun Tillemans telah melahirkan 3 orang anak yaitu,

1. Badan Pimpinan Kapel Tillemans Ema-Owaa Timika

2. Pemuda Katolik, OMK

3 Lokasi Gereja Katolik Kapel Tillemans Ema-Owaa timika

Perayaan HUT ke-3 ini diakhiri dengan pemotongan kue ulang tahun yang dibagikan kepada warga toko gereja yang hadir di kapel tillemans Ema Owaa.

Pada kesempatan terpisah. Ibu Ida dawapa menyerahkan hadiah untuk pertandingan Bola Voli dan bola futsal yang telah dipertandingkan sebelum ulang tahunnya (HUT).

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Terlihat Unik Dan Terinspirasi Untuk Umat Kapela Tillemans (Ema Owaa) Timika

Kandang natal yang unik versi rumah adat suku (mee)

KagetpapuaTIMIKA | Suasana halaman Gereja Kapela Tillemans Ema-Owaa Timika sudah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kini sudah terlihat unik dan terinspirasi untuk umat katolik Suku Mee yang berasal dari tiga daerah yakni, kab. Deiyai, Dogiya dan Paniyai. Pada umumnya kegataka hingga makataka yang berdomisili di Timika, Papua Tengah.

Kandang dan pohon natal ini didirikan di atas tumpukan batu campur pasir yang telah umat katolik menjadikan rupa bukit dan dikelilingi pagarnya yang mengkreasikan versi Rumah adat Mee yang biasanya disebut Ema-Owaa. Proses pembuatan selama 2 hari 1 malam pada tanggal 4 hingga 6 Desember 2021.

Didalam lingkungan pagar ini juga ada tanaman Pisang, keladi, tebu dan tanaman lokal lainnya. dengan menggunakan rangkaian lampu warna-warni di jalan perintis Timika  indah

Pada saat itu ada kabar baik bahwa, Pemda Mimika telah mengadakan lomba hias Kandang dan Pohon natal dalam rangka menyambut Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.  Dalam lomba tersebut ada nama Gereja Kapela Tillemans Ema-Owaa pula terdaftar dalam lomba dengan no pendaftaran urutan 049. 

Adoooh, ternyata informasi yang didapat masyarakat tinggal dua hari lagi untuk datang dan melihat serta menilai kreativitasNya.

Ah Sayang! Waktu dan hari sudah mepet, namun OMK dan Umat kapela Tillemans Ema-Owaa tetap semangat dan menyepakati bahwa “Mulai Bekerja Sesuai Pendapat Masing-masing Orang”. Semua beralih kerjasama secara bergotong-royong selama dua hari satu malam berturut-turut hingga selesai.

Kami membuat gubuk ini bukan karena kompetisi dari pemerintah setempat, tetapi ini adalah sesuatu yang kami terbiasa disetiap natal namun ada sedikit perbedaan dengan sekarang hanya dengan pagar yang dikelilingi lokasi gubuk dan pohon Natal Serta tanaman lokal lainnya.

Anehnya disini ! Saat itu ada beberapa pemuda yang pulang dan pergi dengan motor mencari rotang, lumutan alam dan kayu buah pada petang hari di hutan.

Ya, tentu Anda juga ingin tahu bahan-bahan yang sudah dibuat oleh OMK dan Para Umat Kapela Tillemans Ema-Owaa!

1. Sebanyak Kayu Buah Berpotongan 1 Cm.

2. Rumput Alang-alang.

3. Lumut hutan alam.

4. Rotan berukuran panjang.

5. Lebih unik lagi, Botol Aqua yang kosong merupakan variasi pada bagian luar pohon Natal.

Di depan Kandang Natal/Betlehem dipasang papan bertuliskan tema Natal 2021, “Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan 1 Petrus 1:22.

Kreativitas OMK dan Umat Kapela Tillemans Ema-Owaa Timika membuat rasa memiliki dan manfaat yang beragam.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Angkut Bama Kepada Umat Migani Guna Misa Syukuran.

Menaiki Bama ke atas kendaraan angkutan barang oleh Umat Katolik Gereja Kapela Tillemans Ewa Owapa di jalan perintis timika indah

KagetpapuaTIMIKA | Menaiki bama berupa babi satu ekor dan sayur-sayuran di atas kendaraan angkutan barang oleh, umat katolik, gereja Kapela Tillemans Ema-Owa di jalan perintis timika indah, Papua Tengah. pada, 12/11/2021. Pukul, 03.25. Wp

Bantuan  tersebut diserahkan secara simbolis oleh anggota gereja kapela Tillemans Ema Owaa kepada umat Migani untuk persiapan misa pengukuhan dan syukurannya Pater Fransiskus Sonotigi Sondegau Pr.  Dan Pastor Yeskiel Tawakidua Dole Belau Pr. yang akan dilaksanakan di Gereja kapela Migani Nduni belakang perumahan pemda Sp 2, Timika.

Bapak. Lukas Magai menjelaskan, “Dulu dan sekarang berbeda karena masalah yang kita hadapi saat ini adalah pandemi Covid-19, sehingga kegiatan ibadah setiap orang beribadah di kapelanya masing-masing, maka harus kita atasi bersama dan membutuhkan kerjasama semua elemen masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kerukunan Suku Mee, Bapak Alfons Dogopia, menyampaikan bahwa setiap bantuan tidak boleh dilihat dari hal besar dan kecil, tetapi kita harus bersyukur karena ini adalah awal dari kita umat Katolik.

Ini adalah bentuk kepedulian kita sebagai sesama umat Katolik di Papua.  Papua milik kita bersama, kita semua merasakan satu cubitan,” ujar Pak Alfons Dogopia.

Tambahan Pak. Dogopia, Misa pengukuhan ucapan syukur dan menerima berkat pertama dari juru kampanye Yesus yaitu, Pater Fransiskus Sonotigi Sondegau Pr.  Dan Pastor Yeskiel Tawakidua Dole Belau Pr.

“Pendistribusian bantuan ini sudah kami sampaikan kepada masyarakat Migani. Dan kami mohon kepada masyarakat untuk tetap semangat.” tandasnya (*)

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog