Pesawat CN-235 Milik TNI AU Alami Kecelakaan di Wamena Papua

Pesawat militer kecelakaan di bandar udara wamena

KagetpapuaWAMENA | Pesawat militer jenis CN-235 milik TNI Angkatan Udara pagi tadi mengalami sebuah kecelakaan atau insiden di Pangkalan Udara (Lanud) wamena, papua. Jumat, 23 Desember 2022.

Komandan Lanud Wamena Letkol Pnb Yulianto mengatakan, pesawat dari Skadron Udara 27 Lanud Manuhua Biak, Papua itu mengalami kerusakan pada nose whell depan pada saat melakukan pendaratan sekitar pukul 09.03 di Bandara Wamena.

“Pilot dan crew dalam kondisi aman, demikian juga operasional  bandara Wamena sudah kembali berjalan normal,” kata Danlanud Wamena Letkol Pnb Yulianto dalam keterangan resminya, Jumuat, 23 Desember 2022.

Lebih jauh Danlanud Wamena menjelaskan, pesawat jenis angkut milik TNI Angkatan Udara itu berada di Bandara Wamena karena yang sedang melaksanakan misi operasi angkutan udara Noken Timur 22 dari Lanud Yku Timika.

Saat ini, lanjut Danlanud, badan pesawat telah berhasil dievakuasi dan di parkir di apron Lanud Wamena.

“Penyebab insiden sedang dalam penyelidikan tim investigasi TNI AU,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Viva.co.id
LINK SUMBER : pesawat CN-235 TNI AU alami kecelakaan di Bandara Wamena

Sumber: Pen. Lanud Wamena

Membudayakan Membawa Noken Tradisi Papua

Noken adalah tas tradisi orang papua yang selalu pusatkan segala pengisian.

Tuhan sudah ciptakan berbagai macam suku dan budaya di teritori Papua.  Kebudayaan Papua banyak dan harus diperkenalkan. Salah satunya adalah noken, sebuah kebudayaan asli Papua yang telah ditetapkan menjadi warisan budaya UNESCO. Noken Sedunia 04 Desember 2012  oleh Tn. Titus Pekey

Noken merupakan sebuah tas tradisi asli masyarakat papua yang dibawa dengan menggunakan kepala. Bahannya terbuat dari serat kulit kayu yang digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Sejatinya, papua juga terkenal dengan kekayaan alam yang terpendam di sana. Budaya dan kesenian Papua sangat bervariasi, yaitu bahasa lokal dari masing-masing suku kelompok etnik pakaian adat, rumah adat, tari-tarian tradisional, senjata tradisional, makanan khas Papua, musik tradisional, kerajinan tangan, dan lain-lain.

“Kegiatan ini merupakan salah satu strategi diplomasi dan upaya menguatkan ketahanan budaya bapua. Selain itu juga untuk mewujudkan ekosistem budaya dengan membangun jejaring kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah, BUMN, komunitas, penggiat budaya dan UMKN dalam rangka meningkatkan perekonomian rakyat,” tambah Yayuk…

Noken Anggrek Tas Tradisi West Papua

Noken Anggrek  atau Tas tradisi asli buatan mama-mama Papua  yang dibuat dari berbagai bahan alami, bukan sekadar tas karena banyak nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Noken anggrek yang merupakan tas rajutan dari Papua lebih banyak dikenal, pembuatannya juga terus berkembang mengikuti dunia busana.

Dengan banyaknya jumlah suku di Papua, makna dan penggunaan noken anggrek pun beraneka ragam.

(“Noken itu Tas Tradisi bagi kita berkulit hitam dan berambut keriting Orang Papua yang sudah di wariskan oleh moyang kita. Mari Kawan, kita tetap melestarikan budaya kita “Noken”.) Selamat Hari Ulang Tahun Noken Sedunia 04 Desember 2012 hingga 04 Desember 2021.

@kagetpapua

Bangun Citra Diri Dengan Tekun

Sungai di kawasan pelabuhan Pomako Timika, 09 November 2022

Bangun Citra Diri Dengan Tekun merupakan apa yang telah kita capai sekarang adalah hasil dari usaha kecil yang kita lakukan secara terus menerus.  Sukses bukanlah sesuatu yang jatuh begitu saja.  Jika kita yakin dengan tujuan dan jalan kita, maka kita terus memiliki ketekunan untuk terus berusaha, ketekunan adalah kemampuan kita untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan.

Kami harus terus mengambil langkah berikutnya.  Jangan hanya berhenti di langkah pertama.  Memang, semakin jauh kita berjalan, semakin banyak rintangan yang kita hadapi.  Bayangkan, jika kemarin kita berhenti, maka hari ini kita tidak ada.

Setiap langkah meningkatkan harga diri kita, apapun yang kita lakukan, tidak kehilangan ketekunan kita.  Karena ketekunan adalah daya tahan kita.

Pepatah mengatakan bahwa seribu kilometer langkah dimulai dengan satu langkah.  Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah kecil, dan langkah awal kesuksesan harus kita mulai dari rumah kita sendiri.  Rumah terbaik adalah hati kita, itu adalah tempat terbaik untuk memulai dan kembali.

Mulailah merencanakan strategi.  Mulailah melakukan apa pun yang mengarah pada impian kita.

Karena tindakan ini akan membawa kita lebih dekat ke target yang tepat.  Jika Anda belum bisa melakukan hal-hal besar, cukup dengan hal-hal kecil.  Yang jelas, telah mengambil tindakan untuk berubah.

Ambil tindakan untuk perubahan meskipun itu hanya hal kecil. Setelah itu lakukan tindakan korektif agar yang kecil berubah menjadi besar.

@kagetpapua

Tari Tradisional Sambut Imam Baru dan Diakon di Paroki Sempan Timika

Minggu, 16 Oktober 2022 16:32 WIT

Keluarga menandu Diakon Ricky Yeuyaan, Pr menuju gereja untuk ditahbiskan sebagai imam, Minggu (16/10/2022). Keluarga juga mengiringinya dengan tarian dan lagi tradisional. (Foto: Yonri/Seputarpapua)

KagetpapuaTIMIKA | Beragam tari-tarian dan musik tradisional menyambut kedatangan tiga calon imam dan dua calon diakon di Gereja Paroki St Stefanus Sempan Timika, Papua Tengah pada Minggu (16/10/2022).

Ketiga calon imam yang akan ditahbiskan hari ini yakni, Diakon Emanuel Buang Lela, Pr, Diakon Theodorus Yoseph Tepa, OFM, dan Diakon Ricky Carol Yeuyanan, Pr.

Sedangkan dua calon diakon yakni Fr. Alpius Alpen Mujijau, OFM dan Fr. Domisius Wandi Batoteng Raya, OFM.

Diakon Emanuel dibawa oleh keluarga menghadap Uskup Keuskupan Sorong-Manokwari, Mgr. Hilarion Datus Lega, Pr dengan tarian khas Nusa Tenggara Timur.

Diakon Theo, diiringi tarian Suku Mimika Wee (Kamoro) dan nyanyian tradisional.

Sedangkan Diakon Ricky diiringi tarian khas Suku Kei. Diakon Ricky bahkan ditandu oleh keluarga sambil bernyanyi di dalam dekorasi perahu.

Dua calon diakon, yakni Fr. Alpius dan Fr. Domisius juga diiringi keluarga tidak kalah meriah.

Fr. Domisius diiringi nyanyian dan tarian tradisional khas Toraja. Sedangkan Fr. Alpius yang datang paling terakhir juga tidak kalah meriah.

Fr. Alpius diiringi tari dan nyanyian khas Papua Pegunungan. Atmosfer kegembiraan pun menggema di sekitaran Gereja St. Stefanus Sempan.

Mgr. Hilarion yang menunggu di depan pintu gerbang gereja pun menyambut seluruh iman dan diakon.

“Saya menyambut saudara Theodorus Yoseph Tepa, OFM sebagai Pater,” kata Hilarion ketika menyambut Diakon Theodorus beserta keluarga.

Pemberian Bama kepada Anak-anak Sekolah di Asrama St Ignatius Timika

Serahkan Bama secara simbolis kasih sayang kepada anak-anak sekolah di asrama St. Ignatius timika.

KagetpapuaTIMIKA | Rombongan umat katolik pada gereja Kapela Tillemans Ema-Owaa, memberikan bama (bahan makanan) dan berupa donasi kepada anak-anak sekolah di Asrama St. Ignatius Timika, yayasan pendidikan puncak jaya SMAK, yang diterima oleh Ketua Yayasan,  Kepala Sekolah dan Kepala Asrama di Jalan Yosudarso.  Km 7-Sp.1, Papua Tengah Minggu (10/07/2022).

Kordinator seksi sosial pada Gereja Tillemans Ema-Owaa. Ibu. Bonafasya Tekege mengatakan bahwa, Kami datang kesini untuk membantu bama (bahan makanan) dengan apa yang bisa kami berikan sebagai bentuk kepedulian sesama.

Kami datang pula memberikan berupa donasi secara simbolis, kasih sayang kepada anak-anak sekolah untuk membeli perlengkapan mereka di sekolah. Ujar ibu. Tekege,

Kepala Yayasan SMAK Bapak. Ignatius Adii Mengatakan, bangunan yang ada ini dibangun oleh Departemen Pemerintah Kementerian Agama, sekaligus dengan lokasi yang luasnya sudah mencapai satu hektar memanjang.

yang belum timbun pasir ini akan di timbun karena rencana kedepan akan membangun sekolah 12 kelas. Ujar Bapak Adii

Ada tiga perempuan dari suku Mee yang baru bertugas dan mengajar di SMAK (sekolah menengah agama katolik). Jelas Adii

Kata bapak. Ignatius Adii, Tahun ini hanya ada 4 laki-laki dan 4 perempuan yang telah membawa oleh kedua pastor antara pr. Yogi dan pr. Bunai, jadi ada 8 orang.

Selain itu Pak. Adii mengatakan bahwa, setelah selesai timbunan di belakang Kapela Tillemans Ema-Owaa di timika indah, kita akan membahas TK, jika memang benar-benar di bawah pengelolaan yayasan di sini.

Kalau itu YPPK, nantikan akan campur tangan dengan orang lain atau yayasan lain akan mengganggu jadi mari kita memilikinya sehingga mereka dapat mengelolanya sendiri dengan caranya sendiri. Tandasnya (*)

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Mengetahui isi lebih penting daripada menilai kejelekan sampulnya

Membaca buku para Omk Kapela Tillemans Ema-Owaa di timika.

KagetpapuaTIMIKA | Jangan menilai buku dari sampulnya. Jika menilai buku dari sampulnya, kamu mungkin kehilangan cerita yang luar biasa didalamnya. Kenali lebih penting bukan dari kata orang lain karena pandangan dan penyelidikan kita tak selalu sama.

Tapi terkadang penilaian itu justru datang dari orang yang sama sekali tidak mengenal dengan baik. Mereka tidak tahu bagaimana isi tulisan aslinya, dan bagaimana sosok yang sebenarnya.

Dengan uraian diatas saya menyelubungi kebiasaan manusia yang selalu pempraktikkan orang lain. Hati-hati dalam menilai dan menghalimi orang. Takut-takut apa yang kita tabur pada orang, itu yang akan subur dalam diri kita.

Salah satu yang paling menyebalkan dalam hidup ini adalah bertemu orang-orang yang dengan mudah menilai diri kita. Entah itu dari penampilan, dari cerita orang, atau dari masa lalunya. Jujur, kita bersikap seperti itu bukan berarti kita anti dengan kritikan, karena kita sadar biasanya kritikan itu dapat membangun menjadi lebih baik.

Sudah menjadi tradisi bahwa kebanyakan dari kita menilai itu dari penampilannya. Jika seseorang berpenampilan baik, maka mungkin orang tersebut adalah orang yang baik.

Kita juga bisa saja menilai dari apa yang dikatakan orang lain tentang dirinya. Jika ada seseorang yang mengatakan orang tersebut tidak baik, maka kita ikut-ikutan menganggap ia tidak baik. Begitu juga dengan masa lalunya.

Teruntuk mereka yang gampang mendeskripsikan seseorang, sadarlah bahwa seseorang bisa saja berubah tanpa sepengatahuan orang lain.

Tidak perlu menghakimi jika kamu sendiri tidak tahu kenyataan yang sebenarnya. Karena takutnya, apa yang kamu nilai dari seseorang akan menyerang dirimu sendiri. Jadi berhati-hatilah menilai seseorang.

Niat adalah ukuran untuk menilai benarnya suatu perbuatan. Jika niatnya benar, maka perbuatan akan benar, dan jika niatnya buruk maka perbuatan itu buruk.

Terkadang apa yang kita lakukan baik tak selalu dinilai baik oleh orang lain. Tapi tak mengapa, karena Allah tidak pernah salah menilai hambanya.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Meriahkan HUT ke-3 Gereja Katholik Kapela Tillemans Ema-Owaa TIMIKA

Pastor Okto taena.Pr bersama Para tokoh-tokoh di Kapela Tillemans Ema-Owaa.

KagetpapuaTIMIKA | Gereja Katholik Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Ema-Owa merayaan HUT (Hari Ulang Tahun) yang ke-3 di warnai pertunjukan Seni dan Budaya Suku Mee.

Selain itu, dihadiri ratusan umat Katholik dan para tokoh lintas agama yang meriah di Gereja kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Ema-Owaa, dan disiarkan juga secara Live Streaming Multimedia Tiga Raja Timika. Pada 08 Desember 2021 pukul 10.00 Wp. Di Kapela Tillemans Ema-Owaa Timika, Papua Tengah.

Dalam perayaan HUT ini pula, berlangsung semarak dengan adanya penampilan seniman, budayawan serta vokal grup musik umat gereja katolik Kapela Tillemans “Ema-Owaa di Timika.

Ibadah Syukur HUT ke-3 dilayani oleh Pastor. Oktovianus Taena Pr. Dalam khotbahnya diambil dari bacaan Injil Lukas 1:26-38.

Sebagai umat Katolik tentunya Bunda Maria sudah tidak asing lagi bagi kita, Bunda Maria adalah seorang wanita pilihan Tuhan dari antara semua wanita yang ada di muka bumi ini.

Bagi umat Katolik, Bunda Maria adalah wanita istimewa, jika bagi saudara-saudara kita yang beragama lain mungkin tidak percaya tetapi kita umat Katolik sungguh percaya bahwa Maria adalah Bunda ibu Yesus dan segala bangsa.

Motivasi dan metode yang tepat dalam Tuhan dapat menjadikan kualitas pelayanan yang tepat untuk tetap setia kepada Tuhan.

Selain itu, Ketua Panitia HUT dan Natal Gereja Katolik Kapela Tillemans Ema-Owaa, Bapak Lukas Magai dalam sambutannya mengatakan bahwa atas nama Pastor Herman tillemans, beliau memimpin rumah doa dan berbagai lagu sambil mengajak masyarakat Suku Mee untuk tepuk tangan dengan keras. Kami telah memuji leluhur kami, nenek moyang kami, dan mantan perintis kami.

Magai melanjutkan, Pastor Okto Taena dan Tim Pastoral sedang mempersiapkan hal-hal yang luar biasa. Kami masyarakat menyambut baik Pater Okto Taena sebagai pengganti pater Tillemans. Demikian juga, para malaikat Tuhan bersorak di kiri dan kanan kami dan Tim Media Tiga Raja juga bersama kami.

Berbahagialah mereka dan kita semua hari ini merayakan ulang tahun ke-3 Kapela Tillemans Ema-Owaa. Di Jalan Perintis Timika Indah Papua pada 8 Desember 2021. Perlindungan kami adalah tradisi dan ajaran gereja Katolik Roma, kata Magai.

Ketua Kerukunan Suku Mee Katolik di Timika, Bapak Alfons Dogopia mengucapkan terima kasih kepada bapak Pastor. Oktovianus taena dan krunya serta Tim Tiga Raja Multi Media yang tidak pernah lelah melayani kami, sehingga kami bosan melihat mereka di Kapel Tillemans Ema-Owaa.

Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyampaikan laporan-laporan yang telah melaksanakan kegiatan selama ini, dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Lukas Magay yang tidak pernah bosan untuk hadir walaupun hanya bersama dengan Pemuda Katolik (OMK) di tempat ini. Omk hadir karena ada Pak Lukas, kata Dogopia.

Pak Alfons Dogopia mengapresiasi, dalam 3 tahun Tillemans telah melahirkan 3 orang anak yaitu,

1. Badan Pimpinan Kapel Tillemans Ema-Owaa Timika

2. Pemuda Katolik, OMK

3 Lokasi Gereja Katolik Kapel Tillemans Ema-Owaa timika

Perayaan HUT ke-3 ini diakhiri dengan pemotongan kue ulang tahun yang dibagikan kepada warga toko gereja yang hadir di kapel tillemans Ema Owaa.

Pada kesempatan terpisah. Ibu Ida dawapa menyerahkan hadiah untuk pertandingan Bola Voli dan bola futsal yang telah dipertandingkan sebelum ulang tahunnya (HUT).

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Terlihat Unik Dan Terinspirasi Untuk Umat Kapela Tillemans (Ema Owaa) Timika

Kandang natal yang unik versi rumah adat suku (mee)

KagetpapuaTIMIKA | Suasana halaman Gereja Kapela Tillemans Ema-Owaa Timika sudah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kini sudah terlihat unik dan terinspirasi untuk umat katolik Suku Mee yang berasal dari tiga daerah yakni, kab. Deiyai, Dogiya dan Paniyai. Pada umumnya kegataka hingga makataka yang berdomisili di Timika, Papua Tengah.

Kandang dan pohon natal ini didirikan di atas tumpukan batu campur pasir yang telah umat katolik menjadikan rupa bukit dan dikelilingi pagarnya yang mengkreasikan versi Rumah adat Mee yang biasanya disebut Ema-Owaa. Proses pembuatan selama 2 hari 1 malam pada tanggal 4 hingga 6 Desember 2021.

Didalam lingkungan pagar ini juga ada tanaman Pisang, keladi, tebu dan tanaman lokal lainnya. dengan menggunakan rangkaian lampu warna-warni di jalan perintis Timika  indah

Pada saat itu ada kabar baik bahwa, Pemda Mimika telah mengadakan lomba hias Kandang dan Pohon natal dalam rangka menyambut Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.  Dalam lomba tersebut ada nama Gereja Kapela Tillemans Ema-Owaa pula terdaftar dalam lomba dengan no pendaftaran urutan 049. 

Adoooh, ternyata informasi yang didapat masyarakat tinggal dua hari lagi untuk datang dan melihat serta menilai kreativitasNya.

Ah Sayang! Waktu dan hari sudah mepet, namun OMK dan Umat kapela Tillemans Ema-Owaa tetap semangat dan menyepakati bahwa “Mulai Bekerja Sesuai Pendapat Masing-masing Orang”. Semua beralih kerjasama secara bergotong-royong selama dua hari satu malam berturut-turut hingga selesai.

Kami membuat gubuk ini bukan karena kompetisi dari pemerintah setempat, tetapi ini adalah sesuatu yang kami terbiasa disetiap natal namun ada sedikit perbedaan dengan sekarang hanya dengan pagar yang dikelilingi lokasi gubuk dan pohon Natal Serta tanaman lokal lainnya.

Anehnya disini ! Saat itu ada beberapa pemuda yang pulang dan pergi dengan motor mencari rotang, lumutan alam dan kayu buah pada petang hari di hutan.

Ya, tentu Anda juga ingin tahu bahan-bahan yang sudah dibuat oleh OMK dan Para Umat Kapela Tillemans Ema-Owaa!

1. Sebanyak Kayu Buah Berpotongan 1 Cm.

2. Rumput Alang-alang.

3. Lumut hutan alam.

4. Rotan berukuran panjang.

5. Lebih unik lagi, Botol Aqua yang kosong merupakan variasi pada bagian luar pohon Natal.

Di depan Kandang Natal/Betlehem dipasang papan bertuliskan tema Natal 2021, “Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan 1 Petrus 1:22.

Kreativitas OMK dan Umat Kapela Tillemans Ema-Owaa Timika membuat rasa memiliki dan manfaat yang beragam.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Angkut Bama Kepada Umat Migani Guna Misa Syukuran.

Menaiki Bama ke atas kendaraan angkutan barang oleh Umat Katolik Gereja Kapela Tillemans Ewa Owapa di jalan perintis timika indah

KagetpapuaTIMIKA | Menaiki bama berupa babi satu ekor dan sayur-sayuran di atas kendaraan angkutan barang oleh, umat katolik, gereja Kapela Tillemans Ema-Owa di jalan perintis timika indah, Papua Tengah. pada, 12/11/2021. Pukul, 03.25. Wp

Bantuan  tersebut diserahkan secara simbolis oleh anggota gereja kapela Tillemans Ema Owaa kepada umat Migani untuk persiapan misa pengukuhan dan syukurannya Pater Fransiskus Sonotigi Sondegau Pr.  Dan Pastor Yeskiel Tawakidua Dole Belau Pr. yang akan dilaksanakan di Gereja kapela Migani Nduni belakang perumahan pemda Sp 2, Timika.

Bapak. Lukas Magai menjelaskan, “Dulu dan sekarang berbeda karena masalah yang kita hadapi saat ini adalah pandemi Covid-19, sehingga kegiatan ibadah setiap orang beribadah di kapelanya masing-masing, maka harus kita atasi bersama dan membutuhkan kerjasama semua elemen masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kerukunan Suku Mee, Bapak Alfons Dogopia, menyampaikan bahwa setiap bantuan tidak boleh dilihat dari hal besar dan kecil, tetapi kita harus bersyukur karena ini adalah awal dari kita umat Katolik.

Ini adalah bentuk kepedulian kita sebagai sesama umat Katolik di Papua.  Papua milik kita bersama, kita semua merasakan satu cubitan,” ujar Pak Alfons Dogopia.

Tambahan Pak. Dogopia, Misa pengukuhan ucapan syukur dan menerima berkat pertama dari juru kampanye Yesus yaitu, Pater Fransiskus Sonotigi Sondegau Pr.  Dan Pastor Yeskiel Tawakidua Dole Belau Pr.

“Pendistribusian bantuan ini sudah kami sampaikan kepada masyarakat Migani. Dan kami mohon kepada masyarakat untuk tetap semangat.” tandasnya (*)

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Kunjungan Umat Katolik Gereja Kapela Tillemans Ema-Owaa di Panti asuhan Timika.

Usai berbagi aksi natal, foto bersama anak-anak yatim-piatu, para pengasuh, dan umat katolik Kapela Tillemans Ema-Owaa

KagetpapuaTIMIKA | Kunjungan Tim panitia Natal 2021 bersama para Pengurus Gereja Kapela Tillemans Ema-Owaa yang berada di jalan perintis timika indah, Papua. Berkesempatan untuk membagikan kasih sayang aksi natal kepada anak-anak yatim-piatu Panti Asuhan Santa Susana Yayasan Perawatan diJalan Budi Utomo Ujung, Timika Papua. Minggu (09/01/2022). Pukul, 3:30 Wp.

Saat itu puluhan anak yatim piatu disambut dengan hangat, kepala panti asuhan Magdalena Emanunang, dan Suster Maria Yulita, Prr yang merupakan pembina iman anak, serta para pengasuhnya.

Ketua panitia natal bapak Lukas Magai, menyampaikan kepada kepala panti asuhan, para suster dan para pengasuh di yayasan yang merawat anak yatim-piatu. Kami yang datang ini dari umat Gereja Kapela Tillemans Ema-Owaa dibawah Paroki Katedral Tiga Raja Timika.

Mendidik adalah pekerjaan yang sangat berat, semoga Tuhan memberikan kekuatan kepada seluruh elemen binaan anak yatim-piatu di yayasan ini. Ujar Magai

Panti Asuhan Magdalena Emanunang, mengatakan kami disini menerima anak 5 tahun kebawah karena kami ingin membentuk karakter anak yang lebih baik.

Lanjutnya, anak anak yang ada sementara ini berada dari lima suku yakni, suku Moni, Kamoro, kei, biak, Merauke. Mereka ini yang bina di Panti Asuhan Santa Susana adalah anak yatim piatu, piatu, yatim, keluarga tak utuh, dan anak yang ditolak oleh keluarga.

Kami sempat mau antar mereka pulang ke keluarga, namun mereka malah memilih untuk kembali kesini agar di bina, kata kepala panti asuhan, Magdalena Emanunang.

Aktivitas anak-anak Panti Asuhan Santa Susana semuanya di atur, dan dibina sesuai dengan kedisiplinan.

Dari pagi berdoa di Kapela, kemudian mereka juga aktivitas membersihkan lingkungan, makan, belajar, dan kami berusaha untuk mengatur waktu tidur mereka, kata Magdalena.

Kami hanya ingin mereka bisa tersenyum disini, kami ajarkan mereka memperkenalkan dunia peternakan dan perkebunan, mereka juga rajin berdoa dan semua sudah pintar berdoa,” tambah Magdalen.

Batas usia yang dibina di panti asuhan ini adalah lima tahun kebawah. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pembinaan sejak dini.

Kami berharap mereka bisa menjadi orang (berhasil-red) dari tempat ini, tanpa proposal tapi kami jalan. Kami punya keyakinan kalau Tuhan sudah titip satu anak disini pasti Tuhan akan siapkan berkat, ujar Magdalena.

Panti asuhan ini juga tidak hanya membina anak-anak beragama Katolik, namun dari semua denominasi agama.

Ia bersyukur karena selama ini selalu mendapatkan perhatian dari sejumlah masyarakat, keluarga, organisasi dan lainnya.

Selama keberadaan kami dalam kesulitan tetap memberikan orang-orang pilihan untuk memberikan perhatian. Terimakasih untuk umat Kapela Tillemans Ema-Owaa  yang sudah membuka hati, kami mohon dukungan dan doa, pungkas Magdalena.

Harapannya bisa bahagia dan sukacita. Kami berharap apa yang kami berikan bisa bermanfaat bagi anak-anak.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Panitia HUT dan Natal Kapel Tillemans Ema-Owaa, gelar turnamen bola voli.

Panitia natal dan HUT serahkan bola volley kepada panitia pertandingan bola voli

KagetpapuaTIMIKA | Dalam rangka meriahkan Natal dan HUT yang ke-3 Gereja Katolik Kapel Tillemans Hati Kudus Yesus “Ema Owaa” Bapak. Lukas Magai, resmi membuka kegiatan Lomba Bola Voli antar umat beragama di jl. Perintis Timika Indah, Papua Tengah. Selasa, 19 Oktober 2021.

Sambutan panitia natal dan HUT ke-3 Kapela Tillemans Ema-Owaa bapak. Lukas Magai, berterimakasih kepada seluruh elemen umat yang hadir dan turut mengambil bagian dalam pertandingan bola volley itu.

Dalam arahannya, kami atas nama panitia orang tua yang berjiwa mudah meminta agar seluruh pemain serta wasit dan panitia bola voli untuk segera bersiap diri dalam pertandingan.

Gereja mengharapkan untuk semua umat, muda-mudi dan pengurus gereja Kapel Tillemans (Ema-Owaa), tolong perhatian terhadap mereka yang datang main bola volley dari luar dan atasi waktu yang tepat sebab kini masa pandemi Covid-19. Ujar Panitia, Bapak. Lukas Magai

Pada kesempatan yang sama, bapak Jhon Dogopia yang di tunjuk sebagai panitia pertandingan menyampaikan, kami sebagai panitia pertandingan bola voli putuskan bahwa tidak dimainkan langsung karena ini hanya doa pembukaan pertandingan dalam rangka pencarian dana untuk Natal dan Hut ke3 gereja kapela Tillemans Ema-Owaa.

Selain itu, Jhon Dogopia juga menetapkan 2 poin yang harus dilakukan selama pertandingan yaitu,

  1. Kostum milik kapela Tillemans harus dilakukan sewa.
  2. Selama pertandingan mulai main bola voli jam 3:00 maka Tim Tim yang telah terdaftar tepati waktu.

Tim yang terdaftar dan yang telah hadir pada sore ini kami mainkan jam 4:00. Sore.

Wasit pertandingan arahkan pemain di lapangan bola volley

Acara pertama pertandingan bola volley dibuka dengan doa oleh bapak. Yosep Yikim selaku pewarta Gereja Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus (Ema Owaa) di timika, pada Selasa 19 Oktober 2021, pukul 08.30 Wp.

Dalam kempatan terakhir, Bapak. Aluwisius Pekei juga berharap agar sebelum berangkat dari rumah masing-masing tolong di beritahukan kepada keluarga atau tempat tinggal kemudian datang main bola volley di lingkungan Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Ema Owaa. Hal itu disampaika Karena banyak Anak-anak muda yang datang numpang kepada keluarga mereka.

Dalam lingkungan Ini kami dari pihak gereja dilarang, dan tidak di ijinkan untuk makan pinang dan datang dengan keadaan mabuk, hal itu kita harus memahami dan sadari masing-masing. Ujar bapak. Aluisius pekei

Kegiatan ini semoga kita semua diharapkan untuk mengikuti aturan-aturan pertandingan bola voly yang di tetapkan panitia pertandingan dan wasit yang kita percayai agar kegiatan ini dapat berjalan baik hingga selesai. Ujar bapak pewarta Yosep Yikim.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Pelantikan Panitia HUT Ke-3 dan Panitia Natal Kapela Tillemans Ema-Owaa di Timika

Upacara pelantikan panitia natal dan hut Ke-3 Kapela Tillemans Ema-Owaa, periode 2021.

Kagetpapua TIMIKA | Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Amandus Rahadat, melantik jajaran pantai HUT ke-3 sekaligus dengan Panitia Natal 2021-2022 pada Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Ema Owaa di jln Perintis Timika Indah,  Minggu, (17 Oktober 2021).

Dalam Sambutan Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Amandus Rahadat mengatakan bahwa kepercayaan yang diberikan harus bisa dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab sebab, biasanya yang melaksanakan hanya sedikit orang.

Misa pelantikan ini juga perkiraan ratusan umat yang telah hadir keliling sayap samping kiri dan kanan hingga dipenuhi dalam aula Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus Ema Owaa di jalan perintis timika indah.

Sementara itu, panitia HUT dan NATAL serta para badan pengurus Gereja Katolik Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus “Ema Owaa” mengadakan pertemuan untuk mengepakati membentuk program kerja selanjutnya.

Para umat dan tim panitia HUT bahkan pengurus lainnya telah memutuskan bahwa akan adakan pertandingan bola volly.

Bapak Jhon Dogopia yang terpilih sebagai panitia pertandingan bola volly mengampaikan bahwa selama kegiatan pertandingan volly, kami akan adakan beberapa kegiatan lagi seperti basar ayam bahkan pula lomba kecil-kecilan, salah satunnya adalah lempar kaleng dan lainnya.

Pertemuan ini membahas menghadirkan kebersamaan dan kegembiraan serta ada kehidupan dalam gerakan atau kegiatan-kegiatan yang menyatukan kaum muda untuk melayani semua umat yang membutuhkan.

Sumber Dok OMK Kapel Tillemans Hati Kudus Yesus Ema Owaa.
Timika, 27 Oktober 2021.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog