Kita menghargai kota tetapi kita juga mencintai kampung.

KagetpapuaTimika | Tempat tinggal kita di kota adalah tempat yang penuh dengan keajaiban. Gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, taman-taman yang indah, dan keramaian yang menghidupkan suasana. Kita menghargai keberagaman budaya dan kesempatan yang ditawarkan oleh kota.

Meskipun kota menawarkan banyak hal menarik, Anda juga menyadari pesona kampung halaman Anda. Kampung dengan rumah-rumah tradisional, kebunan yang hijau, dan masyarakat yang akrab. Anda mencintai kehangatan dan kebersamaan yang terasa di kampung halaman.

Anda belajar untuk menghargai kota tempat tinggal Anda dengan menjaga kebersihan, mematuhi peraturan, dan berkontribusi dalam pembangunan kota. Namun, Anda juga tidak pernah melupakan akar Anda di kampung halaman. Anda mengunjungi kampung secara teratur, membantu masyarakat, dan menjaga tradisi-tradisi yang berharga.

Anda menyadari bahwa menghargai kota dan mencintai kampung halaman tidak saling bertentangan. Anda dapat memadukan kedua dunia ini dengan baik. Anda membawa nilai-nilai dan kearifan dari kampung halaman ke kota, dan sebaliknya, membawa inovasi dan kemajuan dari kota ke kampung.

(Adegan: Anda berjalan di antara gedung-gedung perkotaan dengan baju adat kampung, tersenyum dengan bangga atas identitas Anda yang unik.)

Dan itulah cerita tentang pentingnya menghargai kota tempat tinggal kita, tetapi juga mencintai kampung halaman kita.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Horizon Diana Timika dan Diana Mall membagi Aksi Peduli Kasih Natal

KagetpapuaTimika | Manajemen Hotel Horison Diana Timika dan Diana Mall berkolaborasi untuk membagikan hadiah peduli kasih Natal kepada umat yang tidak mampu di Gereja Paroki Katedral Tiga Raja. Keuskupan Timika. Papua Tengah- Pada tanggal 22 Desember 2023.

Dalam semangat Natal yang penuh sukacita, kedua organisasi ini bekerja sama untuk menyebarkan kegembiraan dan kehangatan Natal kepada komunitas gereja. Hadiah-hadiah tersebut diterima dengan penuh kebahagiaan oleh umat yang di mewak gereja katedral tiga raja, menambah semarak perayaan Natal mereka.

Hotel Horizon Diana Timika, yang terkenal sebagai organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial di Timika, menggandeng Diana Mall, pusat perbelanjaan terkemuka di kota tersebut, untuk memastikan bahwa hadiah-hadiah Natal tersebut dapat mencapai sebanyak mungkin umat yang tidak mampu di gereja dan memberikan kebahagiaan kepada mereka.

Aksi ini merupakan bentuk nyata dari kerjasama antara sektor swasta dan masyarakat dalam merayakan Natal dan menyebarkan kasih sayang kepada sesama. Semoga kebaikan ini dapat menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal serupa dan membantu menciptakan suasana Natal yang penuh cinta di seluruh Tanah Papua.

Klik Google – https://kagetpapua.art.blog

Percuma Bekerja Kalau Tidak Berkebun Rohani

KagetpapuaTimika | Ada seorang petani yang sangat rajin bernama yimobi . Dia tinggal di sebuah desa kecil di Papua. Setiap hari, Yimobi bangun pagi-pagi untuk merawat kebunnya. Dia menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran hingga buah-buahan. Kebunnya selalu tampak hijau dan subur, penuh dengan hasil panen yang melimpah.

Namun, meski yimobi sangat rajin dalam merawat kebunnya, dia selalu merasa ada yang kurang. Dia merasa hidupnya kosong dan tidak ada artinya. Dia merasa seolah-olah dia hanya menjalani rutinitas harian tanpa tujuan yang jelas.

Suatu hari, seorang bijak datang ke desa itu. Dia mendengar tentang kegelisahan Yimobi dan memutuskan untuk menemui dia. Sang bijak mengajarkan Yimobi bahwa, seperti merawat kebunnya, dia juga perlu merawat ‘kebun rohaninya’. Dia perlu menanam benih-benih kebaikan, kesabaran, dan kasih sayang dalam hatinya. Dia perlu menyirami benih-benih ini dengan doa dan meditasi, dan memupuknya dengan tindakan baik dan pikiran positif.

Yimobi mulai menerapkan nasihat bijak itu dalam hidupnya. Dia mulai meluangkan waktu setiap hari untuk berdoa, meditasi, dan melakukan tindakan baik kepada orang lain. Dia merasa hidupnya menjadi lebih berarti dan penuh. Dia merasa seolah-olah dia telah menemukan tujuan hidupnya.

Ingatlah bahwa merawat kebun rohani bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dalam sehari. Ini membutuhkan waktu dan usaha yang konsisten. Tapi percayalah, hasilnya pasti akan sangat berharga.

Cerita ini mengajarkan kita bahwa, meski penting untuk merawat kebun jasmani kita, juga penting untuk merawat ‘kebun rohani‘ kita. Kita perlu menanam dan merawat benih-benih kebaikan dalam hati kita, dan memupuknya dengan tindakan baik dan pikiran positif. Hanya dengan cara ini, kita dapat merasa hidup kita penuh dan berarti.

Oleh, M Ukago Jr!

Kemanusiaan itu Melebihi Agama Apapun

Kemanusiaan, ia seperti matahari terbit,
Menerangi semua tanpa membeda-bedakan.
Agama mungkin berbeda, namun hati kita satu,
Bersama dalam cinta, dalam kasih sayang yang abadi.

Kemanusiaan, ia seperti sungai yang mengalir,
Memberi kehidupan tanpa memilih.
Agama mungkin berbeda, namun tujuan kita sama,
Mencari kebenaran, mencari kedamaian dalam jiwa.

Kemanusiaan, ia seperti angin yang berhembus,
Menyentuh semua tanpa memandang agama.
Karena di mata Tuhan, kita semua sama,
Hanya hati yang tulus, yang dapat melihat cinta-Nya.

Jadi, mari kita berjalan bersama, dalam cahaya kemanusiaan,
Melampaui batas agama, ras, dan bangsa.
Karena di balik semua perbedaan itu,
Kita semua adalah satu, dalam cinta dan kasih sayang.

Giggle Klik kagetpapua.art.blog

Bagaikan Anak Panah

Kagetpapua –  Timika | Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.” Mazmur 127:4

Sadarkah kita, bahwa kita adalah anak panah Tuhan? Jika kita menyadarinya, kita tidak akan sembarangan dengan hidup kita. Agar anak panah bisa berfungsi dengan baik, ia harus melewati proses tertentu.

  1. DILURUSKAN & DITANAMKAN
    Anak panah adalah karunia, talent, dan gift yang Tuhan taruh dalam hidup kita. Anak panah yang tidak tajam tidak akan menghasilkan apa-apa, tidak tertusuk pada sasaran, dan akan mental. Kita baru dapat berfungsi dengan baik dan tepat sasaran jika kita tajam dan lurus.

Untuk menjadi anak panah yang tajam, kita perlu mengasah kemampuan, karakter, dan kepekaan kita. Lewat kepekaan ini, secara otomatis karunia yang Tuhan berikan akan berfungsi untuk menolong, menghibur, dan membangun orang-orang di sekitar kita karena melayani itu bukan tentang diri kita sendiri, tetapi tentang Tuhan dan jemaat-Nya.

Selain itu, hal yang benar-benar dapat mempertajam kita adalah Firman Tuhan. Lewat Firman-Nya, Ia

memberi tahu kita tentang apa yang berkenan bagi-Nya. Sediakan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman-Nya. Kalau kita kuat dalam Firman, kita tidak akan berjalan sembarangan saat menghadapi masalah karena kita tahu persis apa janji Tuhan.

Lalu untuk menjadi anak panah yang lurus, tidak ada cara lain selain menjaga hati kita tetap lurus di hadapan Tuhan. Pasti kita pernah mengalami masa di mana hati kita bengkok. Tapi terus berusaha untuk menjaga hati dan lakukan apa yang benar di mata Tuhan.

  1. DIARAHKAN
    Anak panah tidak bisa melesat sendiri. Ia harus dilepaskan oleh sebuah tangan dan kita percaya bahwa hidup kita ada di tangan yang tepat dan penuh kuasa, yaitu Yesus. Seringkali, kita tidak sampai ke sasaran karena mengikuti yang kita mau, bukan yang Tuhan mau. Maka itu, kita perlu kerendahan hati, mau mendengarkan-Nya dan juga pemimpin di sekitar kita.

Saat kita mau diarahkan, kita akan berfungsi dengan baik. Sang Pahlawan sepenuhnya berhak untuk

mengarahkan kita. Teruslah setia dengan apa yang dipercayakan kepada kita.

  1. DISEIMBANGKAN
    Kehidupan spiritual dan jasmani kita harus berjalan seimbang. Kita tidak mungkin melayani terus di gereja tanpa melayani keluarga kita. Kita tidak mungkin melayani terus tanpa berdoa ataupun istirahat. Kita juga tidak bisa hanya sibuk cari uang, tapi tidak memberanikan diri untuk memberkati orang lain. Perhatikan hal-hal di hidup kita yang perlu diseimbangkan.

Saat anak panah tajam, lurus, terarah, dan seimbang, kita juga harus mengerti bahwa ada waktu di mana anak panah harus ditarik jauh ke belakang untuk dilesatkan menuju sasaran. Seringkali saat kita merasa siap dilesatkan, Tuhan izinkan masa di mana kita merasa jauh, mundur, gagal, dan seperti seorang diri saja. Doa belum terjawab, keinginan tidak terpenuhi, dan banyak hal yang membebani.

Tapi sesungguhnya, Tuhan yang ingin melesatkan kita ke tempat yang lebih jauh lagi; ke level yang lebih tinggi. Maka itu, jangan menyerah. Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah salah dan lalai dalam rencana-Nya. Semakin jauh kita ditarik, semakin besar kuasa-Nya yang akan dinyatakan. Semakin berat yang kita hadapi, semakin melimpah berkat yang disediakan bagi kita.

Itulah sebabnya setiap anak panah harus disimpan di tempat yang benar; di dalam tabungnya Tuhan:

“Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.” – Yesaya 49:2

Hadirat Tuhan adalah tempat teraman bagi kita. Kita ada di tangan-Nya dan pada saat yang sama, Ia menyempurnakan tangan kita menjadi seperti tangan pahlawan sehingga setiap karunia yang kita lepaskan akan memuliakan-Nya. Kita akan menjadi perpanjangan tangan Tuhan, menghancurkan musuh, dan menjangkau banyak jiwa agar dapat mengenal-Nya.

“Ia melatih aku untuk berperang, sehingga aku dapat merentangkan busur yang paling kuat.” – 2 Samuel 22:35

Senja Yang Indah

Senja Tibar (Tigi Barat)

Keemasan cahaya di cakrawala
Di ufuk barat saat hari mulai senja
Terbelalak mata saat memandangnya
Keindahan dari sang maha pencipta

Sang surya bersiap untuk tenggelam
Menjemput mesra ketenangan malam
Meneguk cahaya dalam-dalam
Menyempurnakan keindahan malam

Lembayung indah tampak kekuningan
Gradasi warna bagaikan lukisan
Di sudut langit yang tipis berawan
Hiasan terbesar sepanjang zaman

Bayang pegunungan semakin panjang
Terpantul diatas air yang tenang
Duduk memandang cahaya yang semakin hilang
Menyambut datangnya malam

Danau Tigi diwaktu petang
Lukisan nyata keindahan alam
Penghapus lelah dan kepenatan
Menghibur hati dikala bimbang

Danau Tigi anugrah Tuhan
Danau Tigi pemberi ketenangan
Pada setiap mata yang memandang

Foto, 10/01/2019.

SAYA BERSAMA MALAM

Cerita Jalan malam

KagetpapuaTimika | Selain saya, masih banyak orang lain di luar sana yang menyukai malam. Mereka menganggap malam adalah tempat mencari inspirasi. Malam adalah tempat untuk beristirahat dan merebahkan tubuh lelah. Malam juga memberikan pelajaran berharga bagi mereka yang memahami keindahan, ketentraman dan kedamaian.

Mengapa malam ini begitu indah? Malam mengerti saat saya harus menanam kerinduan untuk kembali ke rumah. Disanalah aku bisa bertemu dengan orang-orang yang kucintai. Orang-orang yang menungguku dengan doa dan harapan. Ada rasa sedih yang tersirat dibalik nada suara di ponselnya. Menanyakan posisi ku. Suara yang sudah lama kudengar secara langsung. Suara seorang ibu yang merindukan anaknya. Merindukan dia pulang.

Ibu yang semangatnya tidak pernah menjadi tua. Kalau saja dunia ini hanya bisa dipegang oleh cinta. Saat itu bahkan saya sudah duduk di bangku mahasiswa. Saya tidak akan pernah lupa sedetik pun bahwa ibu selalu hadir dalam tumbuh kembang saya.

Mengapa malam begitu tenang? Malam selalu tahu kapan saya kecewa terhadap sesuatu. Ketika semua orang bertindak dan mengatakan hal-hal yang tidak sesuai ekspektasi saya. Ketika saya harus bertemu ratusan orang setiap hari. Bekerja di tempat yang sama. Melakukan hal yang sama. Mungkin kita mempunyai masalah yang berbeda, tapi kita tidak pernah saling kenal. Ada yang mungkin tidak ingin tahu, tapi kalau hati kita tahu, kita tidak akan pernah marah, sedih, kecewa, atau bahkan ingin berteriak ketika ada yang mengganggu kita. Karena kita akan memahami bahwa mereka sedang mengalami masalah.

Andai saja semua orang bisa mengerti tanpa harus meminta untuk dimengerti. Mungkin dunia tidak akan sekeras ini. Tidak sesulit berjalan kaki pulang ke rumah. Mengapa? Karena saat itulah saya mengetahui dan merasakan betapa kejamnya keegoisan manusia di jalanan. Betapa kejamnya terik matahari hingga membuatku lelah dan menyerah. Setelah melalui semua itu, saya harus memenuhi semua tuntutan dan tanggung jawab di tempat yang saya setia. Bayangkan saja betapa dunia ini menghargai saya. Jika saya lemah, saya mungkin akan berubah menjadi abu.

Mengapa malam begitu damai? Malam tahu apa yang aku rasakan Saat saya jatuh cinta, saya selalu mengeluh pada malam, bolehkah saya jatuh cinta? Sesaat mungkin saya akan merasakan kegembiraan, sedikit rasa rindu, terkadang cemas, bahkan takut jika ternyata cintanya tidak seperti cintaku. Lalu saya juga tahu, ternyata ada rasa kecewa, cemburu dan juga sedih saat saya jatuh cinta.

Saya mempelajari segalanya. Segala rasa yang tercipta saat hati merasakan cinta. Saya belajar memaafkan dan melepaskan. Saat saya harus sadar bahwa cinta itu tidak harus memiliki. Cinta terkadang tidak bisa dipaksakan. Biarkan saja dengan membiarkannya pergi. Maafkan keadaan dan berdamai dengan masa lalu. Apakah semudah itu? Tentu saja tidak, saya harus merasakan sakit untuk merasakan itu semua. Namun satu hal yang saya sadari, apapun bentuk perasaannya, saya yakin mereka memberi saya pelajaran berharga.

Begitulah malam selalu menemaniku setiap harinya. Dengan segala keindahan, ketenangan dan kedamaian yang ia pancarkan. Tempatku mengeluh ketika saya rindu, mengeluh ketika saya khawatir, dan mencurahkan segala cinta yang saya rasakan.

Wahai malam, tunggulah saya di tempat dan waktu yang sama. 🤗

Omk kapel Tillemans (Ema-Owaa) Timika gelar pendalaman kitab suci 2023

KagetpapuaTimika | OMK (Orang Muda Katolik) Gereja Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus (Ema-Owaa) menyelenggarakan kegiatan pendalaman kitab suci yang dipandu oleh Suster #Agnita_Degei dan itu seru diikuti oleh puluhan peserta yakni; OMK, Misdinar dan sekami. Pada selasa, (12/09/2023). Pukul 14:00 – selesai di dalam Gereja Kapela Tillemans hati Kudus Yesus (Ema-Owaa). Jalan perintis Timika indah, Papua Tengah.

Kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk membina dan meningkatkan iman, makin mengenal memahami menghayati firman dan memberi semangat pada peserta untuk membaca dan merenungkan firman, serta meningkatkan wawasan, membangun rasa solidaritas dan persaudaraan antara kebersamaan.

Mengambil tema “Allah Memberi Kasih dan Keselamatan”, Berikut satu subtema BKSN 2023 untuk direnungkan adalah “Kasih Allah Menggerakkan Pertobatan” yang dikutip dari kisah Kitab Nabi Yunus 4:1-11. Itulah 1 subtema BKSN 2023 yang akan direnungkan untuk peserta untuk sebulan kedepan.

Dalam Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2023 ini, kita diajak untuk mendalami tema tentang Allah sebagai sumber kasih dan keselamatan. Tema ini terinspirasi oleh dua kitab nabi-nabi kecil, yaitu Yunus dan Yoel. Kedua kitab ini dengan tegas menyatakan: “Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia”

Peningkatan kreativitas dalam kegiatan mewarnai dengan menggunakan metode demonstrasi atau Kata Sharing: Berbagi Makna dan Pengalaman yang telah di bawahkqn oleh para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Jhon_Dawapa, sebagai Ketua panitia pelaksana bulan kitab suci memberikan cendera mata kepada Suster Agnita Degei yaitu; Satu Noken dan Satu Gelas yang bertulisan OMK Tillemans sebagai salah satu bentuk apresiasi dan mempererat persaudaraan.

Usai berfoto-foto bersama Suster Agnita Degei dalam gereja kapela Tillemans, Saudari Yosphin Wakei yang menjadi narator itu mengarahkan semua peserta ke samping gereja kapela Tillemans (Ema-Owaa) untuk makan bersama.

Dengan adanya pendalaman iman kitab suci, Mari kita renungkan dalam setiap pribadi kita masing-masing, dan bila perlu kita bisa melakukan konsultasi dengan teman-teman kita, Bapak/Ibu, Para OMK dan Misdinar atau para Suster. Akhir kata, Selamat membaca Kitab Suci, dan Salam sejahtera untuk kita semua.

Kursus Pembelajaran Awal Memainkan Gitar Klasik /Akustik.

KagetpapuaTimika | Agustinus Youw sebagai kordinator seksi seni budaya OMK Gereja Kapel Tilemans Hati Kudus Yesus (Ema-Owaa) menetapkan program kursus untuk mempelajari langkah awal bermain gitar klasik/akustik. Kegiatan belajar gitar hari pertama dimulai di Kapel Tilemans Ema-Owaa. Timika Papua Tengah pada Rabu (28 Juni 2023) pukul 15.00.

Program ini bertujuan untuk memperkenalkan cara bermain gitar klasik/akustik yang dapat membantu membangun rasa percaya diri dan merangsang minat mereka dalam bermain gitar klasik/akustik sehingga hasil dari pelatihan itu dapat diimplementasikan sehingga vokal grup di Gereja semakin meningkat memainkan gitar.

Bapak. Agustinus Youw menetapkan dalam satu minggu ada dua kali pertemuan pada hari Rabu dan Sabtu.  Waktu yang akan di gunakan selama proses belajar yaitu mulai sore jam 14.00 berkumpul di halaman kapel Tillemans dan sore hari jam 15.00 memulai proses belajar gitar.

Saya seorang musisi dengan berpengalaman 8 tahun sebagai gitaris dan pernah mengikuti lomba gereja antar stasi serta menjuarai beberapa perlombaan tingkat stasi. Kata Agus

Agus youw mengatakan bahwa, bukan hanya ditujukan untuk orang lain tapi juga untuk memotivasi diri saya sendiri dan saya pun sangat bersyukur kalau semua bisa bermain gitar agar kedepan kami bersama bisa bermain gitar di dalam gereja katolik Kapel Tillemans (Ema-Owaa).

Lanjut Agus Youw, “Meskipun kekurangan musik dalam pelatihan yang ditentukan, saya akan terus mengajarkan langkah awal dengan cara saya untuk mengembangkan dan berbagi bakat yang saya miliki kepada rekan-rekan OMK (Orang Muda Katolik) Kapel Tilemans Ema-Owaa Timika”.

Menurutnya, Metode pembelajaran saya lebih kepada memahami dan menghafal dengan santai, karena pemahaman memudahkan kita untuk mengingat kembali materi yang telah dipelajari. Ujar Agus

* Pemula:
Pengenalan nada dasar pada senar gitar, pengenalan akord dasar, latihan dasar, macam-macam petikan, kunci gitar, nada dasar, dan teknik dasar.

* Target:
Mengetahui bagaimana susunan chod bisa menjadi sebuah lagu dan mencari chord sendiri pada lagu umum.

Untuk pelatihan tingkat lanjutan, kombinasi antara memahami, praktek dan menghafal berlaku agar bisa bermain dengan lebih maksimal.

Sangat cocok untuk pemula maupun yang sudah bisa namun ingin mendalami.

Tata tertib;

1. Tepati waktu
2. Jika mempunyai gitar harus bawah
3. Waktu belajar duduk yang sopan
4. Dilarang menggunakan kontak fisik
5. OMK yang akan mengikuti kurus, harus punya no WA.

Kunci kunci gitar yang kita akan mempelajari adalah !

1. Mengenal kunci dasar gitar ( Chord gitar)

1.1.1. Kunci A mayor
1.2.2. Kunci Am
1.3.3. Kunci B mayor
1.4.4. Kunci Bm
1.5.5. Kunci C mayor
1.6.6. Kunci D
1.7.7. Kunci Dm
1.8.8. Kunci E mayor
1.9.9. Kunci Em
1.10.10. Kunci F mayor
1.11.11. Kunci Fm
1.12.12. Kunci G mayor
1.13.13. Kunci Gm

2. Memainkan gitar bagi pemula

2.1.1. Melatih dan merawat jari dan memori otot tangan
2.2.2. Mempelajari kunci gitar serta menghafalnya
2.3.3. Menggunakan referensi saat latihan
2.4.4. Mempelajari dan fokus pada sebuah lagu yang memang kamu sukai

3. Kesimpulan

Bagi grameds yang memiliki keterkaitan atau sedang belajar alat musik ini, gitar memiliki tuju (7) kunci dasar yaitu kunci A,  kunci B, kunci C, kunci D, kunci E, kunci F, kunci G. Setiap masing-masing kuncinya berbeda nada yang memiliki nada mayor maupun minor.

Pelatih akan menggunakan gitar akustik/klasik
Akan dilatih oleh,
Agustinus Youw

Salam Hormat.
Tetap semangat, tetap pada posisi orang muda Katolik Tuhan memberkati.

Kirab Salib IYD 2023 Disambut puluhan Umat Katolik di kapela Tillemans (EMA-OWAA) Timika

KagetpapuaTimika |Ratusan umat Katolik di gereja Kapela Tillemans hati Kudus Yesus (Ema-Owaa) Timika di sambut kirab Salip Pra-IYD 2023 dengan sapaan adat suku Mee tarian (Kote dan moge) di Depan Emeneme Yaware, Timika indah Kamis 05 Juni 2023. Pukul 15:30 wit.

Pengurus setempat menerima kirab Salib IYD 2023 dan Salib ini pikul dan diarak di dalam gereja Kapela Tilemans (Ema-Owaa)Timika. Sepanjang Jalan, tampak ratusan umat berdiri menyambut kedatangan Salib IYD 2023.

OMK (Orang Muda Katolik) Memikul salib Pra-IYD 2023 Di depan Gereja Kapel kapal Tillemans Ema-Owaa.

Selanjutnya, Salib IYD 2023 disemayamkan selama dua malam di Gereja Kapela Tilemans (Ema-Owaa) Timika. Kemudian Salib ini akan diarak menuju Kapela jalan baru pada hari Rabu 07 Juni 2023.

Sumber Doc OMK Kapela Tillemans hati Kudus Yesus ( Ema-Owaa) Timika.

Kemping Rohani OMK Kapela Tillemans (Ema-Owaa) bersama OMK Katedral Tiga Raja Timika.

Kagetpapua – Timika | Orang Muda Katolik (OMK) Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus (Ema Owaa) pertama kali mengikuti kegiatan Kemping Rohani dengan penuh sukacita  bersama OMK Paroki Induk Katedral Tiga Raja Timika. Jumat (26/5/2023), di Biara “St Yosep” – SCJ Timika, Karang Senang, Kec. Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua.

Pendamping Orang Muda Katolik Kapela Tillemans (Ema-Owaa) Bpk. Jhon Dimi menyampaikan saat free sharing tentang situasi, dan peran OMK di dalam Basis/Komunitas, Kapela, Stasi dan Gereja, agar ke depan OMK pusat perlu melakukan pendekatan dengan membangun relasi antar sesama OMK Induk di paroki katedral tiga raja Timika.

Dengan terlaksannya kemping Rohani ini semoga ada harapan dan suka cita sebagai bukti cinta kasih Allah kepada orang muda agar bangkit membangun diri di dalam Gereja dan bermasyarakat. Ujar Jhon

Frater. Sandy SCJ, mengatakan untuk kaum muda agar tumbuh dan berkembang bersama sebagai remaja dan pemuda yang aktif dan tetap mendasarkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan bermasyarakat dengan masyarakat dan sesama.  Berkumpul, bersosialisasi, dan berkomunikasi dengan sesama OMK merupakan sarana untuk meningkatkan dan memupuk rasa tanggung jawab OMK sebagai generasi muda yang nantinya akan berperan sebagai generasi penerus bagi pertumbuhan lingkungan, wilayah, dan Gereja.

Meski hidup seringkali penuh dengan dinamika dan tidak selalu mudah untuk menghadapinya, seseorang yang pantang menyerah akan percaya keadaan bisa berubah dan kemampuan diri bisa berkembang maka jangan mudah menyerah. Ujar Frater. Sandy SCJ usai memberikan pandangan tentang materi Kristus hidup.

Ketua OMK Kapela Tillemans (Ema-Owaa) Bpk. Dese Pigai menyampaikan bahwa, kegiatan Kemping Rohani yang telah diadakan oleh Pemuda Katolik (OMK) paroki Katedral Tiga Raja Timika dan OMK Kapela Tilemans merupakan awal dari pengenalan  membangkitkan dan menghidupkan kembali semangat Muda, Energik, Berani, dan percaya diri untuk menjadi anak muda yang ideal dan berani.

Pigai juga bangga dengan kekompakan para OMK Induk dan Kapela Tilemans yang telah melaksanakan kegiatan Doa Taize, materi dan permainan yang telah berjalan dengan baik, mulai dari Jumat, 26/05/23. 17:00 WP , hingga Sabtu akhir, 27/5/2023. Pukul 15:00.  WP.

Sementara itu, Wakil Ketua OMK Kapela Tillemans (Ema-Owaa) Michael Ukago menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini didasari oleh keinginan untuk menjadi generasi muda yang bertanggung jawab dalam keimanan, yang ingin dicapai dari kegiatan ini selain rekreasi juga untuk  menjalin komunikasi, kebersamaan, kekeluargaan antar anggota OMK di paroki.  katedral tiga raja dan OMK kapela Tillemans (Ema-Owaa) Timika.

Para Orang muda yang belum bergabung, saya mengajak untuk bergabung karena kegiatan ini dapat digunakan untuk belajar berorganisasi dan berkoordinasi antar teman OMK. Tandasnya.

Sumber dok OMK Tillemans (Ema-Owaa) Timika.

Pelantikan Misdinar Kapela Tillemans Hati Kudus Yesus (Ema-Owaa) Timika.

Sumber doc, OMK Tillemans hati Kudus Yesus (Ema-Owaa) Timika.

KagetpapuaTimika | Sejumlah anak muda mulai dari usia sekolah dasar hingga menengah mengikuti Pelantikan Calon Misdinar dan Pembaharuan Janji Misdinar Kapela Tillemans hati Kudus Yesus Ema-Owaa, Minggu (19/03/2023). Misa Pelantikan Misdinar ini juga dipimpin oleh Asisten Iman Bapak. Yoseph Yikim dan Petrus Gobai berlangsung Sore pukul 15:30. WP.

Bacaan Injil Misa sore itu adalah “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” Pada siang hari Yesus mengajar di Bait Allah dan pada malam hari Ia keluar dan bermalam di gunung yang bernama Bukit Zaitun. Dan pagi-pagi semua orang banyak datang kepada-Nya di dalam Bait Allah untuk mendengarkan Dia. (TB Luk 21:34-38)

Asisten iman Yoseph Yikim

Asisten iman Yoseph Yikim juga mengapresiasi, kita mendengar dalam firman Tuhan menasehati kita untuk berjaga-jaga terhadap masa depan kita. Dalam kehidupan kita sehari-hari ada tingkatannya yaitu tingkatan anak-anak, tingkatan pemuda dan tingkatan orang tua, sehingga waktu kecil kita harus banyak belajar demi keselamatan kita. Keselamatan ada di dalam Tuhan Yesus, dan orang tua berkata pergi ke sekolah, sekolah untuk siapa? Untuk masa depan kita. Di masa lalu, anak-anak telah melayani umat, pastor dan asisten iman. Kami bersyukur untuk hari-hari yang akan datang, karena kami telah mendengar sesuatu dari firman Tuhan bahwa itu harus berjaga-jaga dan siap melalui pelayanan dan harus menaati orang tua karena siapa pun yang menaati orang tuanya sedang menjalankan perintah Tuhan. Apa yang kita baca dalam Injil Lukas adalah kompas kehidupan kita, jadi anak-anak harus banyak membaca, karena dengan membaca kita akan menemukan kehidupan baru yang lebih baik.

Membacakan visi yang telah dituliskan oleh para calon misdinar

Setelah homili, para calon misdinar mengucapkan Janji dan membacakan visi Misdinar, setelah itu asisten iman bapak. Yoseph Yikim memerciki air suci kepada para calon misdinar sebagai tanda bahwa mereka dilantik menjadi pelayan putri-putri altar. Asisten iman mengucapkan proficiat dan berpesan kepada para misdinar agar bertumbuh semangat melayani. “Selamat kepada misdinar yang dilantik, mari melayani dengan penuh cinta dan kesetiaan,” pintanya.

Usai misa pelantikan Pembina misdinar, Merry Songgonau saat mengapresiasi

Pembina misdinar, Merry Songgonau berpesan bahwa jangan berkecil hati, takutlah pada Tuhan dan Jangan malu dengan tugas dan tanggung jawab Anda.

Ketika ada masalah pada masing-masing member, jangan bicara dan bercerita dibelangan karena kita tidak sendirian disini, jika ada kejadian seperti itu kalian harus bicara dengan kakak kakak yang bisa kalian ajak bicara, dan jika kalian kewalahan dalam ketua atau bagian lain, Anda harus berbicara dengan pembina di sini. Ajakan Merry Songgonau.

Para calon misdinar yang sejak muda sudah mau melayani. Sejak dini mereka sudah mau melayani, karena melayani adalah sebuah kesempatan. Penglihatan yang diberikan oleh Tuhan sore ini sungguh luar biasa. Tinggal dari kita, apakah mau menggunakan momen ini sebagai peristiwa yang membukakan mata rohani kita untuk turut melayani atau tidak.

Usai misa berfoto bersama kedua asisten iman
Usai misa berfoto bersama kedua asisten iman

Dukungan penuh orang tua juga sangat dibutuhkan. Setelah misa, para misdinar berfoto bersama kedua asisten iman di depan depan kapela Tillemans hati Kudus Yesus Ema-Owaa Timika.

Nampak wajah keceriaan dan kegembiraan para misdinar baru atas pelantikan ini. “Perasaan sangat seneng, dengan akhirnya lega bisa dilantik setelah melalui perjuangan selama ini.