Mengetahui isi lebih penting daripada menilai kejelekan sampulnya

Membaca buku para Omk Kapela Tillemans Ema-Owaa di timika.

KagetpapuaTIMIKA | Jangan menilai buku dari sampulnya. Jika menilai buku dari sampulnya, kamu mungkin kehilangan cerita yang luar biasa didalamnya. Kenali lebih penting bukan dari kata orang lain karena pandangan dan penyelidikan kita tak selalu sama.

Tapi terkadang penilaian itu justru datang dari orang yang sama sekali tidak mengenal dengan baik. Mereka tidak tahu bagaimana isi tulisan aslinya, dan bagaimana sosok yang sebenarnya.

Dengan uraian diatas saya menyelubungi kebiasaan manusia yang selalu pempraktikkan orang lain. Hati-hati dalam menilai dan menghalimi orang. Takut-takut apa yang kita tabur pada orang, itu yang akan subur dalam diri kita.

Salah satu yang paling menyebalkan dalam hidup ini adalah bertemu orang-orang yang dengan mudah menilai diri kita. Entah itu dari penampilan, dari cerita orang, atau dari masa lalunya. Jujur, kita bersikap seperti itu bukan berarti kita anti dengan kritikan, karena kita sadar biasanya kritikan itu dapat membangun menjadi lebih baik.

Sudah menjadi tradisi bahwa kebanyakan dari kita menilai itu dari penampilannya. Jika seseorang berpenampilan baik, maka mungkin orang tersebut adalah orang yang baik.

Kita juga bisa saja menilai dari apa yang dikatakan orang lain tentang dirinya. Jika ada seseorang yang mengatakan orang tersebut tidak baik, maka kita ikut-ikutan menganggap ia tidak baik. Begitu juga dengan masa lalunya.

Teruntuk mereka yang gampang mendeskripsikan seseorang, sadarlah bahwa seseorang bisa saja berubah tanpa sepengatahuan orang lain.

Tidak perlu menghakimi jika kamu sendiri tidak tahu kenyataan yang sebenarnya. Karena takutnya, apa yang kamu nilai dari seseorang akan menyerang dirimu sendiri. Jadi berhati-hatilah menilai seseorang.

Niat adalah ukuran untuk menilai benarnya suatu perbuatan. Jika niatnya benar, maka perbuatan akan benar, dan jika niatnya buruk maka perbuatan itu buruk.

Terkadang apa yang kita lakukan baik tak selalu dinilai baik oleh orang lain. Tapi tak mengapa, karena Allah tidak pernah salah menilai hambanya.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog